Menkes Sebut Daerah Terdampak Karhutla dengan Polusi Merah-Hitam Turun Jadi 22
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa jumlah kabupaten/kota terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan kualitas udara kategori merah dan hitam menurun dari 50 daerah pada awal September menjadi 22 daerah per Oktober 2026.
“Kesimpulannya adalah trennya kita lihat sudah mulai menurun dari kondisi sebelumnya di awal September. Dari 50 kabupaten/kota yang merah dan hitam, sekarang sudah turun ke 22,” kata Budi dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).
Pernyataan itu disampaikan saat Budi memaparkan capaian dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di bidang kesehatan.
Meski jumlah wilayah dengan tingkat polusi tinggi mulai berkurang, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak kualitas udara buruk. Berdasarkan ketentuan mengenai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kategori merah menunjukkan kualitas udara sangat tidak sehat, sedangkan kategori hitam menandakan kondisi berbahaya.
Adapun kategori kuning menunjukkan kualitas udara tidak sehat sehingga masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan. Sementara itu, kategori biru berarti kualitas udara sedang dan hijau menandakan kualitas udara baik.
Kasus ISPA Turun Menjadi 3.000 per Hari
Selain memantau kualitas udara, Kementerian Kesehatan juga mencermati dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat, terutama kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Budi mengatakan, laporan kasus ISPA harian mengalami penurunan. Jika sebelumnya jumlah kasus yang dilaporkan mencapai sekitar 10.000 hingga 13.000 per hari, kini angkanya turun menjadi sekitar 3.000 kasus per hari.
“Angkanya tetap masih berbahaya, jadi kita memang mesti hati-hati. Dari sisi yang kena penyakit ISPA, dari yang seharinya bisa 10.000 sampai 13.000, sekarang sudah turun ke 3.000-an per hari,” ujarnya.
Kendati tren kasus ISPA dan jumlah wilayah dengan kualitas udara kategori merah serta hitam menunjukkan penurunan, masyarakat tetap diminta berhati-hati.
Budi mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk. Langkah tersebut diperlukan untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara, khususnya di wilayah yang masih terdampak karhutla.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar