Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » BSU Rp900 Ribu Mulai Disalurkan November 2026, Ini Syarat Penerimanya

BSU Rp900 Ribu Mulai Disalurkan November 2026, Ini Syarat Penerimanya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 18 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjadwalkan penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026 pada November hingga Desember. Pekerja yang memenuhi persyaratan akan menerima bantuan sebesar Rp900.000 yang dibayarkan sekaligus.

Ketentuan penyaluran BSU tersebut diatur melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16 Tahun 2026 beserta petunjuk teknis pelaksanaannya. Bantuan diberikan sebesar Rp300.000 per bulan selama tiga bulan.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri, menjelaskan pekerja tidak perlu melakukan pendaftaran untuk memperoleh bantuan. Penyaluran dilakukan berdasarkan data dan kriteria yang telah ditetapkan pemerintah.

Adapun syarat penerima BSU 2026 meliputi:

  • Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).
  • Peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan hingga Agustus 2026.
  • Menerima upah paling banyak Rp3,5 juta per bulan atau sesuai upah minimum yang berlaku di wilayah masing-masing.
  • Bukan anggota ASN, TNI, maupun Polri.
  • Tidak sedang menerima Program Keluarga Harapan (PKH) pada periode sebelum penyaluran BSU menjadi kelompok prioritas.

Besaran upah yang digunakan sebagai dasar penentuan penerima mengacu pada data terakhir yang dilaporkan pemberi kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan, meliputi gaji pokok dan tunjangan tetap.

Untuk daerah dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di atas Rp3,5 juta, batas upah disesuaikan dengan UMK setempat. Sementara itu, daerah yang tidak memiliki UMK menggunakan Upah Minimum Provinsi (UMP), dengan ketentuan pembulatan ke atas hingga ratusan ribu rupiah penuh.

Kemnaker juga mengimbau perusahaan memastikan data pekerja yang dilaporkan akurat dan sesuai persyaratan. Masyarakat dapat memeriksa informasi resmi BSU 2026 melalui laman bsu.kemnaker.go.id atau menghubungi pusat layanan Kemnaker di nomor 1500 630.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keluarga Desa Raih Kedaulatan Energi lewat Panel Surya

    Keluarga Desa Raih Kedaulatan Energi lewat Panel Surya

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kedaulatan energi menandakan kemampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri secara mandiri, tanpa bergantung pada pasokan luar. Pencapaiannya biasanya melibatkan diversifikasi sumber energi, pengembangan energi terbarukan, serta investasi pada infrastruktur produksi dan distribusi lokal. Kedaulatan energi berarti sebuah rumah atau komunitas mampu memenuhi kebutuhannya sendiri dengan sumber listrik yang tidak tergantung […]

  • Subsidi Tepat Sasaran vs Bantuan Umum: Pilih yang Efektif untuk UMKM

    Subsidi Tepat Sasaran vs Bantuan Umum: Pilih yang Efektif untuk UMKM

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Program subsidi tepat sasaran menyalurkan bantuan ke kelompok yang memang membutuhkan, biasanya lewat verifikasi data pendapatan atau kepemilikan aset. Dengan mekanisme ini, efisiensi anggaran meningkat dan potensi kebocoran dana dapat ditekan. Subsidi tepat sasaran memberi bantuan keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik UMKM, biasanya melalui verifikasi data, prioritas sektor, dan pencapaian target kinerja. […]

  • Langkah Praktis 5 Tahap Transisi Energi Hijau untuk UMKM

    Langkah Praktis 5 Tahap Transisi Energi Hijau untuk UMKM

    • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Mengalihkan konsumsi energi dari bahan bakar fosil ke sumber terbarukan menjadi fokus utama dalam transisi energi hijau, karena hal itu secara signifikan menurunkan emisi karbon dan memperkuat ketahanan energi nasional. Praktik ini juga membuka peluang ekonomi baru melalui inovasi teknologi bersih serta mendukung target iklim global yang disepakati. Transisi energi hijau menggeser penggunaan […]

  • Keamanan Pangan di Rumah: Apa Bahayanya dan Solusi Praktis?

    Keamanan Pangan di Rumah: Apa Bahayanya dan Solusi Praktis?

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Intinya, memastikan makanan bebas dari kontaminasi berbahaya dan tetap layak konsumsi menjadi fokus utama keamanan pangan. Praktisi biasanya menekankan tiga pilar: kebersihan produksi, pengawasan rantai pasok, serta penegakan standar mutu yang konsisten. Dengan pendekatan ini, risiko keracunan atau dampak jangka panjang pada kesehatan dapat diminimalkan. Keamanan pangan di rumah berarti memastikan setiap bahan […]

  • Pertumbuhan ekonomi daerah

    Strategi Praktis Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Nilai produksi barang dan jasa di suatu wilayah yang meningkat dari tahun ke tahun menandakan pertumbuhan ekonomi daerah, biasanya diukur lewat perubahan PDB daerah tahunan. Faktor utama meliputi investasi, infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, serta kebijakan publik yang mendukung. Konsistensi data BPS menjadi acuan utama untuk menilai tren pertumbuhan tiap daerah. Pertumbuhan ekonomi […]

  • Krisis iklim: Energi Terbarukan vs. Konservasi, Mana Lebih Efektif?

    Krisis iklim: Energi Terbarukan vs. Konservasi, Mana Lebih Efektif?

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca—dari pembakaran bahan fosil, deforestasi, dan kegiatan industri—menyebabkan suhu global naik dan cuaca menjadi lebih ekstrem. Akibatnya, permukaan laut melambung, terjadi lebih banyak banjir, kekeringan, serta ancaman serius pada ketahanan pangan dan kesehatan manusia. Krisis iklim menuntut perubahan drastis karena suhu rata‑rata bumi telah melampaui batas aman yang dipertahankan […]

expand_less