TKDN Diperkuat, Pemerintah Bidik Tambahan Output Ekonomi Rp627,58 Triliun
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan penggunaan produk lokal untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Perindustrian Sarmuji mengatakan, setiap Rp1 belanja untuk produk dalam negeri berpotensi memberikan dampak sebesar Rp2,2 terhadap perekonomian nasional. Angka tersebut merujuk pada penelitian dan simulasi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).
“Berdasarkan penelitian dan simulasi yang dilakukan BPS, setiap Rp1 belanja produk dalam negeri itu akan memiliki dampak Rp2,2 terhadap pertumbuhan perekonomian nasional,” ujar Sarmuji dalam Rapimnas Kadin Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Selain mendorong penggunaan produk lokal, pemerintah juga menargetkan substitusi impor senilai Rp400 triliun. Langkah tersebut diperkirakan berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 1,71 persen dan menghasilkan tambahan output ekonomi hingga Rp627,58 triliun.
Untuk mendukung industri dalam negeri, pemerintah telah menyediakan berbagai insentif fiskal, seperti tax holiday, super tax deduction, tax allowance, serta pembebasan bea masuk untuk impor barang modal dan bahan baku.
Dukungan lainnya mencakup jaminan investasi, penyediaan gas industri dengan harga tertentu, restrukturisasi mesin dan peralatan, serta penyederhanaan perizinan berusaha berbasis risiko.
Sarmuji menegaskan, peningkatan TKDN dan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) bertujuan memperkuat penggunaan produk lokal sekaligus melindungi industri nasional. Pemerintah ingin Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk luar negeri, tetapi juga memiliki industri yang kuat dan berdaya saing.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar