Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Perang Iran Kuras Anggaran AS Rp671 Triliun, Biaya Bisa Bertambah Rp53 Triliun per Bulan

Perang Iran Kuras Anggaran AS Rp671 Triliun, Biaya Bisa Bertambah Rp53 Triliun per Bulan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Konflik bersenjata Amerika Serikat (AS) dan Iran terus memberikan dampak besar terhadap anggaran Washington. Hingga 1 Agustus 2026, biaya yang telah dikeluarkan Departemen Pertahanan AS untuk konflik tersebut diperkirakan mencapai US$38 miliar atau sekitar Rp671,9 triliun.

Angka tersebut terungkap dalam laporan Congressional Budget Office (CBO), lembaga nonpartisan yang berada di bawah Kongres AS. CBO memperkirakan biaya konflik masih dapat bertambah sekitar US$2 miliar hingga US$3 miliar atau Rp35,3 triliun-Rp53 triliun setiap bulan, tergantung pada intensitas pertempuran.

“Per 1 Agustus 2026, konflik bersenjata dengan Iran telah menelan biaya sekitar US$38 miliar bagi Departemen Pertahanan AS,” demikian laporan CBO yang dikutip AFP, Rabu (16/9/2026).

Konflik tersebut bermula dari serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Hingga kini, ketegangan antara kedua negara masih berlangsung.

Iran Tolak Pembicaraan dengan AS

Di tengah meningkatnya biaya perang, Iran masih menolak membuka pembicaraan dengan AS untuk mengakhiri konflik.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyampaikan sikap tersebut melalui media sosial X pada Selasa (15/9/2026).

Rezaei meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang dinilai berubah-ubah terkait kemungkinan dilakukannya negosiasi.

Menurut Rezaei, Iran belum bersedia melakukan pembicaraan sampai sejumlah persyaratan yang diajukan negaranya dipenuhi.

Sebelumnya, Trump menyatakan terbuka terhadap kemungkinan kembali melakukan pembicaraan dengan Iran. Pernyataan itu disampaikan setelah sebelumnya Trump selama beberapa pekan mengatakan masih terlalu dini untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang.

Iran sendiri diketahui telah mengajukan sejumlah tuntutan sebagai prasyarat berakhirnya konflik dan blokade di Selat Hormuz, termasuk kompensasi atas dampak perang serta pencabutan sanksi.

Penggantian Amunisi Jadi Beban Terbesar

CBO menjelaskan, besarnya biaya perang tidak hanya berasal dari operasi militer. Anggaran tersebut juga mencakup biaya untuk mengganti amunisi yang telah digunakan, peralatan militer yang hilang atau rusak dalam pertempuran, serta meningkatnya kebutuhan bahan bakar militer.

Dari total US$38 miliar yang telah dikeluarkan hingga 1 Agustus, biaya penggantian amunisi diperkirakan mencapai US$21,7 miliar atau sekitar Rp383,7 triliun.

CBO menyebut penggantian amunisi menjadi komponen biaya terbesar yang harus ditanggung Departemen Pertahanan AS atau Pentagon dalam konflik tersebut.

Selain beban anggaran, konflik juga memberikan dampak terhadap persediaan rudal pencegat pertahanan AS. Menurut CBO, berkurangnya stok rudal tersebut menjadi salah satu konsekuensi strategis yang dapat dirasakan Pentagon dalam beberapa tahun mendatang.

CBO memperkirakan AS kemungkinan telah menggunakan sekitar setengah hingga dua pertiga persediaan amunisi tersebut sejak Juni 2025, berdasarkan perbandingan antara pengeluaran rudal pencegat dan jumlah yang sebelumnya dibeli Pentagon.

Perang Iran Berpotensi Tekan Ekonomi AS

Dampak konflik tidak hanya dirasakan oleh anggaran pertahanan. CBO juga memperkirakan perang Iran dapat memberikan tekanan terhadap perekonomian AS, terutama melalui kenaikan inflasi.

Gangguan terhadap pasokan minyak dan gas alam menjadi salah satu faktor utama. Kondisi tersebut semakin diperburuk oleh blokade Selat Hormuz oleh Iran sebagai respons terhadap serangan AS dan Israel.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi distribusi energi dunia. Gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi meningkatkan biaya energi dan pada akhirnya memberikan tekanan terhadap harga berbagai barang dan jasa.

Perkiraan Biaya Terus Bertambah

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada Juli 2026 memperkirakan biaya perang melawan Iran telah mencapai sekitar US$37,5 miliar atau Rp663 triliun.

Laporan terbaru CBO menunjukkan angka tersebut kembali meningkat menjadi sekitar US$38 miliar hingga 1 Agustus.

Jika konflik terus berlangsung dengan intensitas yang sama, biaya perang diperkirakan masih akan bertambah sekitar US$2 miliar hingga US$3 miliar setiap bulan. Angka tersebut bahkan dapat lebih tinggi apabila intensitas pertempuran meningkat.

Dengan demikian, perang Iran tidak hanya menjadi persoalan militer bagi AS, tetapi juga membawa konsekuensi terhadap anggaran pertahanan, ketersediaan persenjataan, biaya energi, dan tekanan inflasi di dalam negeri.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suahasil Sebut Ekonomi RI Tetap Resilien: Tumbuh 5,45%, Inflasi 3,19%

    Suahasil Sebut Ekonomi RI Tetap Resilien: Tumbuh 5,45%, Inflasi 3,19%

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika ekonomi global. Pemerintah melihat kondisi tersebut dari sejumlah indikator, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, arus modal hingga kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Suahasil mengatakan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh 5,45 persen. Sementara itu, […]

  • Investasi Hijau: Apa Risiko, Return, dan Cara Memilih Proyek yang Tepat?

    Investasi Hijau: Apa Risiko, Return, dan Cara Memilih Proyek yang Tepat?

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Sebagai alokasi dana ke proyek yang mengurangi dampak lingkungan, investasi hijau membantu mengatasi perubahan iklim sekaligus menawarkan potensi pertumbuhan yang stabil. Praktisinya biasanya melibatkan obligasi berkelanjutan, saham perusahaan energi terbarukan, atau dana yang menilai kriteria ESG. Dengan menyeimbangkan profit dan keberlanjutan, investor dapat mendukung transisi ekonomi rendah karbon sambil melindungi nilai portofolio. Investasi […]

  • Krisis iklim: Mengubah Kebijakan Lokal lewat Data Lapangan Nyata

    Krisis iklim: Mengubah Kebijakan Lokal lewat Data Lapangan Nyata

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Krisis iklim menandakan percepatan perubahan suhu global, naiknya permukaan laut, dan gangguan pola cuaca yang mengancam ekosistem serta kehidupan manusia. Para ilmuwan sepakat bahwa emisi gas rumah kaca dari aktivitas manusia menjadi penyebab utama, sehingga mitigasi dan adaptasi kini menjadi prioritas global. Krisis iklim mengacu pada percepatan perubahan iklim yang mengancam keseimbangan alam […]

  • Pertamina Siapkan 3 Langkah Strategis untuk Jaga Pasokan dan Distribusi BBM

    Pertamina Siapkan 3 Langkah Strategis untuk Jaga Pasokan dan Distribusi BBM

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Pertamina (Persero) memperkuat rantai pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dan pelayanan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) berjalan optimal. Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan perseroan menjalankan tiga langkah […]

  • Studi Kasus Kota Bandung: Bagaimana Kebijakan Hijau Atasi Krisis Iklim

    Studi Kasus Kota Bandung: Bagaimana Kebijakan Hijau Atasi Krisis Iklim

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Peningkatan suhu global akibat emisi gas rumah kaca memicu cuaca ekstrem, naiknya permukaan laut, serta gangguan pada ekosistem. Tanpa aksi kolektif—seperti transisi ke energi bersih dan upaya konservasi—dampaknya akan memperburuk ketahanan pangan, kesehatan, dan ekonomi secara luas. Krisis iklim mengacu pada percepatan perubahan suhu rata‑rata bumi akibat emisi gas rumah kaca yang diproduksi […]

  • Transisi energi hijau: Insight Praktisi Atasi Kendala Grid

    Transisi energi hijau: Insight Praktisi Atasi Kendala Grid

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Negara‑negara serta pelaku industri sedang beralih dari bahan bakar fosil ke sumber terbarukan demi menurunkan emisi karbon dan memenuhi komitmen iklim global. Upaya ini mencakup peningkatan kapasitas tenaga surya, angin, serta investasi dalam penyimpanan energi agar transisi berjalan berkelanjutan. Transisi energi hijau mengacu pada peralihan sistem energi dari sumber fosil ke sumber terbarukan […]

expand_less