BNI Raih Laba Rp16,1 Triliun hingga Kuartal III-2026, Naik 6,6 Persen
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membukukan laba bersih Rp16,1 triliun hingga kuartal III-2026, tumbuh 6,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) juga meningkat 11,6 persen menjadi Rp27,5 triliun.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, kinerja tersebut mencerminkan ketahanan bisnis dan konsistensi perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang berkualitas di tengah dinamika ekonomi global.
Pertumbuhan didukung penyaluran kredit yang naik 22,2 persen menjadi Rp992,5 triliun. Dana murah atau current account savings account (CASA) juga meningkat 19,6 persen menjadi Rp733,7 triliun. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL gross) membaik dari 2 persen menjadi 1,9 persen.
Dari sisi pendapatan, pendapatan bunga bersih BNI tumbuh 13,6 persen menjadi Rp33,2 triliun, sedangkan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) meningkat 8,3 persen menjadi Rp13,9 triliun.
Layanan digital turut menopang kinerja perseroan. Hingga September 2026, pengguna wondr by BNI mencapai 16,6 juta, naik 58 persen secara tahunan, dengan nilai transaksi Rp1.774 triliun. Sementara itu, nilai transaksi BNIdirect mencapai Rp9.324 triliun, tumbuh 16 persen.
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menjelaskan, ekspansi kredit dilakukan secara selektif dengan menerapkan analisis kelayakan dan pengelolaan risiko yang disiplin. Strategi ini turut mendorong pangsa pasar kredit BNI naik menjadi 10,6 persen.
BNI juga menjaga kecukupan pencadangan dan permodalan. Rasio NPL coverage tercatat 193,3 persen, sedangkan rasio kecukupan modal atau CAR mencapai 19,2 persen. Memasuki kuartal IV-2026, perseroan akan melanjutkan penguatan dana murah, penyaluran kredit secara selektif, transformasi digital, serta pengelolaan risiko untuk mendukung pertumbuhan bisnis berkelan
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar