Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » Disubsidi Rp3 Juta, Ongkos Haji 2027 Efektif Rp23,2 Juta per Jemaah

Disubsidi Rp3 Juta, Ongkos Haji 2027 Efektif Rp23,2 Juta per Jemaah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Pemerintah bersama Komisi VIII DPR RI akhirnya menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1448 Hijriah/2027 Masehi sebesar Rp98.466.351 per jemaah. Dari total biaya tersebut, jemaah haji reguler secara efektif hanya perlu menyiapkan sekitar Rp23,24 juta untuk pelunasan setelah pemerintah memberikan subsidi Rp3 juta per jemaah.

Keputusan tersebut dihasilkan dalam rapat Panitia Kerja (Panja) BPIH Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Haji dan Umrah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/10/2026). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan dihadiri Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, komponen Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang menjadi tanggungan jemaah ditetapkan sebesar Rp54.648.825 per orang. Sementara Rp43.817.526 berasal dari Nilai Manfaat pengelolaan keuangan haji. Dengan komposisi tersebut, porsi Bipih mencapai sekitar 55,5 persen dari total BPIH, sedangkan Nilai Manfaat menanggung sekitar 44,5 persen.

Namun, angka yang harus disiapkan jemaah untuk pelunasan tidak mencapai Rp54,6 juta. Perhitungannya memperhitungkan setoran awal sebesar Rp25 juta serta Nilai Manfaat rata-rata sekitar Rp3,4 juta yang telah tercatat dalam rekening virtual jemaah.

Dari perhitungan tersebut, rata-rata pelunasan yang sebelumnya harus dibayarkan jemaah berada di angka Rp26.248.825. Pemerintah kemudian memberikan subsidi Rp3 juta per jemaah sehingga biaya yang secara efektif perlu dilunasi menjadi sekitar Rp23.248.825.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan subsidi tersebut merupakan hasil komunikasi antara DPR dan pemerintah, termasuk dengan Presiden Prabowo Subianto, untuk meringankan beban jemaah tanpa mengurangi pembiayaan penyelenggaraan haji.

“Biaya sisa yang harus dibayar oleh masyarakat adalah sebesar Rp26,2 juta. Namun sebelum ditetapkan, hasil komunikasi kami DPR dengan pemerintah dalam hal ini Presiden Prabowo, pemerintah memutuskan untuk mensubsidi sebesar Rp3 juta satu jemaah haji,” kata Dasco.

Dengan adanya subsidi tersebut, Dasco menyebut pelunasan yang harus dibayarkan jemaah pada penyelenggaraan haji 2027 berada di kisaran Rp23,2 juta.

Penetapan tahun ini juga menunjukkan perubahan cukup besar dibandingkan usulan awal pemerintah. Sebelumnya, pemerintah mengusulkan BPIH 2027 sebesar Rp107,34 juta per jemaah dengan skema pembiayaan yang kemudian beberapa kali dibahas bersama DPR. Dalam kesepakatan final, angka BPIH turun menjadi sekitar Rp98,47 juta per jemaah.

Untuk penyelenggaraan haji 1448 H/2027 M, Indonesia mendapatkan kuota sebanyak 221.000 jemaah. Jumlah tersebut terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus.

Dengan demikian, bagi calon jemaah haji reguler yang masuk dalam daftar keberangkatan 2027, angka paling penting yang perlu diperhatikan adalah sekitar Rp23,24 juta sebagai rata-rata biaya pelunasan setelah memperhitungkan setoran awal, Nilai Manfaat yang telah tersedia, dan subsidi pemerintah sebesar Rp3 juta.

Kesepakatan tersebut sekaligus menjadi formula pemerintah dan DPR untuk menjaga keseimbangan antara kemampuan jemaah membayar biaya haji dan keberlanjutan pengelolaan Nilai Manfaat dana haji. Sebelumnya, Komisi VIII menekankan pentingnya mencari titik keseimbangan agar biaya yang dibebankan kepada jemaah tetap terjangkau tanpa mengganggu keberlanjutan pengelolaan dana haji.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Digitalisasi pemerintahan: Cloud vs On‑Premise, Pilih yang Efisien

    Digitalisasi pemerintahan: Cloud vs On‑Premise, Pilih yang Efisien

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Digitalisasi pemerintahan mempercepat layanan publik lewat platform online, mengurangi birokrasi, dan meningkatkan transparansi data. Dengan integrasi sistem e‑service, pemerintah dapat memantau proses secara real‑time serta memudahkan warga mengakses informasi tanpa harus datang ke kantor. Layanan publik kini beralih ke platform digital, memungkinkan warga mengakses dokumen, mengajukan izin, atau melacak bantuan lewat satu portal […]

  • FAQ Kedaulatan Energi: Solusi Praktis Kurangi Ketergantungan Listrik

    FAQ Kedaulatan Energi: Solusi Praktis Kurangi Ketergantungan Listrik

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kedaulatan energi menekankan kemampuan suatu negara memenuhi kebutuhan listrik serta bahan bakar secara mandiri, tanpa bergantung pada impor. Biasanya hal ini diwujudkan lewat pengembangan sumber daya dalam negeri, diversifikasi energi, serta kebijakan yang mendorong investasi pada infrastruktur dan teknologi bersih. Dengan demikian, stabilitas harga, keamanan nasional, dan pengurangan risiko geopolitik dapat terjaga. Kedaulatan […]

  • 7 Langkah Praktis Menghadapi Krisis Iklim untuk Rumah dan Komunitas

    7 Langkah Praktis Menghadapi Krisis Iklim untuk Rumah dan Komunitas

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Perubahan suhu global yang cepat, peningkatan frekuensi cuaca ekstrem, dan kerusakan ekosistem menandai krisis iklim. Para ilmuwan sepakat bahwa aktivitas manusia—khususnya pembakaran bahan bakar fosil—memperparah pemanasan bumi, sehingga dibutuhkan aksi kolektif untuk menurunkan emisi dan melindungi generasi mendatang. Ketika suhu rata‑rata global naik beberapa derajat dan pola cuaca menjadi tak menentu, yang kita […]

  • IHSG Anjlok 5,05 Persen ke Level 4.923, Saham Bank dan Tambang Tertekan

    IHSG Anjlok 5,05 Persen ke Level 4.923, Saham Bank dan Tambang Tertekan

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan sesi I, Senin (19/10/2026). Indeks saham domestik merosot 5,05 persen atau kehilangan 261,84 poin ke level 4.923 seiring maraknya aksi jual yang menekan sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan, energi, dan pertambangan. Sepanjang perdagangan pagi, IHSG bergerak di rentang 4.907 hingga […]

  • Subsidi tepat sasaran: definisi, kriteria, dan langkah pengajuan

    Subsidi tepat sasaran: definisi, kriteria, dan langkah pengajuan

    • calendar_month 12 jam yang lalu
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Subsidi tepat sasaran berarti bantuan pemerintah diberikan hanya kepada kelompok atau sektor yang memang membutuhkan, biasanya melalui mekanisme verifikasi data penerima dan penyaluran berbasis teknologi. Tujuannya adalah meminimalkan pemborosan anggaran serta meningkatkan efektivitas program sosial, sehingga manfaatnya terasa langsung pada penerima yang paling rentan. Subsidi tepat sasaran menyalurkan bantuan keuangan kepada penerima yang […]

  • Panduan Praktis 5 Langkah Kurangi Jejak Karbon Atasi Krisis Iklim

    Panduan Praktis 5 Langkah Kurangi Jejak Karbon Atasi Krisis Iklim

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Perubahan iklim yang cepat dan mengancam kehidupan manusia disebut krisis iklim. Akibatnya, suhu global naik, es kutub mencair, dan kejadian cuaca ekstrem menjadi lebih sering, memaksa masyarakat serta pemerintah menyesuaikan kebijakan energi dan strategi adaptasi lingkungan. Perubahan suhu rata‑rata bumi yang naik sekitar 1,2 °C sejak abad ke‑20 menandakan bahwa atmosfer kita sedang menampung […]

expand_less