Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » PNM Ajak Nasabah Mekaar Kembangkan Pertanian Urban

PNM Ajak Nasabah Mekaar Kembangkan Pertanian Urban

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DEPOK — Keterbatasan lahan menjadi persoalan yang semakin terasa bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan padat. Rumah berdiri berdekatan, halaman semakin sempit, sementara ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam nyaris tidak tersedia.

Namun, kondisi tersebut tidak selalu menjadi penghalang untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Di sejumlah kawasan padat, ruang terbatas justru mulai dimanfaatkan menjadi tempat menanam sayuran melalui konsep pertanian urban.

Hal inilah yang dikembangkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Agro Urban Madani. Program tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan nasabah PNM Mekaar dengan memanfaatkan ruang yang tersedia di lingkungan permukiman.

Melalui pendekatan tersebut, area yang sebelumnya hanya menjadi bagian dari lingkungan tempat tinggal dapat dimanfaatkan untuk membudidayakan berbagai jenis sayuran. Salah satu metode yang digunakan adalah hidroponik, yang memungkinkan masyarakat bercocok tanam tanpa membutuhkan lahan tanah yang luas.

Bagi nasabah PNM Mekaar yang tinggal di kawasan padat penduduk, konsep ini membuka kesempatan untuk tetap produktif meski tidak memiliki halaman belakang atau tanah kosong. Lorong permukiman dan ruang komunal yang tersedia dapat digunakan secara bersama-sama untuk menanam, merawat hingga memanen sayuran.

Salah satunya dilakukan oleh Dewi, nasabah PNM Mekaar di Sukmajaya, Depok. Bersama anggota kelompoknya, Dewi menanam sejumlah sayuran seperti pakcoy, kangkung dan bayam di lingkungan tempat tinggal mereka.

Aktivitas tersebut tidak hanya menjadi kegiatan produktif, tetapi juga dilakukan secara bersama-sama oleh para nasabah. Mulai dari proses penanaman, perawatan hingga masa panen, seluruhnya menjadi bagian dari kegiatan kelompok.

Ketika panen tiba, hasil tanaman yang berada tidak jauh dari rumah dapat langsung dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Alhamdulillah, sekarang jadi ada kegiatan yang bisa dilakukan bareng ibu-ibu. Kalau sudah panen biasanya bisa dibawa pulang untuk dimasak buat keluarga. Lumayan jadi hemat uang belanja,” ujar Dewi.

Program Agro Urban Madani kini telah hadir di 10 titik lainnya dan menjangkau ratusan nasabah PNM Mekaar. Selain mendorong pemanfaatan ruang secara produktif, program tersebut juga memberikan kesempatan kepada nasabah untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan mengenai budidaya tanaman.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, kegiatan pertanian urban dapat menjadi ruang bagi nasabah untuk belajar membangun kemandirian pangan sekaligus meningkatkan produktivitas.

“Pengetahuan tentang budidaya dapat dibagikan, proses menanam sampai memanen menjadi aktivitas yang bisa memperkuat gotong royong, dan bisa dijual untuk menambah pendapatan. Konsep ini sesuai dengan semangat pemberdayaan PNM,” jelas Kindaris.

Menurutnya, pemberdayaan tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan usaha berskala besar. Hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari nasabah juga dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian keluarga.

Pertanian urban menjadi salah satu contohnya. Di tengah keterbatasan lahan perkotaan, masyarakat tetap dapat memanfaatkan ruang yang ada untuk menghasilkan pangan, mengurangi sebagian kebutuhan belanja rumah tangga, sekaligus membangun aktivitas ekonomi bersama.

Bagi PNM, Agro Urban Madani menjadi bagian dari pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada pembiayaan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan kemandirian nasabah. Ruang sempit di tengah permukiman pun dapat diubah menjadi sumber pangan dan aktivitas produktif yang manfaatnya dirasakan langsung oleh keluarga.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Studi Kasus: Kedaulatan Energi Turunkan Biaya Industri di Jawa Barat

    Studi Kasus: Kedaulatan Energi Turunkan Biaya Industri di Jawa Barat

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kedaulatan energi menekankan kemampuan sebuah negara untuk memenuhi kebutuhan energi domestik tanpa tergantung pada pasokan luar, sehingga mengamankan stabilitas harga dan pasokan. Hal ini biasanya dicapai lewat pengembangan sumber energi terbarukan, diversifikasi sumber, serta investasi infrastruktur produksi dan distribusi dalam negeri. Kedaulatan energi memberi kemampuan bagi sebuah wilayah untuk memproduksi, mendistribusikan, dan mengelola […]

  • Gibran Tanggapi Keluhan Nelayan Soal Subsidi: Segera Kami Cek

    Gibran Tanggapi Keluhan Nelayan Soal Subsidi: Segera Kami Cek

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    CILACAP – Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau langsung alur Sungai Kaliyasa dan kawasan dermaga Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap, Jawa Tengah, Senin (26/10/2026). Peninjauan dilakukan setelah nelayan mengeluhkan pendangkalan akibat sedimentasi yang menyulitkan mereka saat hendak melaut. Persoalan tersebut sebelumnya disampaikan para nelayan dalam dialog di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tegalkatilayu. Mereka berharap pemerintah segera […]

  • Strategi Adaptasi Krisis Iklim: Insight dari Proyek Hijau Lapangan

    Strategi Adaptasi Krisis Iklim: Insight dari Proyek Hijau Lapangan

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Krisis iklim menimbulkan perubahan suhu global yang mempercepat cuaca ekstrem, mengancam ketahanan pangan dan kesehatan manusia. Para ilmuwan sepakat bahwa emisi gas rumah kaca dari energi fosil, deforestasi, dan pertanian menjadi pemicu utama, sehingga transisi ke energi bersih dan konservasi ekosistem menjadi langkah krusial. Secara singkat, krisis iklim merujuk pada percepatan perubahan pola […]

  • Panduan Praktis Digitalisasi Pemerintahan: 5 Langkah Implementasi Efektif

    Panduan Praktis Digitalisasi Pemerintahan: 5 Langkah Implementasi Efektif

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Digitalisasi pemerintahan mempercepat layanan publik dengan mengintegrasikan sistem berbasis cloud, portal online, dan data terbuka, sehingga warga dapat mengakses informasi serta mengajukan permohonan kapan saja tanpa harus datang ke kantor. Pendekatan ini tak hanya memotong birokrasi, tapi juga meningkatkan akuntabilitas karena prosesnya tercatat secara digital dan dapat dipantau secara real‑time. Hasilnya, kepercayaan publik […]

  • Studi Kasus: Dampak Subsidi Tepat Sasaran pada UMKM Jawa Barat

    Studi Kasus: Dampak Subsidi Tepat Sasaran pada UMKM Jawa Barat

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Subsidi tepat sasaran dirancang agar bantuan pemerintah sampai pada penerima yang paling membutuhkan—misalnya petani kecil, pelaku UMKM, atau rumah tangga berpendapatan rendah—dengan proses verifikasi yang ketat. Dengan mengefisienkan alokasi dana, kebijakan ini mengurangi pemborosan dan meningkatkan dampak sosial serta ekonomi secara langsung. Subsidi tepat sasaran memberi dukungan keuangan yang diarahkan secara spesifik pada […]

  • Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Istana untuk Rapat Dewan Energi Nasional

    Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Istana untuk Rapat Dewan Energi Nasional

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Sejumlah menteri yang tergabung dalam DEN hadir dalam rapat yang membahas berbagai persoalan energi nasional tersebut. Beberapa menteri yang terlihat tiba di kompleks Istana antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala […]

expand_less