Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » Menjaga Wibawa Presiden, Memperkuat Persatuan Bangsa

Menjaga Wibawa Presiden, Memperkuat Persatuan Bangsa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 3 Nov 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta (ANTARA) – “Kekuasaan tumbuh di antara manusia ketika mereka bertindak bersama, dan lenyap saat mereka tercerai-berai.” Perpecahan bangsa tidak selalu dimulai dari bentrokan antarsuku atau pertikaian agama. Perpecahan juga dapat bermula ketika fakta kehilangan tempat, kebohongan mendapat panggung, dan kebencian dipelihara demi merebut kekuasaan.

Masyarakat akhirnya bukan sekadar berbeda pendapat. Mereka mulai kehilangan kepercayaan satu sama lain, bahkan menolak kebijakan pemerintah sebelum melihat dan menilai manfaatnya.

Karena itu, peringatan Presiden Prabowo Subianto di SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jumat, 30 Oktober 2026, patut mendapat perhatian serius. Presiden mengingatkan adanya kelompok yang menginginkan negara dibangun berdasarkan agama, suku, atau ras tertentu.

Prabowo meminta nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan terus ditanamkan. Pesan ini menyentuh fondasi Indonesia sebagai rumah bersama yang tidak boleh dikuasai oleh satu identitas saja.

Saya mendukung ketegasan Presiden tersebut. Namun, ancaman perpecahan tidak cukup dibaca hanya melalui persoalan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Ada pula kepentingan perebutan kekuasaan yang dapat menggunakan kebohongan untuk merusak kewibawaan kepemimpinan. Manipulasi hasil survei dan disinformasi digital, misalnya, dapat menjadi bagian dari persoalan tersebut. Begitu pula korupsi dan penyimpangan dalam pelaksanaan program rakyat yang perlahan mengikis kepercayaan masyarakat.

Kelima persoalan itu tidak selalu saling berkaitan, apalagi otomatis digerakkan oleh satu pihak. Menganggap semuanya sebagai bagian dari satu konspirasi justru dapat melemahkan argumentasi. Yang perlu diperhatikan adalah mekanismenya: bagaimana prasangka dibangun, fakta dipelintir, kepercayaan dirusak, hingga kemampuan pemerintah melayani masyarakat ikut terganggu. Peringatan ini bukan tuduhan kepada pihak tertentu, sebab setiap tuduhan tetap harus didukung bukti.

Politik identitas menjadi berbahaya ketika perbedaan digunakan untuk meniadakan kesetaraan warga negara. Seseorang dinilai berdasarkan agamanya, bukan tindakannya; berdasarkan sukunya, bukan gagasannya. Dalam situasi seperti itu, lawan politik dapat berubah menjadi musuh yang dianggap mengancam keberadaan kelompok lain.

Menjaga Pancasila berarti memastikan persaingan politik tidak berubah menjadi penolakan terhadap hak warga lain untuk hidup setara di Indonesia.

Robert David Putnam, ilmuwan politik Amerika Serikat dan profesor emeritus kebijakan publik di Harvard University, memberikan penjelasan penting mengenai persoalan ini.

Dalam bukunya, Bowling Alone (2000), Putnam menjelaskan pentingnya modal sosial, yakni jaringan hubungan dan kepercayaan yang memungkinkan masyarakat bekerja sama. Ketika hubungan lintas kelompok melemah, kemampuan masyarakat untuk membangun kerja sama juga ikut tergerus.

Pelajaran bagi Indonesia cukup jelas. Persatuan tidak cukup dibangun melalui seruan di podium, tetapi harus diwujudkan melalui pengalaman bekerja bersama. Sekolah, koperasi, kelompok tani, dan komunitas nelayan dapat menjadi ruang pertemuan bagi warga dengan pilihan politik berbeda untuk memperjuangkan kepentingan yang sama.

Program-program Presiden juga berpeluang memperkuat persatuan apabila manfaatnya dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tidak memilihnya. Dengan begitu, kebijakan pemerintah tidak hanya menjadi alat pembangunan, tetapi juga sarana memperkuat kepercayaan dan kebersamaan sebagai satu bangsa.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Subsidi tepat sasaran vs bantuan umum: mana lebih efektif untuk UMKM?

    Subsidi tepat sasaran vs bantuan umum: mana lebih efektif untuk UMKM?

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Program subsidi tepat sasaran berupaya menyalurkan bantuan ke kelompok yang paling membutuhkan, biasanya berdasarkan kriteria pendapatan, lokasi, atau jenis pekerjaan. Dengan mengefisienkan alokasi dana, pemerintah dapat meminimalkan pemborosan dan meningkatkan dampak sosial, seperti mengurangi kemiskinan dan meningkatkan akses layanan dasar. Subsidi tepat sasaran memberi bantuan keuangan atau non‑keuangan yang hanya ditujukan kepada UMKM […]

  • 6 Langkah Praktis Jaga Keamanan Pangan di Warung dengan Modal Minim

    6 Langkah Praktis Jaga Keamanan Pangan di Warung dengan Modal Minim

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Keamanan pangan memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi tidak mengandung kontaminan berbahaya, baik mikroba, kimia, maupun fisik, sehingga melindungi kesehatan masyarakat. Praktiknya meliputi kontrol dari produksi hingga distribusi, termasuk standar sanitasi, sertifikasi, dan pemantauan rutin oleh otoritas terkait. Dengan penerapan yang konsisten, risiko keracunan atau penyakit yang ditularkan makanan dapat diminimalisir secara signifikan. Keamanan […]

  • Panduan Praktis Digitalisasi Pemerintahan: 5 Langkah Implementasi Efisien

    Panduan Praktis Digitalisasi Pemerintahan: 5 Langkah Implementasi Efisien

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Proses transformasi layanan publik ini memindahkan administrasi, data, dan interaksi ke platform digital, sehingga pelayanan menjadi lebih cepat, transparan, dan dapat diakses kapan saja. Contohnya, sistem e‑procurement, portal kependudukan, dan aplikasi pembayaran pajak yang mengurangi antrian serta meminimalkan peluang korupsi. Pada praktiknya, digitalisasi membantu pemerintah mengoptimalkan sumber daya dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam […]

  • Krisis iklim: Kebijakan Tersembunyi Perburuk Bencana & Solusi Praktis

    Krisis iklim: Kebijakan Tersembunyi Perburuk Bencana & Solusi Praktis

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Pemanasan global yang mempercepat perubahan cuaca ekstrem, naiknya permukaan laut, dan menurunnya keanekaragaman hayati menjadi inti krisis iklim saat ini. Dampaknya terasa pada sektor pertanian, kesehatan, serta ekonomi, terutama di wilayah tropis yang rentan terhadap banjir dan kekeringan. Upaya mitigasi—seperti transisi energi bersih, konservasi hutan, dan pengurangan emisi—merupakan langkah krusial untuk membatasi kerusakan […]

  • IHSG Anjlok 5,05 Persen ke Level 4.923, Saham Bank dan Tambang Tertekan

    IHSG Anjlok 5,05 Persen ke Level 4.923, Saham Bank dan Tambang Tertekan

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan sesi I, Senin (19/10/2026). Indeks saham domestik merosot 5,05 persen atau kehilangan 261,84 poin ke level 4.923 seiring maraknya aksi jual yang menekan sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan, energi, dan pertambangan. Sepanjang perdagangan pagi, IHSG bergerak di rentang 4.907 hingga […]

  • Ilustrasi investasi hijau menampilkan panel surya, turbin angin, dan grafik pertumbuhan berkelanjutan.

    Investasi hijau: 5 Fakta tersembunyi dan cara optimalkan ROI di 2024

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Investasi hijau mengacu pada penanaman modal di proyek atau perusahaan yang memberikan manfaat lingkungan, seperti energi terbarukan, efisiensi energi, atau pengelolaan limbah. Tujuannya bukan hanya profit, melainkan juga mengurangi jejak karbon dan mendukung transisi ke ekonomi berkelanjutan. Karena meningkatnya kesadaran iklim, banyak investor kini menilai portofolio mereka lewat kriteria ESG untuk menyeimbangkan risiko […]

expand_less