BI Respons Prediksi Rupiah Tembus Rp20.000 per Dolar AS, Destry: Stabilitas Jadi Prioritas
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti merespons prediksi nilai tukar rupiah yang berpotensi menembus Rp20.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Ia menegaskan BI berkomitmen menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan pasar keuangan global.
Destry mengatakan, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih relatif baik dibandingkan negara-negara lain dalam kelompok setara. Meski demikian, pergerakan rupiah dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari permintaan dan penawaran di pasar hingga persepsi investor.
“Kalau kita lihat dari fundamental ekonomi kita, sebenarnya kita dalam kondisi yang relatif oke dibandingkan dengan peer group kita,” kata Destry kepada media di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan, sentimen global juga berpengaruh terhadap nilai tukar, salah satunya arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed. Keputusan The Fed untuk tidak menaikkan suku bunga, misalnya, dapat memberikan sentimen positif bagi pergerakan mata uang di pasar global, termasuk rupiah.
Meski menghadapi berbagai tekanan eksternal, BI memastikan stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas. Menurut Destry, stabilitas diperlukan untuk menciptakan iklim ekonomi yang kondusif sehingga sektor riil dapat tumbuh dan membuka lapangan pekerjaan.
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah pada Jumat siang berada di level Rp18.167 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 30 poin atau 0,17 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar