Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » Mensos mengajak RT dan RW perbaiki data penerima bansos

Mensos mengajak RT dan RW perbaiki data penerima bansos

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 1 Nov 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PURWOKERTO – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut sekitar 45 persen data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako dinilai tidak tepat sasaran. Pemerintah pun mengajak pengurus RT dan RW bersama pemerintah daerah memperbaiki data penerima bantuan sosial (bansos).

Gus Ipul mengatakan, pembenahan data menjadi langkah penting agar bantuan pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah menargetkan seluruh data sosial ekonomi terintegrasi dalam satu basis data nasional.

Upaya tersebut dilakukan melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Pengelolaan data melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS), dengan pemutakhiran melalui jalur formal mulai dari RT, RW, pemerintah desa atau kelurahan hingga BPS.

Masyarakat juga dapat mengusulkan atau menyanggah data penerima bansos melalui aplikasi Cek Bansos, pusat layanan telepon 021-171, dan WhatsApp 08877-171-171. Data yang diperbarui kemudian dikelompokkan ke dalam 10 desil berdasarkan tingkat kesejahteraan, dengan desil 1 merupakan kelompok masyarakat berpendapatan paling rendah.

Selain itu, Kementerian Sosial mengembangkan sistem Perlindungan Sosial Digital yang mengintegrasikan data penerima bantuan dengan berbagai basis data pemerintah, seperti kependudukan, pertanahan, listrik, serta BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Sistem ini juga dilengkapi verifikasi biometrik melalui pengenalan wajah untuk memastikan bantuan diterima oleh orang yang berhak.

Gus Ipul turut mengajak masyarakat membantu pemutakhiran data melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Ia menilai peran warga dan agen perlindungan sosial penting untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan agar tidak terlewat dari program bantuan.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan bahwa jumlah siswa Sekolah Rakyat di wilayahnya pada tahun ajaran 2026/2027 mencapai 323 orang. Ia juga menyoroti masih adanya warga yang mampu secara ekonomi tetapi tercatat sebagai penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan. Karena itu, ia berharap koordinasi dengan Kementerian Sosial dapat membantu meningkatkan akurasi data perlindungan sosial.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RUU Perampasan Aset Bisa Kembalikan Harta Korban Investasi Bodong, Ini Penjelasan DPR

    RUU Perampasan Aset Bisa Kembalikan Harta Korban Investasi Bodong, Ini Penjelasan DPR

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset akan mengatur mekanisme pengembalian harta hasil kejahatan kepada korban, termasuk dalam kasus investasi bodong dan penipuan. Menurut Habiburokhman, aturan tersebut diperlukan agar aset pelaku kejahatan di sektor keuangan tidak hanya dirampas untuk negara, tetapi juga dapat dikembalikan kepada masyarakat yang dirugikan. […]

  • Panduan 5 Langkah Transisi Energi Hijau: Mengapa & Cara Praktis

    Panduan 5 Langkah Transisi Energi Hijau: Mengapa & Cara Praktis

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Peralihan dari sumber energi fosil ke energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, dan biomassa, menjadi inti transisi energi hijau; langkah ini ditujukan mengurangi emisi karbon dan menjaga kelestarian lingkungan. Praktiknya melibatkan kebijakan pemerintah, investasi teknologi bersih, serta perubahan pola konsumsi di sektor industri dan rumah tangga. Transisi energi hijau berarti mengalihkan pemakaian listrik […]

  • BNI Raih Laba Rp16,1 Triliun hingga Kuartal III-2026, Naik 6,6 Persen

    BNI Raih Laba Rp16,1 Triliun hingga Kuartal III-2026, Naik 6,6 Persen

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membukukan laba bersih Rp16,1 triliun hingga kuartal III-2026, tumbuh 6,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) juga meningkat 11,6 persen menjadi Rp27,5 triliun. Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, kinerja tersebut mencerminkan ketahanan bisnis […]

  • Digitalisasi pemerintahan: strategi praktis ubah layanan publik

    Digitalisasi pemerintahan: strategi praktis ubah layanan publik

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Digitalisasi pemerintahan mempercepat layanan publik lewat integrasi data dan sistem online, sehingga warga dapat mengakses layanan 24 jam sehari dan birokrasi manual berkurang signifikan. Selain itu, proses yang terotomatisasi meningkatkan transparansi serta memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data yang lebih akurat. Digitalisasi pemerintahan memungkinkan layanan publik diproses secara elektronik, data disimpan dalam sistem terpusat, dan […]

  • Studi Kasus: Kota X Turunkan Emisi 30% Saat Krisis Iklim

    Studi Kasus: Kota X Turunkan Emisi 30% Saat Krisis Iklim

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Krisis iklim memaksa dunia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca secara mendadak, karena pemanasan global sudah menimbulkan cuaca ekstrem, kenaikan permukaan laut, dan tekanan pada ketahanan pangan. Para ilmuwan memperingatkan bahwa tanpa langkah drastis dalam dekade berikutnya, dampak‑dampaknya akan semakin parah dan sulit diatasi. Perubahan suhu rata‑rata global, mencairnya gletser, serta pola cuaca […]

  • Subsidi tepat sasaran

    Subsidi Tepat Sasaran: Apa, Batasannya, & Cara Memanfaatkannya

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Program ini menyalurkan bantuan langsung ke kelompok yang paling membutuhkan, misalnya petani kecil, UMKM, atau keluarga berpendapatan rendah, lewat verifikasi data yang ketat dan mekanisme pencairan yang transparan. Dengan begitu, dana tidak menyebar luas tanpa fokus, melainkan tepat pada sasaran yang telah teridentifikasi. Subsidi tepat sasaran memberikan bantuan keuangan kepada kelompok yang memang […]

expand_less