Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » Kadin: Industrialisasi RI Jangan Hanya Bergantung pada Komoditas Nikel

Kadin: Industrialisasi RI Jangan Hanya Bergantung pada Komoditas Nikel

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Sektor industri nasional menunjukkan perkembangan positif. Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, penguatan Purchasing Managers’ Index (PMI) sejalan dengan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Oktober 2026 yang mencapai 53,77.

Menurut Sarmuji, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap kondisi industri di Indonesia. Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan sektor industri agar semakin kuat.

“Ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia sedang baik. Saatnya momentum tersebut kita manfaatkan untuk mendorong industri agar tumbuh lebih tinggi lagi,” kata Sarmuji, dikutip Selasa (3/11/2026).

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N. Bakrie juga menilai penguatan indikator industri tersebut menjadi sinyal positif bagi proses industrialisasi nasional. Namun, ia menekankan bahwa pertumbuhan industri harus memberikan manfaat bagi pelaku usaha dari berbagai skala.

“Kami datang untuk menyampaikan optimisme bahwa industrialisasi sudah kembali menggeliat di Indonesia,” ujar Anindya.

Menurut Anindya, industrialisasi Indonesia tidak boleh hanya mengandalkan perusahaan besar dan komoditas tertentu seperti nikel. Berbagai komoditas unggulan daerah, seperti sagu, alga, dan kelapa, juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Ia menegaskan bahwa semangat Indonesia Incorporated harus diwujudkan melalui kerja sama yang melibatkan seluruh pelaku usaha, termasuk industri kecil dan menengah (IKM).

“Tugas kami adalah bagaimana dengan semangat Indonesia Incorporated, gotong royong itu bukan hanya melibatkan perusahaan besar, tetapi juga perusahaan industri kecil dan menengah. Semuanya harus bisa ikut berpartisipasi dalam industrialisasi nasional.”

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Jumhur: Potensi Nilai Ekonomi Karbon RI Capai Rp4.500 Triliun

    Menteri Jumhur: Potensi Nilai Ekonomi Karbon RI Capai Rp4.500 Triliun

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BALI – Indonesia memiliki potensi nilai ekonomi karbon yang diperkirakan mencapai 200 miliar dolar AS atau setara Rp4.500 triliun. Pemerintah mendorong potensi tersebut menjadi sumber pembiayaan pemulihan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah. Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Moh. Jumhur Hidayat, menyampaikan hal itu saat membuka Workshop […]

  • Strategi Praktis Digitalisasi Pemerintahan untuk Efisiensi Terukur

    Strategi Praktis Digitalisasi Pemerintahan untuk Efisiensi Terukur

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Digitalisasi pemerintahan mengacu pada penerapan teknologi informasi untuk mengubah cara layanan publik disampaikan, mengotomatiskan proses administratif, serta meningkatkan transparansi dan partisipasi warga. Dengan memindahkan data dan prosedur ke platform digital, pemerintah dapat mempercepat respons, mengurangi biaya operasional, dan mempermudah akses informasi bagi masyarakat. Hasilnya, layanan menjadi lebih efisien, akuntabel, dan mudah dijangkau. Penerapan […]

  • Transisi energi hijau: Studi Kasus PLTS Nusa Tenggara, Insight Kota

    Transisi energi hijau: Studi Kasus PLTS Nusa Tenggara, Insight Kota

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Secara umum, proses ini berarti menggantikan pembangkit listrik berbahan bakar fosil dengan sumber terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan biomassa, sambil meningkatkan efisiensi serta mengurangi emisi karbon. Para praktisi menekankan bahwa keberhasilan bergantung pada kebijakan yang mendukung, investasi teknologi, dan perubahan perilaku konsumen. Transisi energi hijau menandai pergeseran sistem energi kota dari ketergantungan […]

  • Pendidikan Gratis Dikaji, Pemerintah Hitung BOS hingga Kesejahteraan Guru

    Pendidikan Gratis Dikaji, Pemerintah Hitung BOS hingga Kesejahteraan Guru

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono mematangkan skema kebijakan pendidikan gratis bagi satuan pendidikan berbasis keagamaan. Kebijakan ini mencakup pendidikan dasar dan menengah, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta perluasan akses pendidikan tinggi keagamaan. Pemerintah juga mengkaji opsi penghapusan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan penambahan kuota […]

  • KPK Yakin Nusron Wahid Kooperatif jika Dipanggil sebagai Saksi Kasus HGB Summarecon

    KPK Yakin Nusron Wahid Kooperatif jika Dipanggil sebagai Saksi Kasus HGB Summarecon

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid akan bersikap kooperatif apabila nantinya dipanggil sebagai saksi dalam perkara dugaan suap pengurusan dan pembukaan blokir hak guna bangunan (HGB) lahan Summarecon di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Keyakinan tersebut disampaikan KPK setelah empat orang yang disebut sebagai orang […]

  • IHSG Anjlok 5,05 Persen ke Level 4.923, Saham Bank dan Tambang Tertekan

    IHSG Anjlok 5,05 Persen ke Level 4.923, Saham Bank dan Tambang Tertekan

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan sesi I, Senin (19/10/2026). Indeks saham domestik merosot 5,05 persen atau kehilangan 261,84 poin ke level 4.923 seiring maraknya aksi jual yang menekan sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan, energi, dan pertambangan. Sepanjang perdagangan pagi, IHSG bergerak di rentang 4.907 hingga […]

expand_less