Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » Airlangga ke Prabowo Ekonomi RI Tumbuh 5,45 Persen , Disebut Tertinggi di G20

Airlangga ke Prabowo Ekonomi RI Tumbuh 5,45 Persen , Disebut Tertinggi di G20

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45 persen kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurut Airlangga, capaian tersebut didukung kinerja investasi dan sektor produktif, serta berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global.

Dalam laporan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026), Airlangga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi yang tertinggi di antara negara-negara anggota G20 dan termasuk salah satu yang tertinggi di ASEAN.

“Ekonomi dan stabilitas sektor riil, ini ekonomi kita terus tumbuh di atas 5 persen, yaitu 5,45 persen, di mana ini lebih tinggi dari global rata-rata yang 3 persen. Dan kita di sini tertinggi di G20, Pak Presiden, dan juga salah satu yang tertinggi di ASEAN,” ujar Airlangga.

Ia juga memaparkan sejumlah indikator yang menggambarkan kondisi sektor industri, perdagangan, konsumsi, dan ketenagakerjaan nasional.

Indeks Manajer Pembelian atau Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur tercatat naik menjadi 52,4, berada di atas ambang batas 50 yang menunjukkan ekspansi. Sementara itu, indeks kepercayaan konsumen mencapai 118,1 dan rasio gini tercatat membaik menjadi 0,368.

Airlangga turut menyampaikan tingkat pengangguran berada di angka 4,65 persen, yang disebutnya sebagai level terendah sejak 1994. Adapun neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus sebesar 7,25, sebagaimana disampaikan dalam laporan tersebut.

Defisit APBN dan Stabilitas Perbankan Tetap Dijaga

Selain pertumbuhan ekonomi, Airlangga melaporkan upaya pemerintah menjaga disiplin fiskal dan stabilitas sistem keuangan. Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) disebut berada di level 1,24 persen dan masih sesuai dengan arah yang direncanakan pemerintah.

Dari sisi moneter, Airlangga mengapresiasi keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75 persen. Sementara itu, imbal hasil surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun tercatat sebesar 7,21 persen.

Ia juga menyampaikan cadangan devisa Indonesia mencapai 146,3 miliar, yang dinilai cukup untuk membiayai kebutuhan impor selama 6,5 bulan.

Di sektor perbankan, kredit tercatat tumbuh 13,65 persen, sedangkan dana pihak ketiga meningkat 10,94 persen. Rasio kecukupan modal perbankan mencapai 24,10 persen dan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) berada di level 2,11 persen.

Menurut Airlangga, indikator tersebut menunjukkan kondisi perbankan masih solid di tengah upaya menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah Siapkan Insentif Perumahan dan Ketenagakerjaan

Dalam laporannya, Airlangga juga memaparkan sejumlah kebijakan yang disiapkan pemerintah untuk mendukung sektor perumahan dan ketenagakerjaan.

Salah satunya adalah rencana melanjutkan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk rumah dengan harga di atas Rp2 miliar hingga maksimal Rp5 miliar, sesuai skema yang disampaikan dalam sidang kabinet.

Pemerintah juga membahas relaksasi iuran program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan Jaminan Kematian (JKM), tambahan manfaat jaminan ketenagakerjaan, serta dukungan bagi program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendukung akses masyarakat terhadap hunian sekaligus memperkuat perlindungan pekerja.

Standar Kadar Emas Perhiasan Ikut Dibahas

Selain perumahan dan ketenagakerjaan, pemerintah turut membahas penyesuaian standar kadar emas pada sektor industri perhiasan.

Airlangga menyampaikan adanya pembahasan perubahan standar kadar emas dari 99,99 persen menjadi 99,9 persen agar sesuai dengan standar industri yang disebutkan dalam laporan pemerintah.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk mendukung sektor industri, di tengah upaya menjaga pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional.

Laporan Airlangga kepada Prabowo mencakup berbagai indikator ekonomi, mulai dari pertumbuhan, perdagangan, ketenagakerjaan, hingga kondisi perbankan. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah kebijakan sektoral yang diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kedaulatan Energi: Apa Tantangannya dan Solusi Praktis untuk Indonesia

    Kedaulatan Energi: Apa Tantangannya dan Solusi Praktis untuk Indonesia

    • calendar_month Selasa, 3 Nov 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Secara umum, kedaulatan energi berarti kemampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan energi secara mandiri tanpa tergantung pada pasokan luar. Hal ini biasanya dicapai lewat pengembangan sumber energi dalam negeri—seperti batu bara, gas, tenaga surya, atau tenaga angin—serta kebijakan yang mengoptimalkan infrastruktur dan teknologi lokal. Dengan begitu, negara dapat mengontrol harga, meningkatkan keamanan pasokan, […]

  • Kemenhut Ajak Mahasiswa Ambil Peran dalam Menjaga Hutan

    Kemenhut Ajak Mahasiswa Ambil Peran dalam Menjaga Hutan

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bogor, 18 Oktober 2026 — Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri)mengajak mahasiswa kehutanan di seluruh Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam menjawab tantangan lingkungan dan kehutanan, mulai dari perubahan iklim, kebakaran hutan dan lahan, hingga pelestarian keanekaragaman hayati. Melalui agenda Seminar Nasional di Institut Pertanian Bogor (IPB), mahasiswa didorong untuk tidak […]

  • Airlangga Ungkap Penyebab Impor Indonesia Naik Hampir 20 Persen

    Airlangga Ungkap Penyebab Impor Indonesia Naik Hampir 20 Persen

    • calendar_month Selasa, 3 Nov 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan nilai impor Indonesia meningkat hampir 20 persen sepanjang Januari-September 2026. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya kebutuhan bahan baku, bahan penolong, serta barang modal untuk mendukung aktivitas ekonomi dan produksi dalam negeri. Airlangga menyampaikan, nilai impor Indonesia mencapai 210,63 miliar dolar AS atau tumbuh 19,67 persen […]

  • Dari Kebun Kecil ke Portofolio: Cerita Investasi Hijau yang Menguntungkan

    Dari Kebun Kecil ke Portofolio: Cerita Investasi Hijau yang Menguntungkan

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Menanamkan modal pada proyek yang mendukung keberlanjutan lingkungan, seperti energi terbarukan atau pengelolaan limbah, disebut investasi hijau. Pendekatan ini tidak hanya memberi peluang pertumbuhan finansial, tetapi juga membantu mengurangi jejak karbon serta mempercepat transisi ke ekonomi berkelanjutan. Investasi hijau mengacu pada penanaman modal pada proyek‑proyek yang menurunkan dampak lingkungan sekaligus menghasilkan pendapatan, misalnya […]

  • Ilustrasi program subsidi tepat sasaran meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara efisien

    7 Contoh Praktis Subsidi Tepat Sasaran yang Tingkatkan Kesejahteraan

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Program subsidi tepat sasaran berupaya menyalurkan bantuan langsung ke kelompok yang memang membutuhkan, seperti keluarga berpendapatan rendah atau petani skala kecil. Dengan memanfaatkan data verifikasi dan mekanisme digital, pemerintah dapat meminimalisir kebocoran serta meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran. Subsidi tepat sasaran menyalurkan bantuan langsung ke rumah tangga atau kelompok yang memang berada di bawah ambang […]

  • 5 Langkah Praktis Menghadapi Krisis Iklim yang Terbukti Efektif

    5 Langkah Praktis Menghadapi Krisis Iklim yang Terbukti Efektif

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Perubahan iklim yang semakin cepat, dipicu oleh peningkatan emisi gas rumah kaca, kini disebut krisis iklim karena dampaknya yang meluas pada suhu, pola cuaca, dan keanekaragaman hayati. Akibatnya, fenomena cuaca ekstrem seperti banjir, kebakaran hutan, dan gelombang panas menjadi lebih intens dan sering terjadi, mengancam ketahanan pangan serta kesehatan masyarakat. Ketika suhu rata‑rata […]

expand_less