Elon Musk Puji Xi Jinping sebagai Pemimpin Hebat, Soroti Kemajuan China hingga AI
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
- print Cetak

Presiden AS Donald Trump dan Ibu Negara AS Melania Trump berjalan bersama Presiden China Xi Jinping (Dok. Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk memberikan pujian terbuka terhadap Presiden China Xi Jinping. Dalam wawancara dengan media pemerintah China, Musk menyebut Xi sebagai pemimpin yang hebat dan sangat cakap, seraya mengaitkan kemajuan ekonomi yang ia lihat di China dengan kepemimpinan Xi.
Pernyataan tersebut disampaikan Musk dalam wawancara yang dirilis CCTV pada Rabu (23/9/2026), hanya beberapa jam sebelum Xi Jinping bertolak ke Amerika Serikat untuk bertemu Presiden Donald Trump. Dalam wawancara itu, Musk mengatakan dirinya melihat perkembangan China secara langsung dan menilai kemakmuran negara tersebut meningkat selama kepemimpinan Xi.
“He seems like a great leader. Under his tenure, China has prospered immensely,” ujar Musk, seperti dikutip South China Morning Post.
Musk juga menyoroti perubahan yang menurutnya terlihat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat China. Ia mengatakan peningkatan kemakmuran warga China dapat dilihat secara langsung ketika berjalan di berbagai kota. Berdasarkan pengamatannya tersebut, Musk menilai Xi telah menjalankan kepemimpinannya dengan sangat baik dan kompeten.
Pujian Musk tidak berhenti pada kepemimpinan Xi. Ia juga memberikan penilaian positif terhadap kemampuan manufaktur China, khususnya tim Tesla yang bekerja di Shanghai. Menurut Musk, China memiliki kemampuan manufaktur yang kuat, sementara tim Tesla di Shanghai dinilainya berbakat, pekerja keras, dan dapat diandalkan.
Musk bahkan menyebut Tesla Shanghai Gigafactory sebagai sebuah “permata”. Pabrik tersebut merupakan salah satu basis produksi Tesla yang sangat penting di luar Amerika Serikat. Dalam wawancara tersebut, Musk menekankan bahwa keberhasilan operasional pabrik Shanghai tidak terlepas dari kualitas tim Tesla di China.
Hubungan Musk dengan China sendiri cukup erat melalui bisnis Tesla. Shanghai menjadi basis manufaktur luar negeri terbesar Tesla dan memainkan peran penting dalam produksi kendaraan perusahaan tersebut. Pada saat yang sama, Musk juga mengendalikan SpaceX, perusahaan yang memiliki hubungan kontraktual dengan pemerintah Amerika Serikat. Kondisi ini membuat aktivitas bisnis Musk di China kerap mendapat perhatian di Washington.
Dalam wawancara yang sama, Musk juga memberikan perhatian besar terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau AI di China. Ia menyebut model AI China secara umum sangat baik dan menilai performanya relatif tinggi jika dibandingkan dengan jumlah daya komputasi yang digunakan.
Musk bahkan memperkirakan China dapat mengatasi keterbatasan kapasitas komputasi AI dalam sekitar dua hingga tiga tahun melalui kemajuan teknologi litografi dan manufaktur chip. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai perkiraan Musk dan bukan kepastian mengenai perkembangan industri semikonduktor China.
Komentar tersebut muncul ketika persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan China semakin menjadi perhatian dalam hubungan kedua negara. AI, semikonduktor, kemampuan komputasi, dan akses terhadap teknologi canggih menjadi bagian penting dari dinamika persaingan teknologi Washington-Beijing. Pertemuan Trump dan Xi yang berlangsung pekan ini juga diperkirakan membahas isu perdagangan, mineral strategis, serta perkembangan kecerdasan buatan.
Musk sendiri dijadwalkan menjadi salah satu tokoh teknologi Amerika yang hadir dalam jamuan kenegaraan untuk Xi di Gedung Putih, bersama sejumlah pimpinan perusahaan teknologi seperti CEO OpenAI Sam Altman, CEO Nvidia Jensen Huang, dan CEO Apple Tim Cook. Kehadiran para eksekutif tersebut menunjukkan kuatnya keterkaitan antara hubungan ekonomi, industri teknologi, dan agenda strategis dalam hubungan Amerika Serikat-China.
Di tengah hubungan bisnisnya yang luas dengan China dan perannya di sektor teknologi strategis Amerika Serikat, pernyataan Musk tentang Xi, manufaktur China, dan perkembangan AI tersebut menjadi perhatian menjelang pertemuan tingkat tinggi Washington-Beijing. Namun, pernyataan itu tetap merupakan pandangan dan penilaian pribadi Musk mengenai perkembangan China serta teknologi yang tengah berkembang di negara tersebut.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar