Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » Sisa Pembayaran Rp81 Juta Belum Dibayar, Gerai Kopdes Merah Putih di Mamuju Disegel

Sisa Pembayaran Rp81 Juta Belum Dibayar, Gerai Kopdes Merah Putih di Mamuju Disegel

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU – Gerai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Buttuada, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, disegel oleh pelaksana pembangunan pada Selasa (3/11/2026). Penyegelan dilakukan karena sisa pembayaran proyek sebesar Rp81 juta belum dilunasi, meski pembangunan telah selesai sejak Juli 2026.

Pelaksana pembangunan, Erik, mengaku belum mendapat kepastian pembayaran dari total nilai proyek sebesar Rp940 juta. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan melunasi upah pekerja dan tagihan material bangunan yang belum dibayar.

“Saya ditagih terus sama mereka,” kata Erik saat dikonfirmasi, Rabu (4/11/2026).

Sebagai bentuk kekecewaan, Erik menyegel bangunan, menahan kunci, dan memasang spanduk pemberitahuan. Spanduk tersebut menyatakan Gerai Kopdes Buttuada tidak dapat digunakan sebelum seluruh pembayaran dilunasi.

Erik menegaskan, dirinya hanya bertugas sebagai pelaksana pembangunan di lapangan. Ia berharap sisa pembayaran segera diselesaikan agar kewajibannya kepada pekerja dan pemasok material dapat dipenuhi.

“Intinya yang penting saya kerja dan saya minta dibayar. Itu saja,” tegasnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Komandan Kodim (Dandim) 1418 Mamuju Kolonel Arm Andang Radianto menyatakan pembayaran dari pihak Kodim telah diselesaikan sesuai pekerjaan kepada mandor yang menangani pembangunan gerai tersebut.

“Kalau dari kami (Kodim), itu sudah selesai pembayarannya. Namun, dia kan bekerja sama dengan pihak mandornya,” kata Andang, Rabu (4/11/2026).

Andang menjelaskan, pihak yang bekerja sama dengan TNI dalam proyek tersebut adalah mandor. Namun, dalam pelaksanaannya, mandor turut melibatkan pihak lain, termasuk Sekretaris Desa (Sekdes) Buttuada.

Menurutnya, persoalan pembayaran yang muncul merupakan masalah internal antara mandor, pelaksana pembangunan, dan pekerja di lapangan.

Meski menyayangkan penyegelan karena dikhawatirkan menghambat pemanfaatan fasilitas bagi masyarakat, Kodim membuka ruang komunikasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Andang berencana memanggil mandor dan Sekdes Buttuada guna mencari titik temu.

“Nanti saya panggil,” ujarnya.

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bagaimana Keluarga Pak Budi Capai Kedaulatan Energi & Turunkan Tagihan

    Bagaimana Keluarga Pak Budi Capai Kedaulatan Energi & Turunkan Tagihan

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kedaulatan energi menandakan kemampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan energi secara mandiri, sehingga tidak bergantung pada impor dan dapat mengatur sumber daya serta infrastruktur energi dengan kontrol penuh. Biasanya, pencapaian ini melibatkan diversifikasi sumber—seperti energi terbarukan, batubara, atau gas—serta investasi pada teknologi produksi dan distribusi dalam negeri. Dengan begitu, keamanan pasokan dan stabilitas […]

  • KPK respons pernyataan Mahfud MD soal Nusron Wahid

    KPK respons pernyataan Mahfud MD soal Nusron Wahid

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menutup kemungkinan adanya pihak lain yang akan diperiksa dalam penyidikan dugaan korupsi pengurusan hak guna bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, termasuk Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. Pernyataan tersebut disampaikan KPK setelah mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan […]

  • Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

    Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

    • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Apple resmi mengumumkan harga iPhone Duo di Indonesia, ponsel lipat pertama Apple yang hadir dengan empat pilihan kapasitas penyimpanan. Harga perangkat ini dibanderol mulai Rp45.678.910 untuk varian 256 GB hingga Rp75.999.000 untuk model tertinggi berkapasitas 2 TB. Berdasarkan informasi dari distributor dan Apple Premium Reseller (APR), termasuk iBox, Digimap, dan Hello Store, iPhone […]

  • Cerita Saya Mengubah Hidup Pak RT dengan Subsidi tepat sasaran

    Cerita Saya Mengubah Hidup Pak RT dengan Subsidi tepat sasaran

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kebijakan ini menyalurkan bantuan ke kelompok yang memang membutuhkan, biasanya dengan memanfaatkan data kependudukan atau verifikasi pendapatan. Dengan cara itu, dana publik menjadi lebih efisien, mengurangi bantuan yang tidak tepat sasaran, serta meningkatkan dampak sosial‑ekonomi. Di Indonesia, contoh penerapannya meliputi Kartu Keluarga Sejahtera dan sistem pendataan digital berbasis wilayah. Subsidi tepat sasaran menargetkan […]

  • Investasi Hijau: Apa Risiko, Return, dan Cara Memilih Proyek yang Tepat?

    Investasi Hijau: Apa Risiko, Return, dan Cara Memilih Proyek yang Tepat?

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Sebagai alokasi dana ke proyek yang mengurangi dampak lingkungan, investasi hijau membantu mengatasi perubahan iklim sekaligus menawarkan potensi pertumbuhan yang stabil. Praktisinya biasanya melibatkan obligasi berkelanjutan, saham perusahaan energi terbarukan, atau dana yang menilai kriteria ESG. Dengan menyeimbangkan profit dan keberlanjutan, investor dapat mendukung transisi ekonomi rendah karbon sambil melindungi nilai portofolio. Investasi […]

  • Subsidi tepat sasaran vs. Subsidi umum: Mana lebih efektif untuk UMKM?

    Subsidi tepat sasaran vs. Subsidi umum: Mana lebih efektif untuk UMKM?

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Subsidi tepat sasaran berupaya menyalurkan bantuan ke kelompok paling membutuhkan, misalnya petani kecil atau rumah tangga berpendapatan rendah, melalui verifikasi data yang ketat. Pendekatan ini biasanya mengurangi pemborosan anggaran karena menghindari bantuan yang tidak tepat, sekaligus meningkatkan efektivitas program sosial. Subsidi tepat sasaran memberi bantuan finansial atau non‑finansial yang disalurkan hanya kepada UMKM […]

expand_less