Hashim Sebut 40 Persen Ekonomi Indonesia Tak Tercatat, Nilainya Rp10.000 Triliun
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, menyebut sekitar 35–40 persen aktivitas ekonomi Indonesia belum tercatat secara resmi. Nilainya diperkirakan mencapai Rp10.000 triliun, di luar Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang disebutnya sekitar Rp25.000 triliun.
Hal itu disampaikan Hashim saat membuka Rapimnas Kadin Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Ia mengutip data Bank Dunia yang disebut menunjukkan besarnya aktivitas ekonomi yang berlangsung di luar pencatatan formal.
Hashim menjelaskan, aktivitas tersebut antara lain transaksi tunai di sektor jasa dan usaha kecil yang tidak disertai kuitansi atau pencatatan pajak. Ia mencontohkan pembayaran jasa potong rambut dan pijat yang dilakukan secara langsung tanpa bukti transaksi.
Menurutnya, jika dikumpulkan dari jutaan transaksi serupa di berbagai sektor, seperti warung makan dan salon kecantikan, nilainya dapat mencapai angka yang sangat besar.
Hashim menilai besarnya aktivitas ekonomi yang belum tercatat tersebut menunjukkan bahwa skala ekonomi Indonesia berpotensi lebih besar daripada angka yang selama ini tercermin dalam statistik resmi. Ia juga menyebut kondisi itu dapat memengaruhi posisi Indonesia dalam peringkat ekonomi dunia.
Namun, angka Rp10.000 triliun tersebut merupakan estimasi yang disampaikan Hashim berdasarkan data yang ia rujuk, bukan angka PDB resmi yang telah tercatat dalam statistik nasional.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar