Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » ASDP Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Tata Kelola Makin Transparan

ASDP Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Tata Kelola Makin Transparan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, 19 September 2026 — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat keterbukaan informasi publik sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola perusahaan yang transparan, akuntabel, dan terpercaya. Langkah tersebut kembali ditegaskan melalui kegiatan Sharing Session dan Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik yang digelar di Kantor Pusat ASDP, Kamis (17/9).

Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman sekaligus kesiapan insan ASDP dalam mengelola informasi dan memberikan layanan informasi publik secara tepat. Forum tersebut menghadirkan Ketua Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi Arman Fauzi, Direktur SDM dan Layanan Korporasi ASDP Ardhi Ekapaty, Direktur Keuangan ASDP Bunga Herlina, Corporate Secretary ASDP Windy Andale, serta jajaran manajemen ASDP lainnya.

Ardhi mengatakan, keterbukaan informasi tidak seharusnya dipandang hanya sebagai kewajiban perusahaan dalam memenuhi regulasi. Menurutnya, pengelolaan informasi yang baik memiliki kaitan langsung dengan akuntabilitas perusahaan sekaligus kepercayaan masyarakat.

“Keterbukaan informasi bukan sekadar pemenuhan kewajiban regulasi, tetapi merupakan bagian penting dalam membangun akuntabilitas dan memperkuat tata kelola perusahaan. Bagi kami, informasi yang cepat dan akurat juga merupakan bagian dari kualitas pelayanan. Karena itu, keterbukaan informasi perlu menjadi bagian dari budaya tata kelola perusahaan sekaligus upaya menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Ardhi.

Komitmen tersebut tercermin dari perkembangan pengelolaan informasi publik di lingkungan ASDP. Pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025, ASDP berhasil memperoleh predikat Informatif dengan skor 94,92. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator atas upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas tata kelola informasi publik.

Arman Fauzi mengapresiasi capaian ASDP tersebut. Ia menekankan bahwa keterbukaan informasi perlu ditempatkan sebagai bagian dari budaya organisasi sehingga tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban administratif.

“Keterbukaan informasi bukan sekadar mempublikasikan data, melainkan meruntuhkan sekat-sekat komunikasi untuk membangun kepercayaan publik yang kokoh bagi kemajuan ASDP. Saat ini, level ASDP sudah berada pada tahap pemahaman, bukan sekadar pengetahuan. Artinya, keterbukaan informasi sudah mulai bergerak dari pemahaman menuju implementasi dan menjadi bagian dari cara kerja perusahaan,” ujar Arman.

Dalam kegiatan tersebut, ASDP juga menyoroti pentingnya peran setiap unit kerja sebagai pemilik informasi atau Data Owner. Pengelolaan informasi publik tidak hanya menjadi tanggung jawab PPID, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unit kerja yang menghasilkan dan mengelola informasi di lingkungan perusahaan.

PPID berperan mengorkestrasi proses layanan informasi, sementara unit kerja bertanggung jawab memastikan informasi yang dimiliki dapat diidentifikasi, diverifikasi, dan diklasifikasikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pola tersebut dinilai penting untuk memastikan informasi yang diberikan kepada publik memiliki dasar yang jelas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sejalan dengan transformasi digital perusahaan, ASDP juga menyiapkan pengembangan layanan PPID secara end-to-end untuk periode 2026–2029. Pengembangan tersebut antara lain diarahkan melalui CMS terintegrasi, dashboard monitoring dan analytics, auto-reporting, integrasi website korporat dengan portal PPID, hingga penguatan audit trail.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan, digitalisasi layanan PPID diarahkan bukan hanya untuk mempercepat proses pelayanan informasi, tetapi juga membuat pengelolaan informasi lebih terintegrasi dan mudah dipantau.

“Transformasi digital PPID diarahkan agar proses pengelolaan dan pelayanan informasi semakin terintegrasi, efektif, dan mudah dimonitor. Pada akhirnya, keterbukaan informasi harus menjadi budaya yang diterapkan secara konsisten di seluruh lingkungan ASDP,” jelas Windy.

Dengan penguatan tata kelola informasi, ASDP menempatkan keterbukaan informasi sebagai bagian dari perjalanan transformasi perusahaan. Tidak hanya menyangkut bagaimana informasi disampaikan kepada publik, tetapi juga bagaimana informasi dikelola sejak dari unit kerja, diverifikasi, diklasifikasikan, hingga dapat diakses melalui kanal layanan yang semakin terintegrasi.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya ASDP menjaga kepercayaan publik di tengah transformasi digital perusahaan. Dengan sistem yang semakin terintegrasi dan peran setiap unit kerja yang semakin kuat, keterbukaan informasi diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja dan tata kelola perusahaan.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IHSG Melorot, Rupiah Menguat Rp17.887 per Dolar AS

    IHSG Melorot, Rupiah Menguat Rp17.887 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pasar keuangan Indonesia bergerak berlawanan arah pada perdagangan Rabu (7/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah, sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat justru menguat. IHSG ditutup di level 6.146,72, turun 0,75 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Tekanan terjadi di tengah mayoritas saham yang bergerak melemah. Sebanyak 378 saham turun, 258 saham […]

  • Subsidi tepat sasaran

    Kunci Sukses Subsidi Tepat Sasaran: Insight Praktisi Lapangan

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Subsidi tepat sasaran berupaya menyalurkan bantuan ke kelompok atau sektor yang memang membutuhkan, misalnya petani kecil, UMKM, atau rumah tangga berpendapatan rendah, sehingga anggaran tidak terbuang pada penerima yang tidak layak. Dengan mekanisme verifikasi dan pemantauan yang ketat, program ini biasanya menghasilkan efisiensi anggaran serta dampak sosial yang lebih terasa. Subsidi tepat sasaran […]

  • Disubsidi Rp3 Juta, Ongkos Haji 2027 Efektif Rp23,2 Juta per Jemaah

    Disubsidi Rp3 Juta, Ongkos Haji 2027 Efektif Rp23,2 Juta per Jemaah

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah bersama Komisi VIII DPR RI akhirnya menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1448 Hijriah/2027 Masehi sebesar Rp98.466.351 per jemaah. Dari total biaya tersebut, jemaah haji reguler secara efektif hanya perlu menyiapkan sekitar Rp23,24 juta untuk pelunasan setelah pemerintah memberikan subsidi Rp3 juta per jemaah. Keputusan tersebut dihasilkan dalam rapat Panitia Kerja (Panja) […]

  • Digitalisasi pemerintahan: Tantangan, Biaya, dan Langkah Praktis?

    Digitalisasi pemerintahan: Tantangan, Biaya, dan Langkah Praktis?

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Penerapan teknologi informasi dalam sektor publik memungkinkan layanan menjadi otomatis, data lebih mudah diakses, dan birokrasi menjadi lebih transparan. Dengan memindahkan proses manual ke platform daring, pemerintah dapat mempercepat pelayanan, menurunkan biaya operasional, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan. Digitalisasi pemerintahan mengacu pada pemindahan proses administratif, layanan publik, dan pengelolaan data ke […]

  • Transisi energi hijau: Fakta Tersembunyi yang Bantu Bisnis Anda

    Transisi energi hijau: Fakta Tersembunyi yang Bantu Bisnis Anda

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Perpindahan dari sumber energi fosil ke energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, dan biomassa, menjadi prioritas untuk menurunkan emisi karbon serta menjaga ketersediaan energi jangka panjang. Praktik ini melibatkan kebijakan pemerintah, investasi infrastruktur, dan perubahan pola konsumsi. Hasilnya, ekonomi dapat beralih ke model yang lebih berkelanjutan dan resilient terhadap perubahan iklim. Ketika perusahaan […]

  • Enam Kali Reshuffle dalam Dua Tahun, Apa yang Sebenarnya Dicari Prabowo?

    Enam Kali Reshuffle dalam Dua Tahun, Apa yang Sebenarnya Dicari Prabowo?

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, 17 September 2026 — Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto belum genap, tetapi Kabinet Merah Putih telah mengalami enam kali perombakan. Pergantian terbaru kembali menjadi sorotan setelah Prabowo menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada 14 September 2026. Perubahan tersebut sekaligus membuat Suahasil menjadi Menteri Keuangan ketiga pada pemerintahan Prabowo, […]

expand_less