Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » NasDem Dorong Ambang Batas Parlemen 7 Persen, Ingin DPR Diisi 9 Partai

NasDem Dorong Ambang Batas Parlemen 7 Persen, Ingin DPR Diisi 9 Partai

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Wacana perubahan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold kembali mencuat dalam pembahasan sistem Pemilu 2029. Di tengah belum adanya ketentuan baru untuk Pemilu 2029, Partai NasDem menyampaikan usulan agar ambang batas parlemen ditetapkan sebesar 7 persen.

Ketua DPP Partai NasDem Sugeng Suparwoto mengatakan angka 7 persen merupakan sikap yang selama ini pernah didorong partainya. Menurut dia, ambang batas parlemen berkaitan dengan upaya menyederhanakan jumlah partai politik yang memiliki kursi di DPR.

“Kalau kami justru berpendapat, PT itu kalau bisa 7 persen, kan dari dulu kita memang ingin 7 persen,” kata Sugeng kepada wartawan.

Sugeng yang juga Ketua Komisi VII DPR RI berpandangan bahwa penyederhanaan partai politik perlu menjadi bagian dari desain sistem kepemiluan. Ia menilai keberadaan ambang batas dapat mendorong partai-partai dengan gagasan atau platform yang serupa untuk tidak terlalu banyak berdiri secara terpisah.

“Supaya, mohon maaf, kita harus realistis, tidak semua orang lantas bikin partai politik sedemikian rupa ya. Kalau memang satu ide, satu ideologi, satu platform, kenapa nggak jadi satu saja?” ujarnya.

Dalam pandangannya, jumlah partai politik yang berada di parlemen juga tidak perlu terlalu banyak. Sugeng menyebut angka sembilan partai sebagai jumlah yang menurutnya dapat merepresentasikan beragam gagasan dan aspirasi masyarakat.

“Kalau ditanya idealnya berapa, menurut saya ya sembilan partai saja, dengan berbagai separasi ide gagasan, cukup sembilan partai,” kata Sugeng.

Usulan NasDem tersebut muncul ketika aturan mengenai ambang batas parlemen untuk Pemilu 2029 memang masih menjadi bagian dari pembahasan perubahan sistem pemilu. Mahkamah Konstitusi melalui Putusan Nomor 116/PUU-XXI/2023 tidak serta-merta menghapus ambang batas 4 persen. MK menyatakan ketentuan tersebut tetap berlaku untuk Pemilu DPR 2024, sedangkan untuk Pemilu 2029 dan pemilu berikutnya harus dilakukan perubahan terhadap norma serta besaran ambang batas parlemen.

Dalam putusan tersebut, MK juga memberikan sejumlah parameter yang perlu diperhatikan pembentuk undang-undang. Perubahan ambang batas harus menjaga proporsionalitas sistem pemilu, terutama agar jumlah suara yang tidak dapat dikonversi menjadi kursi DPR tidak semakin besar. Pada saat yang sama, perubahan tersebut tetap diarahkan untuk mendorong penyederhanaan partai politik dan harus selesai sebelum tahapan Pemilu 2029 dimulai.

Perdebatan mengenai besaran angka ambang batas pun terus berkembang. Dalam proses pengujian UU Pemilu pada 2026, MK mencatat adanya wacana di parlemen mengenai sejumlah angka, mulai dari mempertahankan 4 persen hingga menaikkannya menjadi 5 persen, 7 persen, bahkan 8 persen.

Dengan demikian, usulan 7 persen yang disampaikan NasDem menjadi salah satu posisi politik dalam perdebatan mengenai desain ambang batas parlemen menuju Pemilu 2029. Pembahasan selanjutnya akan menentukan bagaimana menyeimbangkan agenda penyederhanaan sistem kepartaian dengan prinsip keterwakilan suara pemilih di DPR.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pak Budi Transformasi Usaha Kecil: Rahasia Transisi Energi Hijau

    Pak Budi Transformasi Usaha Kecil: Rahasia Transisi Energi Hijau

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Ini berarti menggeser ketergantungan pada minyak, batu bara, dan gas ke energi terbarukan yang lebih bersih. Tujuannya adalah menurunkan emisi karbon, meningkatkan ketahanan energi, serta menciptakan lapangan kerja hijau bagi generasi mendatang. Transisi energi hijau mengacu pada peralihan sumber daya listrik usaha dari pembangkit berbahan bakar fosil ke alternatif yang lebih bersahabat dengan […]

  • Mengungkap Fakta Subsidi Tepat Sasaran: Data, Tantangan, Solusi

    Mengungkap Fakta Subsidi Tepat Sasaran: Data, Tantangan, Solusi

    • calendar_month Minggu, 1 Nov 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Subsidi tepat sasaran berarti bantuan keuangan atau barang diberikan kepada kelompok yang paling membutuhkan, biasanya melalui mekanisme verifikasi data penduduk dan kriteria ekonomi. Pendekatan ini bertujuan meminimalkan kebocoran dana serta meningkatkan efektivitas program sosial, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh penerima yang berhak. Subsidi tepat sasaran berupaya menyalurkan bantuan ke rumah tangga atau […]

  • Transisi energi hijau: Jawaban Lengkap Tantangan & Solusi Praktis

    Transisi energi hijau: Jawaban Lengkap Tantangan & Solusi Praktis

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Proses peralihan dari sumber energi berbasis fosil ke energi terbarukan—seperti surya, angin, dan bioenergi—menjadi inti upaya menurunkan emisi karbon. Biasanya melibatkan kebijakan pemerintah, investasi infrastruktur, serta adopsi teknologi efisien untuk menjamin pasokan listrik yang berkelanjutan dan terjangkau. Peralihan dari pembangkit berbahan bakar fosil ke sumber yang dapat diperbaharui—seperti panel surya, turbin angin, dan […]

  • Generasi Muda DIY Bergerak Jaga Merapi melalui Aksi dan Inovasi Forest Youthverse Resilience Summit

    Generasi Muda DIY Bergerak Jaga Merapi melalui Aksi dan Inovasi Forest Youthverse Resilience Summit

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Yogyakarta, 18 September 2026. Kementerian Kehutanan (Kememhut) melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri), Badan P2SDM, bersama Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta menggelar Forest Youthverse Resilience Summit Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mengusung tema “Forest Guardians of Merapi: Youth in Action Against Cold Lava Floods”, kegiatan ini mendorong generasi muda menjadi aktor aktif dalam menjaga ekosistem […]

  • Gibran: Kalau Saya Enggak Lulus SMA, Enggak Mungkin Bisa Kuliah

    Gibran: Kalau Saya Enggak Lulus SMA, Enggak Mungkin Bisa Kuliah

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    AKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka buka suara terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan mengenai ijazah atau dokumen pendidikan luar negeri yang menjadi dasar penyetaraan pendidikan setara SMA dalam sengketa syarat pencalonannya pada Pemilu 2024. Gibran menegaskan, dirinya tidak mungkin dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi apabila tidak menyelesaikan […]

  • Kemenhut Ajak Mahasiswa Ambil Peran dalam Menjaga Hutan

    Kemenhut Ajak Mahasiswa Ambil Peran dalam Menjaga Hutan

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bogor, 18 Oktober 2026 — Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri)mengajak mahasiswa kehutanan di seluruh Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam menjawab tantangan lingkungan dan kehutanan, mulai dari perubahan iklim, kebakaran hutan dan lahan, hingga pelestarian keanekaragaman hayati. Melalui agenda Seminar Nasional di Institut Pertanian Bogor (IPB), mahasiswa didorong untuk tidak […]

expand_less