Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » Kemenhut Ajak Generasi Muda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda melalui Aksi Nyata Jaga Hutan

Kemenhut Ajak Generasi Muda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda melalui Aksi Nyata Jaga Hutan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 3 Nov 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 2 November 2026 – Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) mengajak generasi muda memaknai semangat Sumpah Pemuda melalui aksi nyata pelestarian hutan, mulai dari pemanfaatan ruang digital secara positif, penguatan kolaborasi lintas komunitas, hingga keterlibatan aktif dalam menjaga dan melaporkan ancaman terhadap hutan dan satwa liar. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Youth Talk Take Action (YTTA) ke-7 bertajuk “Sumpah Pemuda Merawat Hutan Nusantara: Merawat Semangat 1928 lewat Aksi Nyata Generasi Pelestari Hutan” yang digelar secara daring.

Plt. Kepala BP2SDM, Dyah Murtiningsih, mengajak generasi muda memaknai perjuangan di era digital. Menurutnya, tiga ikrar 1928 dapat dimaknai kembali dalam konteks kekinian: satu tanah air berarti menjaga hutan sebagai ruang hidup bersama, satu bangsa berarti bersatu lintas daerah, sekolah, kampus, dan komunitas, serta satu bahasa berarti menjaga ruang digital tetap jujur, santun, dan berbasis fakta.

“Pemuda 1928 berjuang dengan pena, dengan rapat-rapat kongres, dan dengan bahasa yang mempersatukan. Pemuda hari ini berjuang dengan gawai di genggaman, dengan kamera, dengan data, dengan jaringan internet. Medannya berbeda, tetapi semangatnya sama.” tegas Dyah.

Abdullah Syahira Antoni, alumni Forest Youthverse 2025 sekaligus pendidik dan mentor, membagikan pengalamannya. Berlatar belakang pendidikan bahasa Inggris, ia mengaku tidak memulai sebagai ahli kehutanan. Jejaring yang terbangun setelah mengikuti Forest Youthverse membuka kesempatan baginya menjadi fasilitator undangan pada Young Forest Champions Indonesia Workshop, kerja sama FAO Indonesia dan Kementerian Kehutanan.

“Koneksi membuka pintu. Kontribusi adalah apa yang kita lakukan setelah masuk. Dalam semangat Sumpah Pemuda, kita tidak harus berlatar belakang sama untuk bergerak bersama. Ada peran teknis, penelitian, komunikasi, dan pendidikan yang bisa saling melengkapi.” Ungkap Antoni.

Dari sisi lapangan, Johan Prasetyo, Polisi Kehutanan Teladan Juara I Wana Lestari 2026 dari Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, berbagi kisah pengabdian sebagai penjaga hutan. Ia menyoroti keterbatasan personel di lapangan, di mana satu polisi kehutanan harus mengawasi area kawasan hutan yang sangat luas, sehingga peran masyarakat dan generasi muda sebagai mata dan telinga tambahan untuk pelaporan dini sangat dibutuhkan. Ia mengajak anak muda aktif melaporkan indikasi pembakaran hutan maupun perdagangan satwa liar melalui kanal resmi.

“Menjaga hutan bukan hanya tugas polisi kehutanan di rimba, melainkan panggilan nurani setiap generasi muda yang ingin memiliki masa depan di bumi ini. Jadilah generasi muda yang tanggap dan responsif: jangan diam ketika melihat tanda-tanda kejahatan hutan, segera laporkan melalui kanal resmi.” ujar Johan.

Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian kampanye “Genries Bergerak, Hutan Terjaga!”. YTTA-7 menegaskan satu pesan utama: generasi muda adalah ujung tombak perubahan dalam menjaga hutan Indonesia. Semangat persatuan yang diikrarkan para pemuda pada 1928 dimaknai ulang sebagai gerakan nyata melestarikan hutan sebagai bagian terpenting dari tanah air.

Pada akhir acara, Pusgenri memberikan penghargaan kepada Genries atas partisipasi dalam program Genries Bersuara, Genries Beraksi, dan Genries Menginspirasi. Pusgenri berharap semangat Sumpah Pemuda tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi menjadi komitmen aksi nyata yang konsisten, mulai dari lingkungan terdekat, sehingga generasi muda benar-benar menjadi ujung tombak perubahan bagi kelestarian hutan Nusantara.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panduan Praktis 5 Langkah Transisi Energi Hijau untuk Rumah Tangga

    Panduan Praktis 5 Langkah Transisi Energi Hijau untuk Rumah Tangga

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Menyingkirkan ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menggantinya dengan sumber terbarukan seperti surya, angin, serta bioenergi, sambil meningkatkan efisiensi penggunaan energi, menjadi inti perubahan tersebut. Pemerintah dan perusahaan kini berinvestasi dalam infrastruktur bersih, regulasi, dan inovasi teknologi untuk menurunkan emisi karbon serta mencapai target iklim nasional. Transisi energi hijau mengacu pada peralihan penggunaan […]

  • Sekjen Kemenhut: Pengelolaan dan Pengadaan Barang Milik Negara dan Harus Produktif dan Efisien Dukung Kinerja Pengelolaan Hutan

    Sekjen Kemenhut: Pengelolaan dan Pengadaan Barang Milik Negara dan Harus Produktif dan Efisien Dukung Kinerja Pengelolaan Hutan

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, 22 Oktober 2026 — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Mahfudz, menegaskan pentingnya penguatan tata kelola Barang Milik Negara (BMN) dan Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) untuk mendukung kinerja pembangunan kehutanan. Pengelolaan aset negara harus dikelola secara produktif, pengadaan barang jasa harus direncanakan berdasarkan kebutuhan riil, dan dilaksanakan secara efisien, untuk menghasilkan barang/jasa yang berkualitas. Hal […]

  • Kedaulatan Energi vs Impor: Bandingkan Biaya, Risiko, & Manfaat

    Kedaulatan Energi vs Impor: Bandingkan Biaya, Risiko, & Manfaat

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kedaulatan energi menekankan kemampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri, mengurangi ketergantungan pada impor, serta mengendalikan sumber daya dan infrastruktur energi. Dengan mengoptimalkan energi terbarukan dan memperkuat jaringan domestik, negara dapat menjaga keamanan pasokan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Kedaulatan energi berarti suatu negara atau wilayah berupaya memenuhi kebutuhan energinya lewat […]

  • Studi Kasus Kota Bandung: Mengatasi Krisis iklim lewat Kebijakan Hijau

    Studi Kasus Kota Bandung: Mengatasi Krisis iklim lewat Kebijakan Hijau

    • calendar_month Minggu, 1 Nov 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Krisis iklim memicu pemanasan suhu global, memunculkan cuaca ekstrem, mencairnya es di kutub, serta mengancam ketahanan pangan dan kesehatan manusia. Para ilmuwan sepakat bahwa emisi gas rumah kaca dari aktivitas manusia menjadi penyebab utama, sehingga transisi ke energi bersih dan konservasi ekosistem menjadi langkah krusial. Krisis iklim mengacu pada perubahan drastis pola cuaca […]

  • 10 Langkah Praktis Mempercepat Transisi Energi Hijau untuk UMKM

    10 Langkah Praktis Mempercepat Transisi Energi Hijau untuk UMKM

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Pergeseran menuju sumber energi terbarukan—misalnya matahari, angin, dan biomassa—dijalankan untuk menurunkan emisi karbon dan menjaga stabilitas iklim. Upaya ini melibatkan kebijakan pemerintah, investasi teknologi bersih, serta perubahan pola konsumsi dan produksi di sektor industri. Transisi energi hijau bagi UMKM berarti mengganti sumber energi konvensional dengan alternatif yang lebih bersih, mengoptimalkan konsumsi listrik, dan […]

  • Kisah Kertas Hilang: Digitalisasi Pemerintahan yang Mempermudah Warga

    Kisah Kertas Hilang: Digitalisasi Pemerintahan yang Mempermudah Warga

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Digitalisasi pemerintahan mempercepat penyampaian layanan publik lewat platform daring, sehingga warga dapat mengakses izin, data, atau pembayaran tanpa harus datang ke kantor. Dengan mengintegrasikan data antar‑instansi, proses birokrasi menjadi lebih transparan, akurat, dan hemat biaya, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara. Digitalisasi pemerintahan mengubah proses administratif tradisional menjadi layanan berbasis daring, sehingga […]

expand_less