Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » Pecahkan Rekor, KPK Sita Rp106,3 Miliar dalam OTT Kasus HGB Summarecon,

Pecahkan Rekor, KPK Sita Rp106,3 Miliar dalam OTT Kasus HGB Summarecon,

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat jumlah uang sitaan terbesar dalam operasi tangkap tangan (OTT) setelah mengamankan barang bukti senilai sekitar Rp106,3 miliar dalam kasus dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) lahan Summarecon di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Uang tersebut menjadi salah satu barang bukti yang diamankan penyidik dalam rangkaian OTT yang berkaitan dengan perkara pengurusan HGB tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan, selain uang tunai, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti elektronik dalam operasi tersebut.

“Dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan ini, tim KPK terus juga mengamankan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan pada saat kegiatan di lapangan, seperti barang bukti elektronik hingga uang tunai yang nilainya kurang lebih total mencapai Rp106,3 miliar,” ujar Taufik, dikutip Rabu (16/9/2026).

Taufik menyebut jumlah tersebut merupakan salah satu nilai barang bukti uang terbesar yang pernah diamankan KPK melalui operasi tangkap tangan.

“Ini termasuk yang jumlah terbanyak dari kegiatan tertangkap tangan yang sudah dilakukan oleh KPK sebelumnya,” katanya.

Lampaui Sitaan OTT Bea Cukai Rp45 Miliar

Jumlah uang tersebut menjadi yang terbesar dalam konteks barang bukti uang yang diperoleh melalui OTT KPK. Meski demikian, KPK sebelumnya juga pernah menangani perkara korupsi dengan nilai kerugian negara yang jauh lebih besar, seperti kasus e-KTP dengan kerugian sekitar Rp2,3 triliun dan perkara LPEI dengan kerugian sekitar Rp11,7 triliun.

Dalam sejumlah OTT sebelumnya, KPK juga pernah mengamankan barang bukti uang dalam jumlah relatif kecil. KPK menjelaskan bahwa nominal uang yang ditemukan dalam OTT tidak selalu mencerminkan keseluruhan nilai perkara karena operasi tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk mengungkap dugaan korupsi yang lebih luas.

Taufik kemudian membandingkan sitaan dalam perkara HGB Summarecon dengan OTT terhadap pejabat Bea Cukai Kementerian Keuangan yang sebelumnya menghasilkan barang bukti uang sekitar Rp45 miliar.

“Yang terakhir yang cukup banyak jumlahnya, kegiatan tertangkap tangan di kantor Bea Cukai itu mencapai total barang bukti uang sebesar Rp45 miliar. Ini rupanya lebih besar lagi,” ujarnya.

Uang Disimpan dalam Koper dan Kardus

KPK turut memperlihatkan barang bukti uang tersebut dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta. Uang yang diamankan penyidik terlihat disimpan dalam sejumlah koper dan kardus.

Barang bukti tersebut terdiri atas berbagai mata uang, mulai dari rupiah, dolar Amerika Serikat (USD), dolar Singapura (SGD), riyal Arab Saudi (SAR), hingga ringgit Malaysia (RM).

Berikut rincian uang yang disita KPK dalam OTT perkara tersebut:

1. Dari rumah Arif Sugiyanto (ARF)
Arif merupakan pihak swasta yang disebut KPK sebagai orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

  • Rp31,86 miliar
  • USD2.611.500
  • SGD1.974.500
  • SAR910
  • RM981

2. Dari rumah Rizal Pahlevi (LEV)

  • Rp896 juta

3. Dari rumah ZNM

  • Rp8 juta

4. Dari rumah Sontang Coin Manurung (SON)
Sontang merupakan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I.

  • Rp49,5 juta

KPK Tetapkan 8 Tersangka

Dalam perkara dugaan suap pengurusan HGB tersebut, KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka.

Empat di antaranya disebut sebagai pihak swasta yang diduga memiliki keterkaitan dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

Berikut daftar delapan tersangka:

  1. Lampri (LMP), selaku Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR/BPN;
  2. Sontang Coin Manurung (SON), selaku Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I;
  3. Adrianto Pitojo Adi (ADR), selaku Direktur Utama Summarecon;
  4. Arif Sugiyanto (ARF), pihak swasta yang disebut diduga sebagai orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid;
  5. Fahd El Fouz atau Fahd A Rafiq (FEZ), pihak swasta yang disebut diduga sebagai orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid;
  6. Rizal Pahlevi (LEV), pihak swasta;
  7. Erwin (ERW), pihak swasta yang disebut diduga sebagai orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid;
  8. Muhammad Fakhry (MF), pihak swasta yang disebut diduga sebagai orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

Kasus tersebut kini masih dalam proses penanganan KPK. Penyidik terus mendalami rangkaian dugaan suap dalam pengurusan HGB lahan Summarecon di Kabupaten Bogor, termasuk aliran uang dan keterlibatan para tersangka.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Australia Perketat Aturan Visa, Mahasiswa Asing Terancam Tak Bisa Bawa Pasangan dan Anak

    Australia Perketat Aturan Visa, Mahasiswa Asing Terancam Tak Bisa Bawa Pasangan dan Anak

    • calendar_month 3 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SYDNEY – Australia memperketat kebijakan migrasinya. Pemerintah Australia akan membatasi mahasiswa asing untuk membawa pasangan dan anak selama menjalani studi di Negeri Kanguru. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari serangkaian reformasi visa yang dilakukan pemerintah Australia untuk menekan angka migrasi bersih sekaligus merespons persoalan biaya hidup dan tekanan terhadap perumahan serta layanan publik. Namun, larangan tersebut […]

  • Enam Kali Reshuffle dalam Dua Tahun, Apa yang Sebenarnya Dicari Prabowo?

    Enam Kali Reshuffle dalam Dua Tahun, Apa yang Sebenarnya Dicari Prabowo?

    • calendar_month 3 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, 17 September 2026 — Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto belum genap, tetapi Kabinet Merah Putih telah mengalami enam kali perombakan. Pergantian terbaru kembali menjadi sorotan setelah Prabowo menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada 14 September 2026. Perubahan tersebut sekaligus membuat Suahasil menjadi Menteri Keuangan ketiga pada pemerintahan Prabowo, […]

  • Kisah Pak Budi: Dari Lampu Pijar ke Transisi energi hijau yang Hemat

    Kisah Pak Budi: Dari Lampu Pijar ke Transisi energi hijau yang Hemat

    • calendar_month 4 jam yang lalu
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Peralihan ke energi hijau berarti menggantikan bahan bakar fosil dengan sumber terbarukan—seperti tenaga surya, angin, dan biomassa—serta meningkatkan efisiensi guna menurunkan emisi karbon. Upaya ini melibatkan kebijakan pemerintah, investasi teknologi, dan perubahan pola konsumsi serta produksi agar ekonomi menjadi lebih berkelanjutan. Transisi energi hijau berarti beralih dari sumber listrik berbasis fosil ke alternatif […]

  • Bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve

    The Fed Naikkan Suku Bunga, Proyeksi 2027 Meningkat: Sinyal Tekanan Ekonomi Global?

    • calendar_month 3 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    WASHINGTON, 17 September 2026 — Arah kebijakan moneter Amerika Serikat kembali menjadi sorotan. Federal Reserve atau The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4% pada September 2026. Yang menarik, kenaikan tidak hanya terjadi pada suku bunga saat ini. Proyeksi suku bunga The Fed untuk 2027 justru ikut meningkat, memunculkan perhatian terhadap […]

  • KPK Yakin Nusron Wahid Kooperatif jika Dipanggil sebagai Saksi Kasus HGB Summarecon

    KPK Yakin Nusron Wahid Kooperatif jika Dipanggil sebagai Saksi Kasus HGB Summarecon

    • calendar_month 4 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid akan bersikap kooperatif apabila nantinya dipanggil sebagai saksi dalam perkara dugaan suap pengurusan dan pembukaan blokir hak guna bangunan (HGB) lahan Summarecon di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Keyakinan tersebut disampaikan KPK setelah empat orang yang disebut sebagai orang […]

  • Perang Iran Kuras Anggaran AS Rp671 Triliun, Biaya Bisa Bertambah Rp53 Triliun per Bulan

    Perang Iran Kuras Anggaran AS Rp671 Triliun, Biaya Bisa Bertambah Rp53 Triliun per Bulan

    • calendar_month 4 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Konflik bersenjata Amerika Serikat (AS) dan Iran terus memberikan dampak besar terhadap anggaran Washington. Hingga 1 Agustus 2026, biaya yang telah dikeluarkan Departemen Pertahanan AS untuk konflik tersebut diperkirakan mencapai US$38 miliar atau sekitar Rp671,9 triliun. Angka tersebut terungkap dalam laporan Congressional Budget Office (CBO), lembaga nonpartisan yang berada di bawah Kongres AS. […]

expand_less