Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » KPK respons pernyataan Mahfud MD soal Nusron Wahid

KPK respons pernyataan Mahfud MD soal Nusron Wahid

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menutup kemungkinan adanya pihak lain yang akan diperiksa dalam penyidikan dugaan korupsi pengurusan hak guna bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, termasuk Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid.

Pernyataan tersebut disampaikan KPK setelah mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyoroti kemungkinan pemanggilan dan pemeriksaan Nusron dalam perkara yang telah menyeret delapan orang sebagai tersangka.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidikan perkara tersebut masih berada pada tahap awal setelah operasi tangkap tangan (OTT) pada 14 September 2026. Penyidik, kata dia, masih berfokus melengkapi alat bukti dan mendalami konstruksi perkara.

“Saat ini masih tahap awal pascaperistiwa tertangkap tangan dalam tahap penyelidikan tersebut diputuskan naik ke tahap penyidikan. Penyidik masih terus fokus melengkapi alat bukti tambahan,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (19/9/2026).

Budi meminta publik memberikan ruang kepada penyidik untuk melakukan pendalaman sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Menurut dia, perkembangan penyidikan nantinya akan menentukan apakah terdapat pihak lain yang memiliki peran signifikan dalam konstruksi perkara tersebut.

“Kita berikan ruang bagi penyidik untuk terus melakukan pendalaman sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat mengikuti perkembangan penyidikan, terutama mengenai kemungkinan munculnya pihak-pihak lain di luar delapan tersangka yang telah ditetapkan.

“Apakah kemudian nanti ada pihak-pihak lain yang diduga punya peran signifikan dalam konstruksi perkara tersebut? Kita sama-sama tunggu perkembangannya,” kata Budi.

Pernyataan KPK tersebut muncul setelah Mahfud MD meminta lembaga antirasuah memberikan penjelasan kepada publik mengenai posisi Nusron Wahid dalam perkara tersebut. Mahfud menyampaikan pandangan itu dalam sebuah program televisi pada Jumat (18/9/2026).

Menurut Mahfud, KPK perlu menjelaskan apakah memiliki rencana memanggil atau setidaknya memeriksa Nusron. Ia menilai penjelasan mengenai posisi menteri tersebut penting karena perkara berkaitan dengan lingkungan kementerian yang dipimpinnya.

Di sisi lain, Nusron sendiri sebelumnya menyatakan tidak mengetahui duduk perkara dugaan suap pengurusan HGB Summarecon yang sedang ditangani KPK. Pernyataan tersebut disampaikan Nusron kepada wartawan di Jakarta pada Jumat (18/9/2026).

Sampai perkembangan terakhir yang disampaikan KPK, Nusron Wahid belum disebut sebagai tersangka dalam perkara tersebut. KPK juga belum menyatakan bahwa Nusron telah diperiksa dalam penyidikan kasus tersebut.

Kasus ini bermula dari OTT KPK di kawasan Jabodetabek pada 14 September 2026. Operasi tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sehari setelah OTT, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Mereka yakni Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi, serta Rizal Pahlevi yang disebut sebagai pihak swasta atau perantara Summarecon.

Lima tersangka lainnya ialah mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Ketua DPP Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq, serta pihak swasta Erwin dan Muhammad Fakhry. Dalam konstruksi perkara yang disampaikan KPK, Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz, Erwin, dan Muhammad Fakhry disebut sebagai orang yang diduga memiliki hubungan dengan Nusron Wahid.

KPK kemudian memperluas pengumpulan alat bukti melalui serangkaian penggeledahan. Pada 17 September, penyidik menggeledah sejumlah ruangan di lingkungan Kementerian ATR/BPN, termasuk ruangan tiga direktur jenderal dan direktorat yang berkaitan dengan perkara. Namun, KPK menegaskan ruangan Nusron Wahid tidak termasuk lokasi yang digeledah.

Sehari kemudian, penyidik menggeledah kantor PT Summarecon Agung Tbk di Jakarta Timur. Dari lokasi tersebut, KPK menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik, termasuk dokumen sertifikat HGB yang berkaitan dengan perkara, dokumen keuangan Summarecon dan PT Kencana Jayaproperti Agung, serta barang bukti elektronik terkait pemblokiran sengketa tanah di Bogor.

Penggeledahan kemudian dilanjutkan ke rumah Lampri di Bekasi, Jawa Barat. KPK menyebut kegiatan tersebut dilakukan untuk mencari dan mengamankan bukti yang dapat membantu penyidik mendalami konstruksi perkara, termasuk dugaan aliran uang.

Dengan penyidikan yang masih berjalan, KPK belum memberikan kepastian mengenai siapa saja pihak lain yang akan dipanggil atau diperiksa. Lembaga antirasuah itu menyatakan pendalaman alat bukti masih dilakukan untuk menentukan peran masing-masing pihak dalam perkara dugaan korupsi pengurusan HGB Summarecon tersebut.

Posisi Nusron Wahid pun masih menjadi bagian dari perkembangan penyidikan yang dinantikan publik. Untuk saat ini, KPK menyatakan penyidik masih fokus melengkapi alat bukti dan meminta masyarakat menunggu perkembangan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolri Janji Bersihkan Indonesia dari Peredaran Narkoba

    Kapolri Janji Bersihkan Indonesia dari Peredaran Narkoba

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto berkomitmen menggencarkan pemberantasan peredaran narkoba melalui operasi terpadu di seluruh wilayah Indonesia. Penindakan dipusatkan di kawasan yang diduga menjadi pusat peredaran narkotika, mulai dari Jakarta, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, hingga sejumlah wilayah di Sulawesi dan Kalimantan. “Saya ingin membersihkan Indonesia dari peredaradokn narkoba yang sekarang sudah semakin […]

  • Krisis iklim: 4 Pendekatan Praktis yang Saya Uji di Komunitas Pedesaan

    Krisis iklim: 4 Pendekatan Praktis yang Saya Uji di Komunitas Pedesaan

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Saat ini, suhu rata‑rata bumi meningkat secara konsisten, memicu cuaca ekstrem, naiknya permukaan laut, dan hilangnya keanekaragaman hayati. Akibatnya, sektor pertanian, kesehatan, serta ekonomi banyak negara mengalami tekanan berat, sehingga mitigasi emisi gas rumah kaca dan adaptasi lokal menjadi keharusan segera. Krisis iklim mengacu pada perubahan suhu, pola curah hujan, dan kejadian cuaca […]

  • Kementerian Kehutanan Perkuat Kerja Sama Dalam Negeri, Dorong Kolaborasi dari Kesepakatan Menjadi Aksi Nyata

    Kementerian Kehutanan Perkuat Kerja Sama Dalam Negeri, Dorong Kolaborasi dari Kesepakatan Menjadi Aksi Nyata

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, 23 September 2026 – Kementerian Kehutanan terus memperkuat kerja sama dalam negeri sebagai salah satu instrumen strategis untuk mempercepat pencapaian pembangunan kehutanan yang berkelanjutan. Kerja sama tidak lagi ditempatkan sebatas penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) atau Perjanjian Kerja Sama (PKS), tetapi diarahkan agar menghasilkan aksi, manfaat, dan dampak nyata bagi hutan, masyarakat, perekonomian, serta pembangunan […]

  • 5 Strategi Praktis Capai Kedaulatan Energi Nasional dengan Efisiensi

    5 Strategi Praktis Capai Kedaulatan Energi Nasional dengan Efisiensi

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Mencapai kedaulatan energi berarti sebuah negara dapat memenuhi kebutuhan listrik, bahan bakar, dan sumber daya lainnya secara mandiri, tanpa tergantung pada impor yang berfluktuasi. Hal ini biasanya didukung oleh pengembangan energi terbarukan, diversifikasi sumber, serta kebijakan yang memperkuat infrastruktur domestik. Dengan begitu, keamanan pasokan, kestabilan harga, dan kemandirian ekonomi menjadi lebih terjaga. Secara […]

  • Investasi hijau: Obligasi vs Reksa Dana, Pilih Risiko & Imbal

    Investasi hijau: Obligasi vs Reksa Dana, Pilih Risiko & Imbal

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Investasi hijau biasanya mengacu pada penempatan dana ke proyek atau perusahaan yang fokus pada energi terbarukan, pengelolaan sumber daya berkelanjutan, dan pengurangan emisi karbon. Praktisi menyarankan memilih instrumen bersertifikasi ESG atau label hijau untuk memastikan dana memang mendukung inisiatif ramah lingkungan. Jika kamu ingin menumbuhkan aset sambil mendukung proyek yang mengurangi jejak karbon, […]

  • Panduan Praktis 5 Langkah Memanfaatkan Subsidi Tepat Sasaran untuk Usaha Mikro

    Panduan Praktis 5 Langkah Memanfaatkan Subsidi Tepat Sasaran untuk Usaha Mikro

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Program ini dirancang untuk menyalurkan bantuan ke kelompok yang paling membutuhkan berdasarkan kriteria seperti pendapatan, wilayah, atau sektor usaha. Dengan cara itu, pemerintah berharap dapat mengurangi kemiskinan secara lebih efektif dan meminimalkan pemborosan anggaran. Implementasinya biasanya melibatkan verifikasi data dan mekanisme pencairan yang terintegrasi, misalnya melalui Kartu Keluarga Sejahtera. Subsidi tepat sasaran menyalurkan […]

expand_less