Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » Pinjol Tembus Rp106,94 Triliun, Risiko Gagal Bayar Naik Jadi 4,73 Persen

Pinjol Tembus Rp106,94 Triliun, Risiko Gagal Bayar Naik Jadi 4,73 Persen

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA — Pembiayaan melalui pinjaman daring atau pinjaman online (pinjol) terus meningkat hingga Agustus 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan pinjaman daring mencapai Rp106,94 triliun atau tumbuh 22,07 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengatakan pertumbuhan pembiayaan pinjaman daring masih berada pada level dua digit. Namun, bersamaan dengan pertumbuhan tersebut, tingkat risiko kredit juga menunjukkan kenaikan.

“Outstanding pembiayaan pada Agustus 2026 tumbuh 22,07 persen year-on-year dengan nominal Rp106,94 triliun. TWP90 tercatat sebesar 4,73 persen,” kata Agusman dalam konferensi pers secara virtual, Senin (5/10/2026).

Tingkat wanprestasi 90 hari atau TWP90 pada Agustus 2026 tercatat 4,73 persen, meningkat dibandingkan Juli yang berada di level 4,32 persen. Sebelumnya, pada Juni 2026, TWP90 tercatat 4,26 persen. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa di tengah pembiayaan yang masih tumbuh, terdapat peningkatan porsi pinjaman yang mengalami keterlambatan atau wanprestasi lebih dari 90 hari.

Dari sisi nominal, outstanding pembiayaan juga masih bertambah dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Juli 2026, nilainya tercatat sekitar Rp105,63 triliun dengan pertumbuhan tahunan 24,76 persen. Dengan demikian, secara bulanan pembiayaan meningkat sekitar Rp1,31 triliun, tetapi laju pertumbuhan tahunannya melambat dari 24,76 persen menjadi 22,07 persen.

Kondisi tersebut membuat perkembangan industri pinjaman daring menjadi perhatian dari dua sisi. Di satu sisi, pertumbuhan lebih dari 22 persen menunjukkan pembiayaan melalui platform digital masih memiliki permintaan yang kuat. Di sisi lain, kenaikan TWP90 menjadi 4,73 persen menunjukkan risiko kredit perlu terus diperhatikan seiring semakin besarnya nilai pembiayaan yang beredar.

OJK sebelumnya juga menyampaikan bahwa profil risiko industri pinjaman daring secara agregat masih dalam pengawasan dan terus dipantau. Dengan nilai pembiayaan yang sudah menembus lebih dari Rp100 triliun, kualitas penyaluran dan kemampuan penerima pembiayaan dalam memenuhi kewajiban menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan industri.

Selain pinjaman daring, OJK mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi pada industri pergadaian. Hingga Agustus 2026, pembiayaan industri pergadaian mencapai Rp156,61 triliun atau tumbuh 44,60 persen secara tahunan. Produk gadai masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp132,84 triliun atau sekitar 84,82 persen dari total pembiayaan industri pergadaian.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa layanan pembiayaan nonbank masih menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan likuiditas masyarakat. Pinjaman daring dan pergadaian memiliki karakteristik produk yang berbeda, tetapi keduanya berada dalam pengawasan OJK sebagai bagian dari sektor lembaga pembiayaan dan jasa keuangan lainnya.

Di sektor pergadaian, OJK juga terus memperluas cakupan industri. OJK telah memberikan persetujuan perubahan lingkup wilayah usaha dari tingkat provinsi menjadi nasional kepada PT Gadai Mulia Sejahtera dan PT Solusi Gadai Pintar. Dengan persetujuan tersebut, keduanya dapat menjalankan kegiatan usaha pergadaian di seluruh Indonesia dengan tetap memenuhi ketentuan perizinan dan tata kelola yang berlaku.

OJK menyebut dengan tambahan dua perusahaan tersebut, saat ini terdapat tujuh perusahaan pergadaian dengan lingkup wilayah usaha nasional, termasuk PT Pegadaian (Persero) dan sejumlah perusahaan pergadaian swasta yang sebelumnya telah memperoleh izin untuk beroperasi secara nasional.

Perkembangan pinjaman daring dan pergadaian tersebut sekaligus menggambarkan semakin besarnya peran pembiayaan nonbank dalam perekonomian. Namun, pertumbuhan pembiayaan tetap perlu diikuti dengan pengelolaan risiko yang memadai agar peningkatan akses pembiayaan tidak berujung pada tekanan pembayaran yang semakin besar bagi masyarakat.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Salurkan Rp1,23 Triliun untuk Tangani Karhutla di 7 Provinsi

    Pemerintah Salurkan Rp1,23 Triliun untuk Tangani Karhutla di 7 Provinsi

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah menyalurkan bantuan anggaran sebesar Rp1,235 triliun untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh provinsi terdampak. Bantuan tersebut disalurkan dalam dua tahap, dengan pencairan tahap kedua dilakukan pada Kamis (22/10/2026). Tujuh provinsi penerima bantuan tersebut meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Riau. Menteri […]

  • Ilustrasi investasi hijau menampilkan panel surya, turbin angin, dan grafik pertumbuhan berkelanjutan.

    Investasi hijau: Mengungkap 5 Risiko Tersembunyi & Cara Memitigasinya

    • calendar_month 3 jam yang lalu
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Secara umum, investasi hijau mengacu pada penanaman modal di perusahaan atau proyek yang berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan, seperti energi terbarukan, transportasi bersih, atau teknologi pengelolaan limbah. Para investor biasanya menilai peluang ini lewat kriteria ESG (Environmental, Social, Governance) untuk memastikan dampak positif sekaligus potensi keuntungan jangka panjang. Pendekatan ini membantu mengalihkan dana ke […]

  • Mengungkap Fakta Subsidi Tepat Sasaran: Data, Tantangan, Solusi

    Mengungkap Fakta Subsidi Tepat Sasaran: Data, Tantangan, Solusi

    • calendar_month Minggu, 1 Nov 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Subsidi tepat sasaran berarti bantuan keuangan atau barang diberikan kepada kelompok yang paling membutuhkan, biasanya melalui mekanisme verifikasi data penduduk dan kriteria ekonomi. Pendekatan ini bertujuan meminimalkan kebocoran dana serta meningkatkan efektivitas program sosial, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh penerima yang berhak. Subsidi tepat sasaran berupaya menyalurkan bantuan ke rumah tangga atau […]

  • Dari Listrik Padam ke Kedaulatan Energi: Cara Praktis Rumah Mandiri

    Dari Listrik Padam ke Kedaulatan Energi: Cara Praktis Rumah Mandiri

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kemampuan sebuah negara untuk memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri, mengurangi ketergantungan impor, serta mengendalikan produksi dan infrastruktur energi menjadi inti dari kedaulatan energi. Dengan mengoptimalkan sumber daya dalam negeri, diversifikasi energi terbarukan, dan kebijakan yang mendukung, Indonesia berupaya menjamin pasokan stabil, harga terjangkau, dan mengurangi risiko geopolitik. Kedaulatan energi berarti Anda tidak lagi […]

  • Apa Tantangan dan Solusi Praktis Digitalisasi Pemerintahan di 2024?

    Apa Tantangan dan Solusi Praktis Digitalisasi Pemerintahan di 2024?

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Dengan memanfaatkan teknologi informasi, pemerintah mengintegrasikan proses administrasi, layanan publik, dan pengambilan keputusan secara online, sehingga transparansi dan efisiensi meningkat. Implementasinya mencakup e‑procurement, portal layanan warga, serta sistem data terpusat yang memudahkan analisis kebijakan. Digitalisasi pemerintahan menghubungkan proses birokrasi, data publik, dan layanan warga lewat platform digital yang terstandarisasi, sehingga transaksi administratif menjadi […]

  • Dari Lampu Lilin ke Panel Surya: Kisah Kedaulatan Energi Desa

    Dari Lampu Lilin ke Panel Surya: Kisah Kedaulatan Energi Desa

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Secara umum, konsep ini menekankan kemampuan suatu negara untuk memastikan pasokan energi yang stabil, terjangkau, dan tidak bergantung pada pihak luar. Hal ini biasanya dicapai lewat pengembangan sumber energi dalam negeri, diversifikasi sumber, serta kebijakan yang mendukung kemandirian energi. Kedaulatan energi memberi sebuah desa kemampuan untuk mengatur, memproduksi, dan memanfaatkan listriknya sendiri tanpa […]

expand_less