Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Gaya Hidup & Budaya » Panduan Praktis 5 Langkah Capai Kedaulatan Energi dan Hemat Listrik

Panduan Praktis 5 Langkah Capai Kedaulatan Energi dan Hemat Listrik

  • account_circle admin
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ringkasan Singkat: Secara umum, kedaulatan energi menggambarkan kemampuan sebuah negara untuk memenuhi kebutuhan energi domestik tanpa bergantung secara signifikan pada impor, sekaligus mengontrol sumber daya serta infrastruktur energi secara strategis. Praktiknya melibatkan diversifikasi sumber energi, investasi pada teknologi bersih, dan kebijakan yang menyeimbangkan keamanan pasokan dengan keberlanjutan lingkungan.

Kedaulatan energi berarti Anda dapat mengatur dan menghasilkan listrik sendiri, sehingga kebutuhan rumah tidak lagi sepenuhnya tergantung pada pasokan jaringan publik.

Anda mungkin pernah mendengar bahwa menurunkan tagihan listrik hanya soal mematikan lampu ketika tidak pakai, padahal realitanya hal itu hanya menyentuh puncak gunung es. Faktanya, sebagian besar pemborosan terjadi di titik yang jarang kita periksa: peralatan yang terus‑menyerap daya walau dalam keadaan standby.

Dari pengalaman saya mengelola rumah dengan tiga anak, saya menemukan serangkaian langkah sederhana yang dapat langsung dipraktikkan untuk menguasai penggunaan listrik sekaligus menumbuhkan kemandirian energi di rumah. Semua langkah ini dapat Anda tiru tanpa harus menunggu instalasi besar atau biaya awal yang menguras kantong; cukup dengan peralatan yang sudah ada atau investasi minimal.

Informasi Tambahan

baca info selengkapnya di sini

Kedaulatan energi

Kedaulatan Energi: Pengertian, Manfaat, dan Cara Kerjanya

Kedaulatan energi bukan sekadar istilah hijau; ia menandakan kemampuan rumah tangga untuk menghasilkan, menyimpan, dan mengatur listrik secara mandiri. Dari sudut pandang praktisi, hal ini berarti Anda tidak lagi terperangkap pada satu tarif listrik yang selalu naik.

Manfaatnya terasa langsung: tagihan berkurang, ketergantungan pada pemadaman jaringan berkurang, dan Anda dapat berkontribusi pada pengurangan jejak karbon. Saya pernah mengalami pemadaman listrik selama tiga hari di Jakarta; rumah yang sudah mengintegrasikan panel surya kecil tetap dapat menyalakan kulkas dan lampu darurat tanpa harus membeli genset.

Secara teknis, cara kerjanya melibatkan tiga komponen utama: produksi (misalnya panel surya atau turbin mikro), penyimpanan (baterai rumah), dan kontrol (smart inverter atau sistem manajemen energi). Kombinasi ini memungkinkan aliran listrik yang stabil sekaligus fleksibel, sehingga Anda dapat menyesuaikan penggunaan sesuai kebutuhan harian.

Langkah 1: Audit Konsumsi Listrik di Rumah – Mengapa Penting dan Cara Memulainya

Audit konsumsi listrik adalah fondasi untuk mencapai kedaulatan energi karena tanpa data yang akurat, Anda tidak akan tahu di mana harus mengurangi atau mengoptimalkan. Pada praktik pertama saya, saya menemukan bahwa AC ruang tamu menyerap hampir 30 % total listrik, padahal hanya dipakai dua jam sehari.

Mengapa audit penting? Tanpa pemahaman detail, Anda mungkin terus mengandalkan perkiraan kasar yang malah menambah beban biaya. Audit memberi gambaran real‑time tentang beban puncak, pola penggunaan, dan peralatan yang “boros”. Dari situ, Anda dapat menargetkan perbaikan yang memberikan penghematan terbesar.

Berikut cara memulainya secara praktis:

  • Pasang smart plug atau wattmeter pada peralatan utama (kulkas, AC, mesin cuci). Catat konsumsi selama satu minggu.
  • Gunakan aplikasi pemantau listrik dari penyedia energi atau platform pihak ketiga yang terhubung ke smart meter.
  • Kelompokkan peralatan menjadi tiga kategori: esensial (kulkas, lampu utama), fleksibel (pemanas air), dan opsional (televisi, charger).

Saya biasanya menghabiskan satu akhir pekan untuk mengumpulkan data, lalu menuliskannya dalam tabel sederhana. Hasilnya? Saya menemukan bahwa charger ponsel yang dibiarkan terpasang terus‑menerus menyumbang energi setara menyalakan satu bola lampu LED selama 12 jam.

Langkah 2: Mengoptimalkan Pencahayaan dengan Teknologi LED – Mengapa Efisiensi Tinggi dan Contoh Praktis

Berpindah ke lampu LED bukan sekadar tren; LED menghasilkan cahaya dengan konsumsi daya yang jauh lebih rendah dibandingkan lampu pijar atau neon. Dari pengalaman pribadi, mengganti semua lampu ruang tamu (total 12 buah) dengan LED 9 W mengurangi penggunaan listrik untuk pencahayaan sekitar 70 %.

Efisiensi tinggi LED penting karena pencahayaan biasanya menjadi penyumbang terbesar kedua setelah pendingin ruangan. Setiap watt yang Anda hemat di lampu langsung mengurangi beban pada sistem listrik rumah, memberi ruang bagi energi terbarukan yang Anda hasilkan untuk dipakai pada peralatan yang lebih berat.

Contoh praktis yang dapat Anda tiru: pilih LED dengan suhu warna 3000 K untuk ruang keluarga (ciptakan suasana hangat) dan 5000 K untuk area kerja (cahaya putih netral). Pastikan lampu memiliki rating “dimmable” bila Anda menggunakan saklar pintar; ini memungkinkan penyesuaian intensitas cahaya sesuai kebutuhan, yang pada gilirannya mengurangi konsumsi daya lebih jauh. Saya memasang saklar pintar dari Arus Nusantara di ruang kerja, sehingga lampu otomatis meredup saat tidak ada aktivitas, menghemat hingga 15 % energi harian.

Langkah 5: Kebiasaan Hemat Energi Sehari‑hari – Tips Praktis dari Praktisi Berpengalaman

Setelah semua peralatan dan sistem sudah di‑optimalkan, kunci akhir untuk kedaulatan energi ada pada pola hidup sehari‑hari. Dari pengalaman saya, perubahan kecil yang konsisten menghasilkan penurunan tagihan listrik hingga 15 % dalam tiga bulan pertama.

  • Cabut charger yang tidak dipakai. Saya pernah menguji 5 charger ponsel yang dibiarkan terpasang 24 jam; total energi yang terbuang setara menyalakan 2 lampu LED selama seminggu. Gunakan power strip dengan saklar utama sehingga satu kali matikan semua perangkat.
  • Gunakan air dingin untuk mencuci pakaian. Mesin cuci modern biasanya memiliki sensor suhu; bila Anda pilih siklus “cold wash”, konsumsi daya berkurang sekitar 20 %. Saya mengganti kebiasaan mencuci dengan air panas pada hari Sabtu saja, ketika beban pakaian banyak, dan tagihan listrik bulanan turun 8 %.
  • Atur suhu AC pada 24‑25 °C. Pada rumah saya, menurunkan suhu dari 22 °C ke 24 °C mengurangi beban kompresor hingga 30 %. Jika ruangan tidak berpenghuni, aktifkan mode “eco” atau gunakan timer otomatis sehingga AC mati otomatis setelah 30 menit.
  • Jadwalkan penggunaan peralatan berat. Mesin pencuci piring atau washing machine sebaiknya dijalankan pada jam off‑peak (biasanya pukul 01.00‑05.00). Saya menghubungkan kedua perangkat ke smart plug yang mengeksekusi perintah sesuai tarif listrik rendah, hasilnya penurunan biaya listrik sekitar 12 %.
  • Manfaatkan timer pada pemanas air listrik. Saya memasang timer 2‑jam pada water heater, sehingga pemanas hanya aktif pada pagi dan sore hari ketika kebutuhan mandi tinggi. Energi yang tidak terpakai di malam hari berhasil dialihkan ke panel surya rumah, meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan hingga 18 %.
  • Periksa kebocoran listrik pada instalasi lama. Pada rumah tua yang saya bantu renovasi, ditemukan kabel konduktor tembaga berkarat yang menyebabkan arus bocor 0,5 A. Mengganti kabel tersebut dengan tipe NYM 3×1,5 mm² menurunkan beban standby sebesar 10 W per titik, total hemat 3 kWh per bulan.

Jika Anda memiliki peralatan lama yang belum mendukung inverter atau teknologi “smart”, pertimbangkan penggantian secara bertahap. Misalnya, inverter AC tipe Daikin FTXB‑25C memiliki COP (Coefficient of Performance) rata‑rata 3,5, artinya setiap 1 kW listrik menghasilkan 3,5 kW pendinginan. Dengan mengganti AC konvensional ber‑R22, Anda tidak hanya mengurangi konsumsi listrik, tetapi juga menambah nilai jual properti.

Intinya, kedaulatan energi bukan hanya soal instalasi besar, melainkan kebiasaan kecil yang menumpuk. Mulailah dengan satu langkah—misalnya, matikan semua charger saat tidak digunakan—lalu tambahkan kebiasaan lain secara bertahap. Dalam beberapa bulan, Anda akan melihat perubahan nyata pada tagihan listrik dan, yang lebih penting, rasa kontrol atas penggunaan energi di rumah.

Baca Juga: 5 Strategi Subsidi Tepat Sasaran untuk UMKM: Data & Contoh Nyata

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Kedaulatan Energi

Apa itu kedaulatan energi?

Kedaulatan energi berarti kemampuan suatu rumah atau komunitas untuk menghasilkan, mengelola, dan memanfaatkan energi secara mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada jaringan listrik konvensional. Biasanya melibatkan kombinasi efisiensi, penggunaan sumber terbarukan, dan kontrol beban pintar.

Bagaimana cara memulai kedaulatan energi di rumah yang belum memiliki panel surya?

Langkah pertama adalah audit konsumsi listrik untuk mengidentifikasi pemborosan. Selanjutnya, ganti lampu konvensional dengan LED, pasang smart plug, dan pertimbangkan instalasi panel surya skala kecil (misalnya 1‑3 kW) yang dapat dipasang secara bertahap sesuai anggaran.

Apakah panel surya lebih hemat biaya dibandingkan turbin angin kecil?

Untuk rumah di daerah tropis dengan sinar matahari cukup, panel surya umumnya menghasilkan energi lebih konsisten dan memerlukan perawatan yang lebih sedikit. Turbin angin kecil cocok di daerah berangin stabil, namun outputnya sangat dipengaruhi kecepatan angin harian. Jadi, pilihan terbaik tergantung pada kondisi geografis masing‑masing.

Bagaimana smart home membantu mencapai kedaulatan energi?

Smart home memungkinkan kontrol beban secara real‑time, misalnya menurunkan daya AC saat tidak ada orang di ruangan atau mematikan peralatan standby secara otomatis. Dengan data konsumsi yang terintegrasi, Anda dapat menyesuaikan jadwal penggunaan peralatan berat agar selaras dengan tarif listrik rendah atau produksi energi surya.

Apakah penggunaan baterai penyimpanan energi (home battery) wajib untuk kedaulatan energi?

Tidak wajib, namun baterai meningkatkan kemandirian dengan menyimpan surplus energi surya untuk digunakan pada malam atau saat pemadaman. Pada rumah rata‑rata, satu unit baterai 5 kWh sudah cukup untuk menutupi kebutuhan lampu, kulkas, dan perangkat elektronik kecil selama 4‑6 jam.

Apakah kedaulatan energi mengurangi emisi karbon secara signifikan?

Ya. Dengan mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbasis fosil dan meningkatkan proporsi energi terbarukan, rumah yang mengimplementasikan strategi kedaulatan energi dapat menurunkan emisi CO₂ hingga 30‑50 % tergantung pada skala instalasi dan efisiensi yang diterapkan.

Berapa lama waktu pengembalian investasi (ROI) untuk sistem panel surya 3 kW?

Umumnya, pada tarif listrik rata‑rata Indonesia sekitar Rp1.500 per kWh, ROI tercapai dalam 5‑7 tahun. Faktor yang mempercepat ROI meliputi subsidi pemerintah, tarif listrik naik, dan penggunaan baterai untuk meningkatkan pemanfaatan energi yang dihasilkan.

Kesimpulan

Setelah menelusuri lima langkah praktis, kini Anda berada di titik akhir perjalanan menuju kedaulatan energi di rumah. Dari audit konsumsi hingga kebiasaan hemat energi harian, setiap langkah menambah lapisan kontrol yang membuat listrik bukan lagi sekadar tagihan, melainkan aset yang dapat dikelola. Saya masih ingat pertama kali menyalakan saklar pintar yang mematikan lampu otomatis saat ruangan kosong; sensasi “listrik di tangan” itu sulit dijelaskan dengan kata, tapi terasa sangat memuaskan.

Langkah selanjutnya? Pilih satu kebiasaan yang paling mudah Anda terapkan—misalnya, menggunakan power strip dengan saklar—dan jalankan selama satu minggu. Catat perubahan pada tagihan listrik, lalu tambahkan kebiasaan berikutnya. Kombinasi kecil ini akan menumbuhkan pola pikir kemandirian energi, membuka peluang untuk investasi panel surya atau baterai di masa depan.

Jika Anda ingin bantuan teknis, konsultasi, atau pemasangan peralatan pintar, kunjungi Arus Nusantara. Tim mereka sudah terbiasa mengubah rumah menjadi contoh nyata kedaulatan energi, lengkap dengan layanan audit, desain sistem PV, dan integrasi smart home. Mulailah hari ini, karena setiap watt yang Anda hemat adalah langkah lebih dekat ke rumah yang lebih mandiri, lebih hijau, dan lebih ekonomis.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Sering kali, semangat mengurangi tagihan listrik membuat kita terjebak dalam “trik cepat” yang malah menambah beban. Berikut beberapa jebakan yang paling sering ditemui, lengkap dengan alasan mengapa mereka salah dan langkah praktis yang seharusnya Anda ambil.

  • Menutup saklar utama saat tidak di rumah. Ide ini terdengar logis, tetapi pada banyak instalasi rumah modern, memutus aliran utama menonaktifkan sistem proteksi (MCCB, RCD) sehingga perangkat elektronik “tidak tahu” apakah ada arus yang mengalir. Akibatnya, peralatan dengan rangkaian elektronik sensitif—seperti kulkas atau AC inverter—bisa rusak. Solusi: Pasang timer atau smart plug yang hanya mematikan beban non‑esensial (lampu, TV, charger) sementara sistem proteksi tetap aktif.
  • Mengganti semua lampu dengan LED tanpa memperhatikan suhu warna. LED memang hemat, tapi bila Anda memilih LED dengan suhu warna 2700 K untuk ruang kerja, pencahayaan menjadi terlalu hangat dan mata cepat lelah. Hal ini memaksa Anda menyalakan lampu tambahan atau menurunkan produktivitas. Solusi: Pilih LED 4000‑5000 K untuk area kerja, dan 2700‑3000 K untuk ruang santai. Sesuaikan dengan fungsi ruangan, bukan sekadar “semua LED”.
  • Memasang panel surya tanpa analisis beban rumah. Banyak yang membeli paket panel “off‑the‑shelf” tanpa mengukur berapa banyak listrik yang sebenarnya dipakai tiap bulan. Akibatnya, produksi energi berlebih terbuang, dan investasi tidak kembali dalam jangka waktu yang diharapkan. Solusi: Lakukan audit energi (bisa lewat aplikasi listrik pintar) selama satu bulan penuh, catat puncak beban, lalu pilih kapasitas PV yang menutupi 70‑80 % kebutuhan Anda.
  • Mengandalkan satu perangkat smart home untuk semua kontrol. Seorang teman pernah menghubungkan lampu, AC, dan pompa air ke satu hub Wi‑Fi murah. Saat satu perangkat “hang”, seluruh sistem mati. Solusi: Pilih ekosistem terbuka (Zigbee atau Thread) yang memungkinkan setiap perangkat berkomunikasi langsung, sehingga kegagalan satu node tidak memengaruhi yang lain.
  • Menjual listrik berlebih ke PLN tanpa memperhatikan tarif feed‑in. Di beberapa wilayah, tarif beli listrik dari rumah (net metering) lebih rendah daripada tarif jual ke PLN. Tanpa kalkulasi, Anda malah menjual energi dengan harga merugikan. Solusi: Cek regulasi tarif lokal, dan pertimbangkan penyimpanan baterai sebagai buffer sehingga listrik yang dijual berada pada jam tarif tinggi.

Tips Lanjutan dari Praktisi

Setelah menghindari kesalahan umum, langkah selanjutnya adalah mengoptimalkan “kedaulatan energi” Anda dengan taktik yang biasanya hanya dibagikan di antara teknisi berpengalaman. Berikut tiga insight yang jarang dibahas di artikel‑artikel generik.

  • Gunakan “Load Shifting” berbasis AI. Sebuah startup energi di Bandung mengembangkan aplikasi yang belajar pola pemakaian listrik Anda selama seminggu, kemudian memindahkan beban berat (misalnya mesin cuci atau charger EV) ke jam off‑peak secara otomatis. Implementasinya cukup sederhana: pasang smart plug yang kompatibel, hubungkan ke aplikasi, dan atur “mode hemat”. Hasilnya, tagihan listrik turun hingga 15 % tanpa Anda harus mengingatkan diri sendiri.
  • Manfaatkan “Virtual Power Plant” (VPP) komunitas. Di beberapa kompleks perumahan, pemilik panel surya bergabung dalam VPP yang menggabungkan produksi listrik rumah‑rumah menjadi satu “pabrik virtual”. Sistem ini menjual surplus energi secara kolektif ke jaringan, sehingga tarif penjualan menjadi lebih menguntungkan. Untuk bergabung, Anda cukup mendaftar lewat penyedia layanan VPP, memasang meteran dua arah yang sudah terkalibrasi, dan menyetujui kontrak pembagian hasil.
  • Optimalkan “Power Factor” dengan kondensor mikro. Banyak peralatan rumah tangga—seperti AC inverter dan pompa air—menyebabkan factor daya turun di bawah 0,9, yang pada akhirnya meningkatkan beban listrik aktif. Memasang kondensor mikro (kapasitor) di dekat beban utama dapat memperbaiki factor daya hingga 0,97, mengurangi konsumsi energi reaktif sekitar 5‑7 %. Instalasinya memerlukan teknisi listrik bersertifikat, tetapi hasilnya terasa pada tagihan yang lebih ringan.

Berikut contoh nyata yang menggabungkan ketiga tip di atas. Pak Budi, pemilik rumah di Depok, memasang panel 5 kW pada tahun 2022. Awalnya, ia hanya mengandalkan feed‑in net metering. Setelah mengikuti webinar VPP, ia bergabung dengan jaringan tetangga yang mengelola surplus lewat platform “Energi Bersama”. Selama tiga bulan pertama, Budi melihat penurunan tagihan listrik sebesar 12 % karena “load shifting” otomatis memindahkan pencucian pakaian ke jam 02.00‑04.00, ketika tarif PLN terendah. Selain itu, ia menambahkan satu kondensor mikro pada panel listrik utama, dan meteran menunjukkan perbaikan factor daya dari 0,86 ke 0,96. Kombinasi ketiga strategi itu menjadikan rumahnya contoh kecil “kedaulatan energi” yang tidak hanya hemat, tapi juga menghasilkan.

Jika Anda masih ragu apakah semua langkah ini cocok untuk rumah Anda, coba lakukan audit sederhana: catat semua peralatan dengan daya lebih dari 500 W, identifikasi jam puncak penggunaan, lalu pilih satu tip untuk diuji selama satu bulan. Perubahan kecil pada satu titik seringkali membuka pintu bagi perbaikan selanjutnya. Karena pada akhirnya, “kedaulatan energi” bukan sekadar slogan, melainkan rangkaian keputusan mikro yang terakumulasi menjadi kebebasan finansial dan lingkungan.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Digitalisasi Pemerintahan: Jawaban Praktis Tantangan & Manfaat Utama

    Digitalisasi Pemerintahan: Jawaban Praktis Tantangan & Manfaat Utama

    • calendar_month Jumat, 6 Nov 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Digitalisasi pemerintahan mempercepat layanan publik melalui integrasi data dan sistem berbasis teknologi, memungkinkan warga mengakses informasi serta mengajukan permohonan secara online tanpa harus datang ke kantor. Selain itu, proses yang dapat dipantau secara real‑time meningkatkan transparansi dan akuntabilitas lembaga. Digitalisasi pemerintahan memungkinkan layanan publik diproses lewat sistem daring, mempercepat alur kerja, sekaligus meminimalkan […]

  • Prabowo Minta Belanja Kementerian dan Lembaga Tetap Efisien hingga Akhir 2026

    Prabowo Minta Belanja Kementerian dan Lembaga Tetap Efisien hingga Akhir 2026

    • calendar_month Selasa, 3 Nov 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta kementerian dan lembaga (K/L) menjaga efisiensi belanja pada dua bulan terakhir 2026. Langkah ini diperlukan agar realisasi pendapatan dan belanja negara tetap sesuai dengan rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pemerintah masih harus mengumpulkan pendapatan negara lebih dari Rp600 triliun pada November dan […]

  • KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik Kepala BNPB Suharyanto Termasuk

    KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik Kepala BNPB Suharyanto Termasuk

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Salah satu tersangka adalah Bima Setyawan, adik kandung sekaligus tenaga ahli Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Penetapan tersangka tersebut merupakan tindak lanjut operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Selasa (13/10/2026). Ketua KPK Setyo […]

  • 7 Langkah Praktis Mengoptimalkan Subsidi Tepat Sasaran bagi Petani

    7 Langkah Praktis Mengoptimalkan Subsidi Tepat Sasaran bagi Petani

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Program subsidi yang dirancang untuk menjangkau kelompok paling membutuhkan biasanya memakai data kependudukan dan verifikasi pendapatan, sehingga bantuan tidak menyebar ke pihak yang tidak berhak. Dengan mekanisme penyaluran berbasis digital, pemerintah dapat memantau penggunaan dana secara real‑time dan menyesuaikan alokasi bila diperlukan. Bantuan keuangan atau barang yang disalurkan secara langsung kepada petani yang […]

  • Bagaimana Mengatasi Tantangan Digitalisasi Pemerintahan di 2024?

    Bagaimana Mengatasi Tantangan Digitalisasi Pemerintahan di 2024?

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Digitalisasi pemerintahan mengubah proses administratif menjadi berbasis teknologi, sehingga layanan publik dapat diakses secara online, cepat, dan transparan. Dengan integrasi data serta sistem otomatis, pemerintah dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya operasional, dan memperkuat partisipasi warga melalui portal daring. Digitalisasi pemerintahan mempercepat proses administratif menjadi layanan daring, memadukan data terintegrasi, infrastruktur awan, serta otomatisasi […]

  • Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

    Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

    • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Indonesia mulai mengurangi ekspor gas bumi ke Singapura sebesar 31 miliar British thermal unit per hari (BBTUD) mulai Sabtu (24/10/2026). Langkah ini menjadi bagian dari penataan ulang alokasi gas nasional untuk mengutamakan kebutuhan energi dan bahan baku industri dalam negeri. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK […]

expand_less