Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » AS Setujui Penjualan Puluhan Jet Tempur Siluman Rp 431 T ke Arab Saudi

AS Setujui Penjualan Puluhan Jet Tempur Siluman Rp 431 T ke Arab Saudi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

WASHINGTON DC – Amerika Serikat membuka jalan bagi penjualan 48 unit jet tempur siluman F-35 kepada Arab Saudi dengan nilai yang diperkirakan mencapai US$24,3 miliar atau sekitar Rp431 triliun. Persetujuan awal tersebut menjadi langkah penting dalam proses panjang Riyadh untuk mendapatkan pesawat tempur generasi kelima buatan Amerika Serikat.

Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui kemungkinan penjualan tersebut dan menyampaikannya kepada Kongres untuk menjalani proses peninjauan. Dengan demikian, paket senilai US$24,3 miliar itu belum menjadi kontrak final dan masih menunggu tahapan persetujuan berikutnya di Washington.

Paket yang diusulkan mencakup 48 unit F-35A dengan kemampuan lepas landas dan mendarat konvensional serta 49 mesin Pratt & Whitney F135-PW-100. Sebanyak 48 mesin akan digunakan untuk pesawat, sementara satu mesin disiapkan sebagai cadangan.

Selain pesawat dan mesin, paket tersebut mencakup berbagai perlengkapan pendukung seperti sistem komunikasi aman, perangkat navigasi dan kriptografi, dukungan peperangan elektronik, suku cadang, peralatan pemeliharaan, simulator, pelatihan, perangkat lunak hingga dukungan logistik.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan usulan penjualan tersebut ditujukan untuk memperkuat kemampuan pertahanan Arab Saudi dalam menghadapi ancaman saat ini maupun di masa mendatang. Washington juga menyebut pengadaan F-35 dapat meningkatkan interoperabilitas antara pasukan Saudi dan militer AS serta memperkuat kemampuan pertahanan udara Riyadh.

“Usulan penjualan ini akan meningkatkan kemampuan Arab Saudi dalam menangkal ancaman saat ini dan masa depan dengan memperkuat pertahanan dalam negerinya, dan meningkatkan interoperabilitas dengan pasukan AS,” kata Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya.

Bagi Arab Saudi, rencana pengadaan F-35 merupakan bagian dari upaya modernisasi kekuatan udaranya. Riyadh telah lama mengincar pesawat tersebut, tetapi rencana itu sebelumnya menghadapi berbagai pertimbangan politik dan keamanan, terutama terkait keseimbangan kekuatan militer di Timur Tengah.

F-35 selama ini menjadi salah satu pesawat tempur paling canggih dalam inventaris Amerika Serikat dan sejumlah negara sekutunya. Di kawasan Timur Tengah, Israel menjadi satu-satunya negara yang telah mengoperasikan F-35. Karena itu, kemungkinan penjualan pesawat tersebut kepada Arab Saudi menjadi perhatian tersendiri dalam konteks hubungan pertahanan Washington dengan Israel.

Persetujuan Departemen Luar Negeri AS juga belum otomatis berarti pesawat akan segera dikirim ke Arab Saudi. Notifikasi kepada Kongres merupakan bagian dari proses Foreign Military Sale yang memberikan kesempatan kepada anggota parlemen AS untuk meninjau dan, dalam kondisi tertentu, menolak penjualan tersebut. Belum ada jadwal pengiriman yang diumumkan secara resmi.

Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington menyambut perkembangan tersebut. Riyadh menyebut langkah tersebut sebagai cerminan kuatnya hubungan pertahanan antara kedua negara dan menilai kerja sama keamanan AS-Saudi telah menjadi bagian dari hubungan strategis kedua negara.

Rencana penjualan F-35 juga muncul di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah. Arab Saudi dalam beberapa waktu terakhir menghadapi ancaman serangan rudal dan drone, sementara konflik yang melibatkan Iran serta kelompok Houthi di Yaman turut meningkatkan perhatian terhadap sistem pertahanan udara negara-negara kawasan.

Reuters melaporkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump telah menjadikan penjualan senjata kepada Riyadh sebagai salah satu bagian penting dari hubungan pertahanan kedua negara. Pada 2025, AS dan Arab Saudi juga menyepakati paket kerja sama pertahanan yang nilainya disebut hampir mencapai US$142 miliar.

Jika terealisasi, pengadaan 48 F-35 tersebut akan menjadi salah satu pembelian alutsista terbesar Arab Saudi dari Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, nilai transaksi, waktu pengiriman, konfigurasi akhir pesawat, serta rincian dukungan persenjataan masih dapat berubah selama proses persetujuan dan negosiasi berlangsung.

Dengan demikian, perkembangan terbaru ini lebih tepat disebut sebagai persetujuan AS terhadap kemungkinan penjualan F-35 kepada Arab Saudi, bukan penjualan yang sudah sepenuhnya rampung. Keputusan akhir akan bergantung pada proses Kongres AS dan tahapan kontraktual berikutnya antara Washington dan Riyadh.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Studi Kasus PLTS Atap Bali: Praktik Kedaulatan Energi yang Terbukti

    Studi Kasus PLTS Atap Bali: Praktik Kedaulatan Energi yang Terbukti

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kedaulatan energi mencakup kemampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan energi domestik secara mandiri, mengurangi ketergantungan pada impor, serta mengendalikan sumber daya dan infrastruktur energinya. Dengan memanfaatkan energi terbarukan dan memperkuat produksi dalam negeri, negara dapat memastikan pasokan stabil, mendukung keamanan ekonomi, dan melindungi lingkungan. Kedaulatan energi memberi hak dan kemampuan suatu komunitas untuk […]

  • Subsidi tepat sasaran vs bantuan umum: 3 data kunci pilih tepat

    Subsidi tepat sasaran vs bantuan umum: 3 data kunci pilih tepat

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Pemerintah menyalurkan subsidi yang hanya diberikan kepada kelompok atau wilayah yang memang membutuhkan, berdasar data kependudukan dan ekonomi. Dengan begitu, bantuan menjadi lebih efisien, mengurangi pemborosan anggaran, dan membantu menurunkan kemiskinan secara terukur. Jika ditanya secara singkat, subsidi tepat sasaran merujuk pada alokasi bantuan pemerintah yang disalurkan hanya kepada kelompok atau individu yang […]

  • Kisah Pak Budi: Dari Lampu Pijar ke Transisi Energi Hijau Hemat

    Kisah Pak Budi: Dari Lampu Pijar ke Transisi Energi Hijau Hemat

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Peralihan menuju sistem energi yang lebih bersih melibatkan penggantian bahan bakar fosil dengan sumber terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan bioenergi, sekaligus menurunkan emisi karbon serta meningkatkan kemandirian energi. Proses ini didorong oleh kebijakan pemerintah, investasi swasta, dan perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini lebih mengutamakan efisiensi dan keberlanjutan. Mengalihkan pemakaian energi dari […]

  • Krisis iklim: Praktik Integrasi Adaptasi di Proyek Infrastruktur

    Krisis iklim: Praktik Integrasi Adaptasi di Proyek Infrastruktur

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Krisis iklim mengacu pada perubahan suhu dan pola cuaca global yang dipicu utama oleh emisi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia, sehingga mempercepat pemanasan bumi, naiknya level laut, dan frekuensi cuaca ekstrem. Para ilmuwan sepakat bahwa tanpa penurunan signifikan emisi, dampak sosial‑ekonomi akan semakin parah dalam beberapa dekade mendatang. Krisis iklim menimbulkan perubahan […]

  • Mengoptimalkan Subsidi tepat sasaran: 5 Langkah Praktis dari Lapangan

    Mengoptimalkan Subsidi tepat sasaran: 5 Langkah Praktis dari Lapangan

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Program subsidi tepat sasaran berupaya menyalurkan bantuan langsung ke kelompok yang paling membutuhkan, seperti petani kecil atau keluarga berpendapatan rendah, melalui verifikasi data yang ketat. Dengan meminimalisir kebocoran dana, kebijakan ini diharapkan meningkatkan efisiensi anggaran negara dan mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif. Subsidi tepat sasaran mengacu pada alokasi dana atau bantuan yang diarahkan secara […]

  • Panduan Praktis Capai Kedaulatan Energi di Rumah: 5 Langkah

    Panduan Praktis Capai Kedaulatan Energi di Rumah: 5 Langkah

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kedaulatan energi menekankan kemampuan suatu negara menguasai sumber daya, produksi, dan distribusi energi agar tidak tergantung pada impor. Di Indonesia, ini berarti memperkuat eksplorasi dalam negeri, mengoptimalkan pembangkit listrik terbarukan, serta membangun infrastruktur penyimpanan yang mandiri. Dengan begitu, stabilitas pasokan dan harga energi dapat lebih terjaga. Membangun kemampuan rumah untuk menghasilkan, menyimpan, dan […]

expand_less