Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » Fakta-fakta Bantuan Percepatan Penanganan Karhutla Rp1,235 Triliun

Fakta-fakta Bantuan Percepatan Penanganan Karhutla Rp1,235 Triliun

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 26 Oktober 2026. Pemerintah pusat mengucurkan bantuan sebesar Rp1,235 triliun untuk bantuan percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh provinsi terdampak. Bantuan percepatan penanganan karhutla ini diusulkan oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni terus memantau situasi lapangan dan melaporkan semua perkembangan pengendalian karhutla di beberapa provinsi langsung kepada Presiden.Seperti apa fakta-faktanya:

  1. Peruntukan untuk Provinsi Prioritas

Terkait pengucuran bantuan percepatan penanganan Karhutla ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono pada konferensi pers di Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (22/10), Menko Sugiono menuturkan bantuan pemerintah pusat tersebut disalurkan ke tujuh provinsi, yaitu Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Riau.

“Total bantuan pemerintah pusat adalah sebesar Rp1,235 triliun yang ditekankan oleh Bapak Presiden bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan tanggap darurat karhutla, membantu masyarakat terdampak semaksimal mungkin, dan merupakan wujud upaya keras pemerintah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,” kata Menko Sugiono dalam konferensi pers mengenai progres penanganan karhutla di Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (22/10).

  1. Dikucurkan Bertahap untuk Penanganan Karhutla dan Masyarakat

Sugiono mengatakan, bantuan pemerintah pusat tersebut disalurkan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan pada 7 September 2026, sedangkan bantuan tahap kedua telah ditransfer pada Kamis (22/10).

Bantuan tersebut diprioritaskan untuk tiga kebutuhan utama, yakni perlindungan masyarakat terdampak, upaya pemadaman dan penanggulangan karhutla, serta dukungan logistik bagi personel yang bertugas. Untuk perlindungan masyarakat, bantuan digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan, pembagian masker, penyediaan oksigen portabel, fasilitas rumah oksigen, hingga penanganan warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sementara itu, untuk penanggulangan karhutla, bantuan dapat digunakan untuk menambah alat pelindung diri, pompa air, tangki air, selang pemadaman, alat suntik air untuk lahan gambut, hingga pembangunan sumur bor.

  1. 71.000 Personel Masih Siaga

Seugiono menuturkan saat ini sekitar 71.000 personel telah dikerahkan untuk menangani karhutla. Upaya pemadaman dilakukan melalui operasi darat dan udara, termasuk water bombing serta modifikasi cuaca menggunakan dry ice dan natrium klorida (NaCl) atau garam.

“Juga dilakukan operasi udara seperti water bombing, penaburan dry ice yang dalam satu minggu terakhir menunjukkan hasil efektif, serta penaburan NaCl sebagai bagian dari proses modifikasi cuaca untuk menurunkan hujan di wilayah-wilayah terdampak,” katanya.

BNPB dan BMKG terus berupaya meningkatkan dan mempercepat penanganan karhutla. Sementara itu, Kementerian Kesehatan berkoordinasi untuk mendistribusikan peralatan dan sarana pendukung kesehatan bagi masyarakat di wilayah yang terdampak parah. Kementeruan Kehutanan juga terus melakukan operasi pengendalian Karhutla melalui Manggala Agni di garda terpepan bersama TNI Polri dan relawan dan organ-organ Kementerian Kehutanan lainnya semuanya siaga.

  1. Dikelola oleh pemerintah daerah

Menhut Raja Juli Antoni menuturkan dana bantuan sudah ditransfer ke pemerintah daerah. Menhut meminta pemerintah daerah memanfaatkan bantuan secara maksimal dan sesuai peruntukan.

“Jadi supaya bupati bisa memanfaatkan secara maksimum apa yang sudah diberikan ini sesuai dengan peruntukannya, sesuai dengan surat edaran yang sudah diterbitkan oleh Pak Mendagri,” kata Raja Antoni.

Banpres tersebut merupakan dana yang dikelola sendiri oleh pemerintah daerah dan tidak termasuk dana penanganan karhutla berupa operasi modifikasi cuaca (OMC) hingga water bombing yang dilakukan pemerintah pusat melalui BNPB, BMKG, Kementerian Kehutanan, dan kementerian/lembaga lainnya.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kedaulatan energi vs impor: Pilih opsi biaya rendah &keandalan tinggi

    Kedaulatan energi vs impor: Pilih opsi biaya rendah &keandalan tinggi

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kedaulatan energi berarti kemampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan energi domestik tanpa tergantung pada pasokan luar. Hal ini biasanya dicapai lewat pengembangan sumber daya alam sendiri, diversifikasi tenaga terbarukan, serta investasi pada infrastruktur produksi dan distribusi yang mandiri. Dengan begitu, negara dapat mengontrol harga, keamanan pasokan, dan mengurangi kerentanan geopolitik. Kedaulatan energi berarti […]

  • Kapolri Selidiki Kebakaran KMP Batumandi, Dugaan Unsur Kesengajaan Didalami

    Kapolri Selidiki Kebakaran KMP Batumandi, Dugaan Unsur Kesengajaan Didalami

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    CILEGON – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyatakan Polri akan mendalami penyebab kebakaran kapal motor penyeberangan (KMP) Batumandi di perairan Selat Sunda. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan apakah insiden tersebut dipicu faktor teknis, nonteknis, atau kemungkinan adanya unsur kesengajaan. Suyudi mengatakan Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri akan turut membantu proses penyelidikan atas kebakaran […]

  • Kedaulatan energi: Data Tersembunyi Surya Turunkan Tagihan 30%

    Kedaulatan energi: Data Tersembunyi Surya Turunkan Tagihan 30%

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Konsep kedaulatan energi menggambarkan kemampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan energi domestik tanpa bergantung secara signifikan pada impor. Dengan mengembangkan sumber daya lokal—baik fosil, terbarukan, maupun teknologi penyimpanan—negara dapat mengamankan pasokan, menstabilkan harga, dan memperkuat posisi geopolitiknya. Pada praktiknya, kebijakan ini biasanya melibatkan investasi infrastruktur, diversifikasi sumber, serta regulasi yang mendukung produksi dalam […]

  • Kedaulatan Energi: Jawaban Praktis atas Tantangan dan Solusi

    Kedaulatan Energi: Jawaban Praktis atas Tantangan dan Solusi

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kedaulatan energi berarti suatu negara mampu memenuhi kebutuhan energi domestik secara mandiri lewat sumber daya yang dimiliki, tanpa tergantung pada impor. Dengan begitu, stabilitas pasokan, harga terjangkau, dan kontrol atas kebijakan energi dapat dijaga, mendukung pertumbuhan ekonomi serta keamanan nasional. Kedaulatan energi berarti kemampuan Indonesia untuk memenuhi seluruh kebutuhan energi domestik melalui sumber […]

  • Digitalisasi pemerintahan: Cloud vs On‑Premise, Pilih yang Efisien

    Digitalisasi pemerintahan: Cloud vs On‑Premise, Pilih yang Efisien

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Digitalisasi pemerintahan mempercepat layanan publik lewat platform online, mengurangi birokrasi, dan meningkatkan transparansi data. Dengan integrasi sistem e‑service, pemerintah dapat memantau proses secara real‑time serta memudahkan warga mengakses informasi tanpa harus datang ke kantor. Layanan publik kini beralih ke platform digital, memungkinkan warga mengakses dokumen, mengajukan izin, atau melacak bantuan lewat satu portal […]

  • Menjaga Wibawa Presiden, Memperkuat Persatuan Bangsa

    Menjaga Wibawa Presiden, Memperkuat Persatuan Bangsa

    • calendar_month Selasa, 3 Nov 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta (ANTARA) – “Kekuasaan tumbuh di antara manusia ketika mereka bertindak bersama, dan lenyap saat mereka tercerai-berai.” Perpecahan bangsa tidak selalu dimulai dari bentrokan antarsuku atau pertikaian agama. Perpecahan juga dapat bermula ketika fakta kehilangan tempat, kebohongan mendapat panggung, dan kebencian dipelihara demi merebut kekuasaan. Masyarakat akhirnya bukan sekadar berbeda pendapat. Mereka mulai kehilangan kepercayaan […]

expand_less