Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar, Diajukan Sebelum Kasus ATR/BPN

Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar, Diajukan Sebelum Kasus ATR/BPN

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar. Pengunduran diri tersebut dikonfirmasi Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia dan disebut telah diajukan sejak beberapa bulan lalu.

“Saudara Nusron memang sudah mengajukan pengunduran diri dari Kepengurusan DPP Partai Golkar sejak beberapa bulan lalu,” kata Doli kepada wartawan, Sabtu (19/9/2026).

Doli belum menjelaskan alasan Nusron memilih meninggalkan struktur kepengurusan partai. Sebelumnya, Nusron tercatat sebagai pengurus DPP Partai Golkar periode 2024-2029 dengan posisi Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian.

Informasi mengenai pengunduran diri Nusron tersebut muncul ketika namanya tengah menjadi perhatian publik menyusul penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi dalam pengurusan hak guna bangunan (HGB) di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

KPK sebelumnya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek pada 14 September 2026. OTT tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor. Sehari kemudian, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka.

Dari delapan tersangka tersebut, KPK menyebut empat orang diduga merupakan orang kepercayaan Nusron Wahid. Mereka adalah mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Ketua DPP Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq, serta pihak swasta Erwin dan Muhammad Fakhry.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan penyebutan empat orang tersebut sebagai orang kepercayaan Nusron didasarkan pada keterangan dan barang bukti yang diperoleh penyidik dalam proses penanganan perkara.

Meski demikian, KPK belum menetapkan Nusron Wahid sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Penyidik juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dan menyatakan penyidikan masih berada pada tahap awal.

Karena itu, pengunduran diri Nusron dari kepengurusan Partai Golkar perlu dipisahkan dari proses hukum yang sedang berjalan. Keterangan Partai Golkar menyebut pengunduran diri tersebut telah diajukan beberapa bulan sebelum informasi tersebut disampaikan ke publik pada September 2026.

Dalam perkembangan penyidikan, KPK terus menelusuri dugaan aliran uang dan peran masing-masing pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik juga masih mengumpulkan alat bukti untuk mengetahui sejauh mana perkara tersebut berkembang dan apakah terdapat pihak lain yang memiliki keterkaitan.

Nusron sendiri sebelumnya menyatakan menghormati proses hukum yang dilakukan KPK dan menyatakan akan kooperatif apabila diperlukan dalam proses penyidikan.

Dengan demikian, hingga Sabtu (19/9/2026), terdapat dua perkembangan yang berjalan secara bersamaan: pengunduran diri Nusron dari kepengurusan DPP Partai Golkar yang disebut telah diajukan beberapa bulan lalu, serta proses penyidikan KPK terhadap dugaan korupsi di lingkungan ATR/BPN yang masih berlangsung.

Status hukum Nusron dalam perkara tersebut juga belum berubah. KPK masih mendalami perkara dan belum menetapkannya sebagai tersangka.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Budi: Dari Lampu Lilin ke Transisi energi hijau Hemat Listrik

    Kisah Budi: Dari Lampu Lilin ke Transisi energi hijau Hemat Listrik

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Pergeseran ke energi hijau berarti menggantikan bahan bakar fosil dengan sumber terbarukan seperti surya, angin, dan biomassa, sekaligus meningkatkan efisiensi serta menurunkan emisi karbon. Upaya ini biasanya melibatkan kebijakan pemerintah, investasi infrastruktur, dan perubahan perilaku konsumen untuk mempercepat pencapaian target iklim global. Bergerak dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil ke sumber yang memanfaatkan […]

  • Transisi energi hijau: Insight Praktis dari Proyek Surya Pedesaan

    Transisi energi hijau: Insight Praktis dari Proyek Surya Pedesaan

    • calendar_month 10 jam yang lalu
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Negara dan perusahaan kini beralih dari bahan bakar fosil ke sumber terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan bioenergi untuk menurunkan emisi karbon serta menjaga kestabilan iklim. Proses ini mencakup investasi infrastruktur, kebijakan insentif, dan perubahan perilaku konsumen, sehingga energi yang dihasilkan menjadi lebih bersih, terjangkau, dan berkelanjutan. Transisi energi hijau berarti mengalihkan sumber […]

  • Cara dan Syarat Ambil Bansos Beras 30 Kg di Kopdes Merah Putih

    Cara dan Syarat Ambil Bansos Beras 30 Kg di Kopdes Merah Putih

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa beras sebanyak 30 kilogram untuk keluarga penerima manfaat (KPM) selama periode Oktober–Desember 2026. Bantuan ini menyasar 33,24 juta keluarga di seluruh Indonesia, dengan alokasi 10 kilogram beras per bulan yang disalurkan sekaligus untuk tiga bulan. Masyarakat yang ingin mengambil bantuan perlu memastikan status penerimaan, jadwal pembagian, dan […]

  • 5 Langkah Praktis Mengurangi Dampak Krisis Iklim di Rumah

    5 Langkah Praktis Mengurangi Dampak Krisis Iklim di Rumah

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Krisis iklim mengancam keseimbangan ekosistem serta mata pencaharian jutaan orang, karena suhu global terus naik, curah hujan berubah, dan frekuensi bencana alam meningkat. Dampaknya terasa dari kelaparan akibat gagal panen hingga migrasi massal penduduk pantai yang terpaksa meninggalkan rumah. Mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperkuat adaptasi lokal menjadi langkah krusial untuk menghentikan […]

  • Jarak Pandang Buruk Hambat Operasi Modifikasi Cuaca Karhutla Kalteng

    Jarak Pandang Buruk Hambat Operasi Modifikasi Cuaca Karhutla Kalteng

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah memaksimalkan berbagai upaya untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah operasi modifikasi cuaca (OMC) pada 15–16 Oktober 2026, dengan penerbangan pesawat dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Menteri Kehutanan Raja Antoni mengatakan, penerbangan OMC tidak dapat dilakukan dari Bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya maupun […]

  • Subsidi tepat sasaran

    7 Strategi Subsidi Tepat Sasaran untuk Tingkatkan Kesejahteraan

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Subsidi tepat sasaran ialah bantuan pemerintah yang disalurkan hanya kepada warga atau usaha yang memang memenuhi kriteria kebutuhan, misalnya pendapatan di bawah ambang batas atau berada di wilayah prioritas. Dengan cara ini, dana publik dapat dimaksimalkan manfaatnya tanpa terserap oleh penerima yang tidak memerlukan. Ketika pemerintah menyalurkan dana kepada kelompok yang paling rentan, […]

expand_less