Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » Prabowo Minta Belanja Kementerian dan Lembaga Tetap Efisien hingga Akhir 2026

Prabowo Minta Belanja Kementerian dan Lembaga Tetap Efisien hingga Akhir 2026

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta kementerian dan lembaga (K/L) menjaga efisiensi belanja pada dua bulan terakhir 2026. Langkah ini diperlukan agar realisasi pendapatan dan belanja negara tetap sesuai dengan rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pemerintah masih harus mengumpulkan pendapatan negara lebih dari Rp600 triliun pada November dan Desember 2026. Sementara itu, belanja negara yang masih akan dikeluarkan pada periode tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp990 triliun.

Suahasil menyampaikan hal itu setelah melaporkan realisasi APBN hingga akhir Oktober 2026 kepada Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Ia mengakui realisasi belanja negara biasanya meningkat menjelang akhir tahun anggaran. Namun, percepatan belanja tetap diperbolehkan selama dilakukan secara efisien, dikelola dengan baik, dan sesuai target keluaran yang telah ditetapkan saat pengajuan anggaran.

“Itu silakan, tapi harus tetap efisien, harus tetap dalam tata kelola yang baik,” ujar Suahasil.

Bersama jajaran Kementerian Keuangan, ia juga mengimbau seluruh kementerian dan lembaga untuk meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran hingga akhir tahun. Dengan demikian, upaya mengejar penerimaan negara dapat berjalan beriringan dengan pengendalian belanja.

“Pendapatannya tetap kita cari, pendapatan negara, tapi belanjanya terus kita efisiensikan,” katanya.

Selain itu, Suahasil menyoroti pergerakan harga minyak dunia yang sempat menyentuh 113 dolar AS per barel sebelum mulai melandai dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pemerintah dalam menyiapkan APBN.

Meski demikian, Suahasil belum merinci sumber penerimaan negara yang akan dioptimalkan hingga akhir 2026, termasuk target penerimaan dari sektor pajak.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Subsidi Tepat Sasaran: Apa, Batas, dan Cara Memanfaatkannya?

    Subsidi Tepat Sasaran: Apa, Batas, dan Cara Memanfaatkannya?

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Pemerintah menyalurkan dana secara terfokus kepada kelompok yang memang membutuhkan, biasanya melalui mekanisme verifikasi pendapatan atau kriteria sosial tertentu. Dengan begitu, manfaat bantuan tidak menyebar ke penerima yang tidak tepat, melainkan langsung ke sasaran yang paling rentan. Hasilnya, alokasi anggaran menjadi lebih efisien dan dampak kebijakan sosial meningkat. Subsidi tepat sasaran memberikan bantuan […]

  • Panduan Praktis Digitalisasi Pemerintahan: 5 Langkah Implementasi Efektif

    Panduan Praktis Digitalisasi Pemerintahan: 5 Langkah Implementasi Efektif

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Digitalisasi pemerintahan mempercepat layanan publik dengan mengintegrasikan sistem berbasis cloud, portal online, dan data terbuka, sehingga warga dapat mengakses informasi serta mengajukan permohonan kapan saja tanpa harus datang ke kantor. Pendekatan ini tak hanya memotong birokrasi, tapi juga meningkatkan akuntabilitas karena prosesnya tercatat secara digital dan dapat dipantau secara real‑time. Hasilnya, kepercayaan publik […]

  • Panduan Praktis 5 Langkah Hadapi Krisis Iklim di Rumah Berbasis Ilmiah

    Panduan Praktis 5 Langkah Hadapi Krisis Iklim di Rumah Berbasis Ilmiah

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Fenomena ini muncul karena akumulasi gas rumah kaca yang terus meningkat, mempercepat pemanasan global, mengubah pola cuaca, dan menaikkan permukaan laut. Akibatnya, sektor pertanian, kesehatan, serta ekonomi menghadapi tekanan berat, sehingga transisi ke energi bersih dan strategi adaptasi menjadi kebutuhan mendesak. Krisis iklim menandakan perubahan pola cuaca global yang dipicu oleh penumpukan gas […]

  • Gibran Tanggapi Keluhan Nelayan Soal Subsidi: Segera Kami Cek

    Gibran Tanggapi Keluhan Nelayan Soal Subsidi: Segera Kami Cek

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    CILACAP – Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau langsung alur Sungai Kaliyasa dan kawasan dermaga Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap, Jawa Tengah, Senin (26/10/2026). Peninjauan dilakukan setelah nelayan mengeluhkan pendangkalan akibat sedimentasi yang menyulitkan mereka saat hendak melaut. Persoalan tersebut sebelumnya disampaikan para nelayan dalam dialog di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tegalkatilayu. Mereka berharap pemerintah segera […]

  • Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG Rugikan Negara Rp 863,8 Miliar

    Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG Rugikan Negara Rp 863,8 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kejaksaan Agung mengungkap kerugian keuangan negara sebesar Rp 863,8 miliar dalam kasus dugaan korupsi pengadaan motor listrik untuk program makan bergizi gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) tahun 2025–2026. Kerugian negara tersebut berdasarkan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara tertanggal 5 Oktober 2026 Dalam perkara ini, Kejagung telah menyerahkan lima tersangka beserta barang […]

  • Digitalisasi pemerintahan: 5 data tersembunyi yang ubah layanan publik

    Digitalisasi pemerintahan: 5 data tersembunyi yang ubah layanan publik

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Digitalisasi pemerintahan mempercepat layanan publik, misalnya pengajuan KTP atau pajak dapat selesai secara online tanpa harus antre. Selain itu, data terintegrasi memudahkan pengambilan kebijakan berbasis bukti, mengurangi duplikasi dan potensi korupsi. Dengan infrastruktur yang memadai, pemerintah juga dapat meningkatkan transparansi dan partisipasi warga secara real‑time. Digitalisasi pemerintahan memindahkan proses administratif, layanan publik, dan […]

expand_less