Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Malaysia Siap Bantu Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla Kalimantan

Malaysia Siap Bantu Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla Kalimantan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, 17 September 2026 — Pemerintah Malaysia menyatakan kesiapannya untuk membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang menimbulkan kabut asap hingga melintasi wilayah perbatasan kedua negara.

Komitmen tersebut disampaikan Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Farzamie Sarkawi, saat memberikan keterangan di Jakarta, Rabu, 16 September 2026.

Farzamie mengatakan Malaysia berharap kondisi kabut asap dapat segera membaik. Menurutnya, Malaysia siap memberikan bantuan apabila Indonesia membutuhkan dukungan dalam penanganan karhutla.

“Kita bersedia membantu pada bila-bila masa. Kalau diundang untuk bersama-sama, anytime we’re ready,” ujar Farzamie.

Malaysia Koordinasi dengan Pemerintah Indonesia

Malaysia juga terus berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia terkait dampak kabut asap atau haze yang dirasakan di sejumlah wilayah Malaysia.

Farzamie menyampaikan bahwa Menteri Lingkungan dan Keberlanjutan Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, telah berkomunikasi dengan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia untuk membahas langkah penanganan dampak kabut asap lintas batas.

Koordinasi tersebut dilakukan melalui komunikasi langsung maupun surat resmi antara kedua kementerian.

Malaysia Lakukan Penyemaian Awan di Wilayah Perbatasan

Salah satu langkah yang dilakukan Malaysia adalah operasi modifikasi cuaca atau cloud seeding di wilayah yang terdampak.

Menurut Farzamie, Indonesia telah memberikan persetujuan bagi Malaysia untuk melakukan operasi penyemaian awan di kawasan perbatasan kedua negara. Operasi tersebut diharapkan dapat membantu menghasilkan hujan dan mengurangi dampak kabut asap yang berasal dari kebakaran di wilayah Kalimantan.

“Usaha itu sudah dimulakan di sana dan kita berharap akan dapat membantu meringankan situasi haze atau jerebu rentas sempadan yang berlaku di sebelah Kalimantan,” kata Farzamie.

Upaya penyemaian awan juga sebelumnya telah dilakukan di Sarawak untuk membantu mengatasi kondisi kabut asap dan menambah curah hujan di wilayah yang membutuhkan.

Kabut Asap Karhutla Berdampak ke Negara Tetangga

Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir telah berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Di Malaysia, wilayah Sarawak dan Sabah menjadi kawasan yang turut merasakan dampak kabut asap. Kondisi serupa juga dilaporkan di Singapura, Brunei, hingga sejumlah wilayah Filipina.

Kondisi di Serian, Sarawak, bahkan sempat mencapai tingkat yang sangat buruk. Pemerintah Malaysia pada 4 September 2026 menetapkan status darurat di wilayah Serian setelah indeks pencemaran udara mencapai level berbahaya. Status tersebut kemudian dicabut pada 7 September setelah kualitas udara menunjukkan perbaikan.

Kerja Sama Indonesia-Malaysia Diperkuat

Situasi kabut asap lintas batas menjadi perhatian bersama karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara tempat kebakaran terjadi, tetapi juga wilayah negara tetangga.

Malaysia dan Indonesia terus melakukan koordinasi untuk mengurangi dampak kabut asap sekaligus memperkuat kerja sama dalam penanganan karhutla.

Malaysia juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan apabila diperlukan dalam upaya penanganan kebakaran dan dampak kabut asap di Indonesia.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan karhutla di Kalimantan sekaligus mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat di wilayah perbatasan dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panduan Praktis Transisi Energi Hijau: 5 Langkah dengan Contoh Nyata

    Panduan Praktis Transisi Energi Hijau: 5 Langkah dengan Contoh Nyata

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Peralihan ke energi hijau berarti menggantikan sumber fosil dengan tenaga terbarukan seperti surya, angin, dan biomassa, demi menurunkan emisi karbon serta memperkuat ketahanan energi nasional. Langkah ini memerlukan kebijakan yang mendukung, investasi infrastruktur, dan perubahan pola konsumsi serta produksi di sektor industri. Mengalihkan penggunaan energi dari bahan bakar fosil ke sumber yang dapat […]

  • Transisi energi hijau: 5 Kegagalan Kebijakan yang Membatasi Investasi

    Transisi energi hijau: 5 Kegagalan Kebijakan yang Membatasi Investasi

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Pergeseran sistem energi dari bahan bakar fosil ke sumber terbarukan, sambil meningkatkan efisiensi dan menurunkan emisi karbon, menjadi inti dari transisi energi hijau. Proses ini melibatkan kebijakan pemerintah, investasi dalam teknologi bersih, serta perubahan perilaku konsumen, sehingga mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan tanpa merusak lingkungan. Transisi energi hijau mengacu pada pergeseran terstruktur dari sumber […]

  • Kisah Pak Budi: Transisi Energi Hijau yang Turunkan Tagihan Listrik

    Kisah Pak Budi: Transisi Energi Hijau yang Turunkan Tagihan Listrik

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Negara dan perusahaan kini berupaya menggantikan bahan bakar fosil dengan sumber terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan biomassa demi menurunkan emisi karbon. Proses ini melibatkan investasi infrastruktur, kebijakan tarif listrik yang mendukung, serta perubahan perilaku konsumen menuju efisiensi energi. Transisi energi hijau berarti beralih dari listrik yang dihasilkan lewat batubara, minyak, atau gas […]

  • Krisis iklim: Q&A Praktis Mengurangi Emisi di Rumah Tangga

    Krisis iklim: Q&A Praktis Mengurangi Emisi di Rumah Tangga

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Krisis iklim mengacu pada perubahan suhu global serta pola cuaca yang dipercepat oleh aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil. Dampaknya mencakup naiknya permukaan laut, cuaca ekstrem yang lebih intens, dan tekanan pada ekosistem serta ketahanan pangan, sehingga menuntut aksi kolektif segera. Krisis iklim menuntut kita melihat kembali pola konsumsi energi, transportasi, dan […]

  • Siapkan SDM Kehutanan Unggul, BP2SDM Rumuskan Arah Transformasi hingga 2029

    Siapkan SDM Kehutanan Unggul, BP2SDM Rumuskan Arah Transformasi hingga 2029

    • calendar_month Rabu, 4 Nov 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Yogyakarta, 4 November 2026. Sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, inovatif, dan berintegritas menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan kehutanan Indonesia. Menyadari pentingnya peran tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) BP2SDM Tahun 2026 pada 4–5 November 2026 di Yogyakarta. Mengusung tema “Meretas Jalan Transformasi Menuju […]

  • Panduan Praktis 5 Langkah Reduksi Jejak Karbon di Krisis Iklim

    Panduan Praktis 5 Langkah Reduksi Jejak Karbon di Krisis Iklim

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kenaikan suhu global dipicu oleh emisi gas rumah kaca dari pembakaran fosil, deforestasi, dan praktik pertanian intensif. Akibatnya, cuaca ekstrem, naiknya permukaan laut, dan hilangnya keanekaragaman hayati semakin memperparah tekanan pada ekosistem serta masyarakat. Mengurangi emisi, melindungi hutan, dan beralih ke energi terbarukan menjadi langkah paling mendesak untuk menahan laju perubahan. Krisis iklim […]

expand_less