Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » Bahlil Ungkap RI Mau Bangun Pembangkit Nuklir di Kepulauan Riau

Bahlil Ungkap RI Mau Bangun Pembangkit Nuklir di Kepulauan Riau

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah mengkaji rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kepulauan Riau (Kepri). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menyebut rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

Bahlil mengatakan, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir. Salah satu lokasi yang sedang dikaji untuk pembangunan PLTN adalah Kepulauan Riau.

“Kita sedang studi, yang kita akan taruh di Kepri. Untuk bagaimana menjaga ketahanan energi kita, ini masih dalam perhitungan,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Senin (26/10/2026).

Ia menegaskan, rencana pembangunan tersebut masih dalam tahap kajian dan perhitungan. Karena itu, penetapan lokasi serta rencana pelaksanaannya masih perlu dimatangkan.

Pemerintah Siapkan Lokasi Pembangunan PLTN

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa pemerintah tengah berdiskusi dengan PT PLN (Persero) untuk mematangkan perencanaan pengembangan energi nuklir di Indonesia.

Menurut Yuliot, pemerintah telah menyiapkan 28 lokasi potensial untuk pembangunan PLTN. Sejumlah lokasi tambahan juga sedang dipertimbangkan, termasuk kemungkinan pengembangan pembangkit dengan konsep terapung atau floating.

“Ini kan ada 28 tapak yang sudah disiapkan tempo hari, ini ada beberapa tambahan tapak lagi yang akan segera kita tindak lanjuti,” kata Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Penyiapan lokasi sejak dini dinilai penting karena pembangunan PLTN membutuhkan proses panjang, mulai dari perencanaan hingga konstruksi.PLTN Ditargetkan Beroperasi pada 2032–2034

Pemerintah menargetkan Indonesia memiliki PLTN dengan kapasitas minimal 500 megawatt (MW) yang terhubung ke jaringan listrik nasional atau on-grid pada periode 2032–2034.

Yuliot menjelaskan, pembangunan PLTN diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga 10 tahun. Dengan target tersebut, pemerintah perlu mulai mematangkan perencanaan dan penyiapan lokasi dari sekarang.

“Di RUPTL kita tahun 2032–2034 minimal kita sudah memiliki 500 MW yang on-grid. Karena sudah ada target waktu, dari sekarang kita juga harus menyiapkan tapak untuk PLTN itu sendiri,” ujarnya.

PLTN Dinilai Dapat Mendukung Pasokan Listrik Skala Besar. Yuliot menilai pengembangan energi nuklir diperlukan untuk mendukung kebutuhan listrik di wilayah yang membutuhkan pasokan daya dalam jumlah besar dan stabil.

Menurut dia, pemenuhan kebutuhan listrik tidak selalu dapat mengandalkan energi baru terbarukan saja. Karena itu, pemerintah perlu mengembangkan berbagai sumber energi, termasuk nuklir, untuk menjaga ketersediaan pasokan listrik secara berkelanjutan.

Ia mencontohkan Prancis sebagai salah satu negara yang mengandalkan PLTN dalam sistem kelistrikannya. Menurut Yuliot, energi nuklir menjadi salah satu sumber utama pasokan listrik di negara tersebut.

Rencana pembangunan PLTN di Kepulauan Riau kini masih dalam tahap kajian. Pemerintah perlu mematangkan penentuan lokasi, perencanaan teknis, dan tahapan pembangunan agar target pengoperasian pembangkit nuklir nasional dapat tercapai.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dampak Tersembunyi Krisis Iklim pada Ketersediaan Air di Kota Besar

    Dampak Tersembunyi Krisis Iklim pada Ketersediaan Air di Kota Besar

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Fenomena ini mencerminkan pemanasan global yang memperparah cuaca ekstrem, kenaikan permukaan laut, serta kehilangan habitat alami. Akibatnya, sektor pertanian, kesehatan, dan ekonomi menjadi lebih rentan, menuntut aksi bersama dari pemerintah, bisnis, dan individu. Krisis iklim menandai percepatan perubahan cuaca yang melampaui kapasitas adaptasi alami dan buatan, sehingga menimbulkan kekeringan, banjir, serta suhu ekstrem […]

  • Subsidi tepat sasaran

    Strategi Praktis Subsidi Tepat Sasaran yang Mengubah Hasil Lapangan

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Subsidi tepat sasaran berfokus pada penyaluran bantuan kepada kelompok yang memang membutuhkan, sehingga manfaatnya tidak menyebar ke pihak yang tidak berhak. Pemerintah biasanya mengandalkan data kependudukan, verifikasi pendapatan, atau mekanisme kartu pintar untuk memastikan bantuan sampai pada rumah tangga berpendapatan rendah, petani kecil, atau pencari kerja. Subsidi tepat sasaran menyalurkan bantuan pemerintah langsung […]

  • Menkum Ungkap Arahan Prabowo: Regulasi Harus Sederhana, Pelayanan Publik Jangan Terhambat

    Menkum Ungkap Arahan Prabowo: Regulasi Harus Sederhana, Pelayanan Publik Jangan Terhambat

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengungkap arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyederhanakan regulasi dan menghapus aturan yang tidak lagi diperlukan. Langkah tersebut dinilai penting agar pembangunan nasional dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat oleh prosedur birokrasi yang rumit. Arahan itu disampaikan Supratman saat membuka Forum Nasional Pembangunan Hukum di Aula Kementerian Hukum, Jakarta […]

  • Cara Cek NIK Penerima BSU Kemnaker Rp900 Ribu, Ini Status Terbarunya

    Cara Cek NIK Penerima BSU Kemnaker Rp900 Ribu, Ini Status Terbarunya

    • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Cara cek NIK penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) Kemnaker sebesar Rp900 ribu mulai dicari pekerja menjelang akhir 2026. Bantuan tersebut direncanakan untuk periode Oktober hingga Desember 2026, dengan nominal Rp300 ribu per bulan yang berpotensi dibayarkan sekaligus. Namun, hingga 24 Oktober 2026, pekerja masih perlu menunggu pengumuman resmi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terkait mekanisme […]

  • Panduan Praktis 5 Langkah Reduksi Jejak Karbon di Krisis Iklim

    Panduan Praktis 5 Langkah Reduksi Jejak Karbon di Krisis Iklim

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kenaikan suhu global dipicu oleh emisi gas rumah kaca dari pembakaran fosil, deforestasi, dan praktik pertanian intensif. Akibatnya, cuaca ekstrem, naiknya permukaan laut, dan hilangnya keanekaragaman hayati semakin memperparah tekanan pada ekosistem serta masyarakat. Mengurangi emisi, melindungi hutan, dan beralih ke energi terbarukan menjadi langkah paling mendesak untuk menahan laju perubahan. Krisis iklim […]

  • 5 Langkah Praktis Mempercepat Transisi Energi Hijau untuk UMKM

    5 Langkah Praktis Mempercepat Transisi Energi Hijau untuk UMKM

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Transisi energi hijau berarti mengalihkan sumber daya energi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan serta meningkatkan efisiensi penggunaan energi. Langkah ini biasanya melibatkan investasi pada tenaga surya, angin, dan bioenergi, sambil mengurangi emisi karbon secara bertahap. Pada praktiknya, kebijakan pemerintah, insentif fiskal, dan inovasi teknologi menjadi pendorong utama keberhasilannya. Transisi energi hijau […]

expand_less