Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » OJK Targetkan Lima Bank Syariah Jumbo Hadir pada 2027, Siap Saingi BSI

OJK Targetkan Lima Bank Syariah Jumbo Hadir pada 2027, Siap Saingi BSI

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan Indonesia memiliki tiga hingga lima bank umum syariah berskala besar yang mampu menyaingi dominasi Bank Syariah Indonesia (BSI) pada 2027. Target tersebut akan dicapai melalui konsolidasi dan pemisahan unit usaha syariah (UUS) dari bank konvensional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan target tersebut dalam kegiatan Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026 di Makassar. Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak bank syariah dengan skala bisnis besar agar industri perbankan syariah semakin kompetitif.

Saat ini, BSI masih menjadi satu-satunya bank syariah berskala jumbo dengan aset mencapai Rp456 triliun pada akhir 2025. OJK menilai pertumbuhan bank syariah tidak cukup hanya mengandalkan pengembangan bisnis secara organik, seperti akumulasi keuntungan dan dividen.

Dian menjelaskan, bank dengan skala aset kecil akan lebih sulit memperluas bisnis karena membutuhkan investasi besar, terutama untuk pengembangan teknologi. Karena itu, konsolidasi dan langkah anorganik dinilai dapat mempercepat pembentukan bank syariah berskala besar.

“Bank itu ukuran penting, size does matter. Kalau bank itu kecil, ekspansinya juga kecil, kalau gede ya dia akan gede juga ekspansinya,” ujar Dian.

Salah satu dasar pembentukan bank syariah baru adalah POJK Nomor 12 Tahun 2023 tentang Unit Usaha Syariah. Aturan tersebut mewajibkan UUS melakukan pemisahan atau spin-off apabila asetnya telah mencapai 50 persen dari aset bank induk atau minimal Rp50 triliun.

Sejumlah proses pembentukan bank syariah baru telah berjalan. OJK berharap setidaknya sudah ada tambahan bank umum syariah pada April 2027. Dua nama yang telah disiapkan adalah BTN Syariah, yang memiliki aset Rp61,19 triliun dan direncanakan melakukan spin-off melalui akuisisi Bank Victoria Syariah, serta CIMB Niaga Syariah.

OJK berharap kehadiran lebih banyak bank syariah berskala besar dapat mendorong pertumbuhan industri perbankan syariah. Pertumbuhan yang saat ini berada di kisaran 7 persen diharapkan meningkat menjadi 10–12 persen.

Selain itu, OJK menargetkan pangsa pasar perbankan syariah dapat mencapai sedikitnya 10 persen dari total industri perbankan nasional.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 6 Langkah Praktis Jaga Keamanan Pangan di Warung dengan Modal Minim

    6 Langkah Praktis Jaga Keamanan Pangan di Warung dengan Modal Minim

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Keamanan pangan memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi tidak mengandung kontaminan berbahaya, baik mikroba, kimia, maupun fisik, sehingga melindungi kesehatan masyarakat. Praktiknya meliputi kontrol dari produksi hingga distribusi, termasuk standar sanitasi, sertifikasi, dan pemantauan rutin oleh otoritas terkait. Dengan penerapan yang konsisten, risiko keracunan atau penyakit yang ditularkan makanan dapat diminimalisir secara signifikan. Keamanan […]

  • Hotspot Turun 617 Titik, Operasi Karhutla Tetap Diperkuat

    Hotspot Turun 617 Titik, Operasi Karhutla Tetap Diperkuat

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, 20 Oktober 2026 – Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah meskipun jumlah hotspot secara nasional menunjukkan penurunan. Operasi darat dan udara, verifikasi lapangan, pembasahan, serta pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan api dan bara benar-benar terkendali. Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Senin, 19 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB, […]

  • Transisi energi hijau: Jawaban Praktis untuk Investasi & Kebijakan

    Transisi energi hijau: Jawaban Praktis untuk Investasi & Kebijakan

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Transisi energi hijau mengacu pada pergeseran sistem energi dari sumber fosil ke sumber terbarukan seperti surya, angin, dan biomassa, sekaligus meningkatkan efisiensi serta mengurangi emisi karbon. Para praktisi energi menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung investasi infrastruktur bersih, serta peran teknologi penyimpanan energi untuk menstabilkan pasokan. Dengan langkah tersebut, negara dapat mempercepat pencapaian target […]

  • Hashim Sebut 40 Persen Ekonomi Indonesia Tak Tercatat, Nilainya Rp10.000 Triliun

    Hashim Sebut 40 Persen Ekonomi Indonesia Tak Tercatat, Nilainya Rp10.000 Triliun

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, menyebut sekitar 35–40 persen aktivitas ekonomi Indonesia belum tercatat secara resmi. Nilainya diperkirakan mencapai Rp10.000 triliun, di luar Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang disebutnya sekitar Rp25.000 triliun. Hal itu disampaikan Hashim saat membuka Rapimnas Kadin Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Ia mengutip […]

  • Kisah Pak Budi: Dari Kesulitan ke Harapan lewat Subsidi Tepat Sasaran

    Kisah Pak Budi: Dari Kesulitan ke Harapan lewat Subsidi Tepat Sasaran

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Subsidi tepat sasaran dirancang agar bantuan keuangan hanya sampai ke penerima yang memang membutuhkan, biasanya dengan memanfaatkan data kependudukan, verifikasi pendapatan, atau mekanisme digital untuk meminimalkan kebocoran. Pendekatan ini meningkatkan efisiensi anggaran dan memperkecil risiko penyalahgunaan. Subsidi tepat sasaran merupakan bantuan keuangan yang disalurkan langsung kepada kelompok atau individu yang memang membutuhkan, berdasarkan […]

  • Investasi Hijau vs Deposito: Mana Lebih Untung & Ramah Lingkungan?

    Investasi Hijau vs Deposito: Mana Lebih Untung & Ramah Lingkungan?

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Penanaman modal pada proyek atau perusahaan yang menitikberatkan keberlanjutan lingkungan—misalnya energi terbarukan, transportasi bersih, atau teknologi ramah iklim—disebut investasi hijau. Pendekatan ini tidak hanya menawarkan potensi pertumbuhan finansial, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon serta percepatan transisi ke ekonomi rendah‑karbon. Investasi hijau menyalurkan dana ke proyek yang mengurangi jejak karbon, seperti energi […]

expand_less