Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » Gus Ipul Pastikan Bantuan Pascabencana Sumatra Rp 435,3 M Mulai Disalurkan

Gus Ipul Pastikan Bantuan Pascabencana Sumatra Rp 435,3 M Mulai Disalurkan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, 19 September 2026 — Pemerintah mulai mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Kementerian Sosial memastikan bantuan jaminan hidup (jadup) dan bantuan isi hunian senilai total Rp435,327 miliar telah cair dan siap disalurkan kepada masyarakat melalui PT Pos Indonesia.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak bencana di enam kabupaten/kota, yakni Kota Langsa, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pencairan anggaran tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani setelah bencana.

“Hari ini bantuan jaminan hidup dan isi hunian untuk enam kabupaten/kota di Sumatera sudah cair. Totalnya Rp435,3 miliar dan siap disalurkan melalui PT Pos kepada masyarakat yang berhak menerima,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/9/2026).

Gus Ipul menyampaikan hal tersebut di sela kunjungannya ke Sekolah Rakyat di Ngawi, Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa setelah anggaran tersedia, tahap berikutnya yang menjadi perhatian pemerintah adalah memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang menjadi sasaran.

Dari total Rp435,327 miliar tersebut, sebanyak Rp322,827 miliar dialokasikan untuk bantuan isi hunian bagi 107.609 kepala keluarga (KK). Sementara itu, Rp112,5 miliar diberikan dalam bentuk bantuan jaminan hidup bagi 83.333 jiwa.

Kabupaten Aceh Utara mendapatkan alokasi terbesar dengan total sekitar Rp328,456 miliar. Anggaran tersebut terdiri atas bantuan isi hunian untuk 101.900 KK sebesar Rp305,7 miliar serta bantuan jaminan hidup bagi 16.857 jiwa sebesar Rp22,756 miliar.

Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi daerah dengan alokasi terbesar berikutnya, yakni sekitar Rp72,977 miliar. Sementara Kota Langsa memperoleh Rp32,674 miliar, Kabupaten Nagan Raya Rp398,7 juta, Kabupaten Tapanuli Utara Rp267,45 juta, dan Kabupaten Lima Puluh Kota Rp553,15 juta.

Menurut Gus Ipul, dua jenis bantuan tersebut memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi. Bantuan jaminan hidup ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, sementara bantuan isi hunian diarahkan untuk membantu keluarga kembali melengkapi kebutuhan rumah tangga setelah kehilangan atau kerusakan akibat bencana.

“Setelah dananya cair, yang paling penting adalah memastikan bantuan segera sampai kepada penerima dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar Gus Ipul.

Kementerian Sosial akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait dalam proses penyaluran. Koordinasi tersebut diperlukan agar distribusi bantuan berjalan tertib, tepat sasaran, serta menjangkau masyarakat yang memang membutuhkan.

Gus Ipul menegaskan bahwa penanganan bencana tidak berhenti ketika kondisi darurat berakhir. Pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk mendampingi masyarakat dalam proses pemulihan hingga mereka dapat kembali menata kehidupan dan memenuhi kebutuhan keluarga.

“Pemerintah membantu bukan hanya ketika bencana terjadi, tetapi juga mendampingi masyarakat sampai mereka bisa menata kembali kehidupannya. Bantuan ini kita harapkan menjadi penguat bagi keluarga terdampak untuk bangkit dan memulai kembali,” pungkasnya.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Cara Praktis Naikkan Keamanan Pangan di Rumah dengan 3 Kriteria

    5 Cara Praktis Naikkan Keamanan Pangan di Rumah dengan 3 Kriteria

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Keamanan pangan menjamin bahwa makanan yang dikonsumsi bebas dari kontaminasi biologis, kimia, dan fisik sehingga tidak menimbulkan risiko kesehatan. Praktik ini meliputi pengawasan mulai dari produksi, pengolahan, distribusi, hingga konsumsi, serta penerapan standar regulasi yang diawasi oleh lembaga terkait. Dengan penerapan yang konsisten, masyarakat dapat mempercayai kualitas makanan sehari-hari. Makanan yang aman tidak […]

  • Ilustrasi investasi hijau menampilkan panel surya, turbin angin, dan grafik pertumbuhan berkelanjutan.

    Investasi hijau: Mengungkap 5 Risiko Tersembunyi & Cara Memitigasinya

    • calendar_month 3 jam yang lalu
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Secara umum, investasi hijau mengacu pada penanaman modal di perusahaan atau proyek yang berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan, seperti energi terbarukan, transportasi bersih, atau teknologi pengelolaan limbah. Para investor biasanya menilai peluang ini lewat kriteria ESG (Environmental, Social, Governance) untuk memastikan dampak positif sekaligus potensi keuntungan jangka panjang. Pendekatan ini membantu mengalihkan dana ke […]

  • Panduan Praktis Menerapkan Subsidi Tepat Sasaran untuk UMKM

    Panduan Praktis Menerapkan Subsidi Tepat Sasaran untuk UMKM

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Program ini dirancang untuk menyalurkan bantuan ke kelompok yang paling membutuhkan, biasanya berdasarkan data kependudukan atau verifikasi pendapatan. Dengan menyesuaikan besaran bantuan, pemerintah dapat meminimalkan pemborosan dan meningkatkan efektivitas kebijakan sosial. Implementasinya melibatkan koordinasi antar lembaga serta penggunaan teknologi seperti sistem data terintegrasi. Subsidi tepat sasaran membantu UMKM memperoleh bantuan keuangan yang memang […]

  • Transisi energi hijau: Apa tantangannya dan solusi praktis untuk UMKM

    Transisi energi hijau: Apa tantangannya dan solusi praktis untuk UMKM

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Secara umum, transisi energi hijau berarti negara dan perusahaan mulai menggantikan bahan bakar fosil dengan sumber terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan biomassa untuk menurunkan emisi karbon dan mencapai target iklim. Proses ini melibatkan investasi infrastruktur, kebijakan subsidi, serta adaptasi teknologi di sektor industri dan transportasi. Transisi energi hijau bagi usaha kecil berarti […]

  • Subsidi tepat sasaran vs Bantuan umum: Pilihan hemat & berdampak UMKM

    Subsidi tepat sasaran vs Bantuan umum: Pilihan hemat & berdampak UMKM

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Subsidi tepat sasaran berarti pemerintah menyalurkan bantuan ke kelompok yang paling membutuhkan dengan mekanisme verifikasi data yang jelas, sehingga dana tidak tersebar kepada penerima yang tidak berhak. Pendekatan ini menurunkan risiko pemborosan dan meningkatkan dampak sosial, misalnya melalui program Kartu Prakerja atau Bantuan Sosial Tunai yang didasarkan pada kriteria pendapatan dan kondisi rumah […]

  • 7 Inisiatif Pemerintah dan Swasta untuk Kedaulatan Energi Berkelanjutan

    7 Inisiatif Pemerintah dan Swasta untuk Kedaulatan Energi Berkelanjutan

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Secara umum, kedaulatan energi mengacu pada kemampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan energi domestik tanpa ketergantungan berlebih pada impor. Hal ini biasanya dicapai lewat diversifikasi sumber, pengembangan energi terbarukan, dan kebijakan yang memperkuat produksi dalam negeri. Kedaulatan energi memberi Indonesia kemampuan mengelola sumber daya energi secara mandiri, mengurangi ketergantungan pada impor, serta menstabilkan […]

expand_less