Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » KPU Akui Tak Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran ke Diknas

KPU Akui Tak Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran ke Diknas

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA — Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui tidak melakukan verifikasi langsung ke dinas pendidikan atau kementerian terkait untuk memastikan dokumen persyaratan pendidikan Gibran Rakabuming Raka saat ditetapkan sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024. Hal tersebut terungkap dalam persidangan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (23/9/2026) malam.

Pernyataan itu disampaikan Ketua KPU Mochammad Afifuddin ketika menjawab pertanyaan Hakim Konstitusi Saldi Isra dalam perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026. Saldi secara khusus menanyakan apakah KPU pernah mendatangi dinas pendidikan untuk melakukan verifikasi terkait Surat Keterangan Penyetaraan ijazah yang menjadi salah satu dokumen persyaratan pendidikan Gibran.

“Saya ingin dialog saja nih Pak Afif, dulu ketika ada soal persyaratan pendidikan untuk calon ya, terutama yang dipersoalkan oleh Pemohon, apakah KPU juga datang ke diknas?” tanya Saldi dalam persidangan.

Afifuddin menjawab bahwa KPU tidak melakukan verifikasi langsung ke dinas pendidikan. Menurut dia, KPU saat itu telah menerima surat keterangan dari instansi yang memiliki kewenangan dan tidak ada laporan yang menjadi dasar untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Tidak, tidak datang. Karena waktu itu kan kami sudah mendapat surat keterangan. Karena juga tidak ada laporannya,” jawab Afifuddin.

Jawaban tersebut kemudian dibandingkan Saldi dengan mekanisme verifikasi yang dilakukan KPU daerah dalam penyelenggaraan Pilkada 2024. Menurut Saldi, dalam proses pencalonan kepala daerah, jajaran KPU daerah melakukan penelusuran ke sejumlah instansi untuk memastikan dokumen persyaratan calon.

“KPU daerah saja dalam pemilihan kepala daerah kan datang ke mana-mana untuk verifikasi, tapi ini KPU tidak datang ya?” ujar Saldi.

Afifuddin kembali memastikan bahwa KPU tidak melakukan langkah tersebut dalam proses verifikasi persyaratan pendidikan Gibran.

Saldi kemudian menyinggung arahan Afifuddin kepada jajaran KPU daerah dalam proses Pilkada 2024. Saat itu, menurut Saldi, Afifuddin justru meminta pemeriksaan dokumen pendidikan calon dilakukan secara rinci, termasuk menelusuri asal sekolah maupun dokumen pendidikan kesetaraan.

“Pak Afif di pemilihan kepala daerah itu malahan ngotot sekali Pak bilang ke KPU-nya, ‘tolong dicek ke mana sekolahnya? Kalau ada yang Paket C dicek di mana dikeluarkannya?’ segala macam. Nah ini makanya penting ditanyakan tadi,” kata Saldi.

Dalam persidangan, KPU menjelaskan bahwa keputusan untuk menerima dokumen pendidikan Gibran didasarkan pada keberadaan Surat Keterangan Penyetaraan yang diterbitkan dan ditandatangani pejabat dari kementerian yang memiliki kewenangan. KPU kemudian menggunakan dokumen tersebut sebagai dasar dalam menilai pemenuhan persyaratan pendidikan pencalonan.

“Karena itu dianggap keluar dari instansi yang mempunyai kewenangan, maka kami anggap benar,” ujar Afifuddin.

Sebelumnya, MK menyatakan perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 merupakan permohonan yang mempersoalkan keabsahan syarat pendidikan Gibran ketika ditetapkan sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2024. Para pemohon meminta persoalan tersebut diperiksa melalui persidangan meskipun permohonan diajukan jauh setelah batas waktu pengajuan sengketa hasil pemilu.

Dengan terungkapnya proses verifikasi tersebut, persidangan MK kini turut mendalami bagaimana KPU memastikan keabsahan dokumen persyaratan pendidikan calon pada Pilpres 2024. Pertanyaan Saldi tidak secara otomatis menyatakan bahwa dokumen pendidikan Gibran tidak sah, melainkan menggali prosedur dan dasar yang digunakan KPU ketika melakukan pemeriksaan persyaratan pencalonan.

Perkara tersebut masih berada dalam proses pemeriksaan di MK. Karena itu, kesimpulan mengenai keabsahan syarat pendidikan Gibran maupun implikasi hukumnya masih bergantung pada proses pembuktian dan pertimbangan majelis hakim konstitusi.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rosan Minta Kadin Sosialisasikan Kebijakan Investasi hingga ke Daerah

    Rosan Minta Kadin Sosialisasikan Kebijakan Investasi hingga ke Daerah

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM dan CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperluas sosialisasi kebijakan dan regulasi investasi hingga ke daerah. Rosan menilai, keterlibatan asosiasi usaha, himpunan, dan pengurus Kadin di daerah dapat membantu pelaku usaha memahami perubahan kebijakan pemerintah. Langkah ini diharapkan mempercepat pelaksanaan […]

  • Pertumbuhan ekonomi daerah

    Strategi Praktis Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Nilai produksi barang dan jasa di suatu wilayah yang meningkat dari tahun ke tahun menandakan pertumbuhan ekonomi daerah, biasanya diukur lewat perubahan PDB daerah tahunan. Faktor utama meliputi investasi, infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, serta kebijakan publik yang mendukung. Konsistensi data BPS menjadi acuan utama untuk menilai tren pertumbuhan tiap daerah. Pertumbuhan ekonomi […]

  • Enam Kali Reshuffle dalam Dua Tahun, Apa yang Sebenarnya Dicari Prabowo?

    Enam Kali Reshuffle dalam Dua Tahun, Apa yang Sebenarnya Dicari Prabowo?

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, 17 September 2026 — Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto belum genap, tetapi Kabinet Merah Putih telah mengalami enam kali perombakan. Pergantian terbaru kembali menjadi sorotan setelah Prabowo menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada 14 September 2026. Perubahan tersebut sekaligus membuat Suahasil menjadi Menteri Keuangan ketiga pada pemerintahan Prabowo, […]

  • Gus Ipul Pastikan Bantuan Pascabencana Sumatra Rp 435,3 M Mulai Disalurkan

    Gus Ipul Pastikan Bantuan Pascabencana Sumatra Rp 435,3 M Mulai Disalurkan

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, 19 September 2026 — Pemerintah mulai mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Kementerian Sosial memastikan bantuan jaminan hidup (jadup) dan bantuan isi hunian senilai total Rp435,327 miliar telah cair dan siap disalurkan kepada masyarakat melalui PT Pos Indonesia. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak bencana di enam kabupaten/kota, yakni Kota Langsa, […]

  • Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

    Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak akan gentar menghadapi tekanan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Halaman Tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026). Ia mengakui pemerintah masih menghadapi berbagai tantangan […]

  • Transisi energi hijau: fakta tersembunyi dan solusi praktis

    Transisi energi hijau: fakta tersembunyi dan solusi praktis

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Peralihan menuju sumber energi terbarukan—seperti tenaga surya, angin, dan biomassa—digantikan secara bertahap penggunaan bahan bakar fosil untuk menurunkan emisi karbon dan menstabilkan iklim. Proses ini melibatkan kebijakan pemerintah, inovasi teknologi, serta adaptasi industri dan konsumen agar sistem energi menjadi lebih bersih, terjangkau, dan berkelanjutan. Transisi energi hijau berarti beralih dari pembangkit listrik berbasis […]

expand_less