Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » PLN dan Australia Perkuat Kerja Sama, Siapkan Investasi Jaringan Listrik Jawa-Bali

PLN dan Australia Perkuat Kerja Sama, Siapkan Investasi Jaringan Listrik Jawa-Bali

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 18 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – PT PLN (Persero) memperkuat kemitraan strategis dengan Pemerintah Australia melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Kerja sama ini mencakup transisi energi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), teknologi, serta pembiayaan dan investasi untuk mendukung target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia pada 2060.

Wakil Direktur Utama PLN, Yusuf Didi Setiarto, mengatakan kemitraan tersebut membuka peluang bagi PLN untuk memperoleh akses pengetahuan, teknologi, dan dukungan pembiayaan. Langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi PLN dari penyedia listrik menjadi penyedia solusi energi.

“Kami berharap kemitraan ini terus berkembang untuk memperkuat kapabilitas PLN dalam menjawab tantangan transisi energi dan menyiapkan pemimpin masa depan di sektor ketenagalistrikan,” ujar Didi dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2026).

Sebagai tindak lanjut MoU, PLN dan Pemerintah Australia menyiapkan sejumlah program kolaborasi. Fokusnya meliputi penguatan infrastruktur ketenagalistrikan, pembiayaan strategis, pengembangan teknologi, peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim, serta pengembangan SDM.

Di bidang infrastruktur, kedua pihak menjajaki dukungan pembiayaan dari Export Finance Australia (EFA) untuk proyek Eastern Java & Bali Grid Strengthening. Proyek ini bertujuan meningkatkan keandalan jaringan dan pasokan listrik di Jawa Timur dan Bali melalui pembangunan serta peningkatan infrastruktur transmisi, gardu induk, dan distribusi.

Kerja sama juga mencakup pengembangan teknologi untuk meningkatkan fleksibilitas sistem ketenagalistrikan. PLN menjajaki kolaborasi dengan lembaga riset dan instansi pemerintah Australia, antara lain Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) serta Department of Climate, Environment and Water.

Kolaborasi teknologi tersebut meliputi pengembangan fleksibilitas jaringan, Battery Energy Storage System (BESS), dan fleksibilitas operasi pembangkit. Ketiga aspek ini dinilai penting untuk mendukung integrasi listrik dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT) yang produksinya bergantung pada kondisi alam.

Selain itu, PLN bersama Department of Foreign Affairs and Trade Australia menjalankan program peningkatan kapasitas terkait skenario iklim dan ketahanan sistem. Program ini bertujuan memperkuat kemampuan pengambilan keputusan berdasarkan proyeksi dan risiko perubahan iklim.

Pada bidang SDM, PLN bersama Pemerintah Australia melalui Australia-Indonesia Climate and Sustainable Infrastructure Partnership (KINETIK) menyusun Three-Year Human Capital Development Roadmap periode 2027–2030. Peta jalan tersebut diselaraskan dengan target NZE, prioritas Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), serta prinsip transisi energi yang berkeadilan (Just Energy Transition).

Didi menegaskan, penguatan infrastruktur perlu berjalan seiring dengan pengembangan teknologi dan kualitas SDM. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman internasional diharapkan dapat menyiapkan talenta PLN untuk mengelola sistem ketenagalistrikan masa depan.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, menyambut positif penguatan kerja sama tersebut. Ia menilai PLN merupakan mitra penting dalam transisi energi Indonesia, terutama dalam mendukung elektrifikasi dan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

Menurut Brazier, kemitraan ini juga memberikan manfaat timbal balik karena Australia dapat belajar dari PLN dalam memahami kondisi dan kebutuhan Indonesia.

Melalui kerja sama jangka panjang ini, PLN dan Pemerintah Australia berharap dapat memperkuat infrastruktur, memperluas pemanfaatan teknologi, membuka akses pembiayaan, serta meningkatkan kualitas SDM. Kolaborasi tersebut diharapkan mendukung sistem ketenagalistrikan Indonesia yang lebih andal, berkelanjutan, dan rendah emisi.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TKDN Diperkuat, Pemerintah Bidik Tambahan Output Ekonomi Rp627,58 Triliun

    TKDN Diperkuat, Pemerintah Bidik Tambahan Output Ekonomi Rp627,58 Triliun

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan penggunaan produk lokal untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Perindustrian Sarmuji mengatakan, setiap Rp1 belanja untuk produk dalam negeri berpotensi memberikan dampak sebesar Rp2,2 terhadap perekonomian nasional. Angka tersebut merujuk pada penelitian dan simulasi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS). “Berdasarkan penelitian […]

  • Pengelolaan sampah dari rumah jalan beriringan dengan Waste to Energy

    Pengelolaan sampah dari rumah jalan beriringan dengan Waste to Energy

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta – Persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan dengan membangun fasilitas pengolahan berskala besar. Pemilahan dari rumah hingga pengelolaan berbasis komunitas tetap menjadi bagian penting, sementara teknologi Waste-to-Energy (WtE) dapat digunakan untuk menangani sampah yang belum tertangani. Gambaran tersebut terlihat dari pengelolaan sampah berbasis warga di RT 08/RW 04, Kelurahan Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta […]

  • Pecahkan Rekor, KPK Sita Rp106,3 Miliar dalam OTT Kasus HGB Summarecon,

    Pecahkan Rekor, KPK Sita Rp106,3 Miliar dalam OTT Kasus HGB Summarecon,

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat jumlah uang sitaan terbesar dalam operasi tangkap tangan (OTT) setelah mengamankan barang bukti senilai sekitar Rp106,3 miliar dalam kasus dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) lahan Summarecon di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Uang tersebut menjadi salah satu barang bukti yang diamankan penyidik dalam rangkaian OTT yang berkaitan […]

  • Investasi hijau: Mengungkap Risiko Tersembunyi dan Peluang Untung 2024

    Investasi hijau: Mengungkap Risiko Tersembunyi dan Peluang Untung 2024

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Investor biasanya menyalurkan dana ke proyek atau perusahaan yang mengurangi jejak karbon, seperti energi terbarukan, efisiensi energi, dan pengelolaan limbah. Tujuannya tidak sekadar memperoleh profit, melainkan menciptakan dampak positif bagi lingkungan serta mendukung keberlanjutan jangka panjang. Investasi hijau menggabungkan harapan keuntungan finansial dengan dampak lingkungan yang terukur, menempatkan modal pada proyek yang mengurangi […]

  • Subsidi tepat sasaran

    Studi Kasus: Efek Subsidi Tepat Sasaran Jawa Barat Turunkan Kemiskinan

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Pemerintah menyalurkan bantuan secara terfokus kepada kelompok yang paling membutuhkan, dengan tujuan meminimalkan pemborosan dan meningkatkan dampak sosial. Pendekatan ini biasanya melibatkan data kependudukan serta mekanisme verifikasi agar bantuan sampai tepat. Subsidi tepat sasaran menyalurkan dana pemerintah secara langsung kepada rumah tangga atau usaha yang telah terverifikasi berada di bawah batas kemiskinan, menggunakan […]

  • Pertumbuhan Ekonomi Daerah: Investasi Infrastruktur vs Insentif UMKM

    Pertumbuhan Ekonomi Daerah: Investasi Infrastruktur vs Insentif UMKM

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Peningkatan output nilai tambah di wilayah tertentu, biasanya diukur lewat PDB daerah tahunan, mencerminkan pertumbuhan ekonomi daerah. Faktor utama yang memengaruhi meliputi investasi, kualitas tenaga kerja, serta kebijakan publik yang mendukung. Memantau tren ini membantu pemerintah menilai efektivitas program pembangunan lokal. Saat saya turun ke sebuah kabupaten di Jawa Barat untuk mengevaluasi proyek […]

expand_less