BULOG Gandeng TNI, Percepat dan Masifkan Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Penerima
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
- print Cetak

Dok. Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, 19 September 2026 — Perum BULOG memperkuat sinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mempercepat sekaligus memperluas penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memastikan beras bantuan yang telah disiapkan pemerintah dapat segera diterima masyarakat penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.
Penguatan kerja sama itu dilakukan menjelang peringatan HUT ke-81 TNI. Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Staf Teritorial TNI Letnan Jenderal TNI Bambang Trisnohadi di Markas Besar TNI, Cilangkap, Kamis (10/9).
Pertemuan tersebut membahas langkah memperkuat kolaborasi BULOG bersama jajaran TNI di berbagai daerah dalam mendukung percepatan penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP), terutama agar distribusi tidak berhenti pada tingkat gudang, tetapi benar-benar sampai kepada masyarakat yang menjadi sasaran program.
“BULOG siap bergerak lebih cepat dan lebih masif. Kami melihat sinergi dengan TNI sangat penting untuk memastikan Bantuan Pangan Pemerintah dapat segera diterima masyarakat di seluruh wilayah, termasuk wilayah yang membutuhkan dukungan distribusi lebih kuat,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Menurut Ahmad Rizal, keberadaan jajaran TNI di berbagai daerah dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat efektivitas distribusi, khususnya ketika diperlukan dukungan untuk menjangkau wilayah dengan tantangan logistik maupun akses yang lebih kompleks.
“Kami ingin memastikan bahwa beras yang sudah disiapkan Pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang menjadi penerima manfaat. Karena itu, koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat. BULOG tidak bisa bekerja sendiri dan TNI merupakan salah satu mitra strategis dalam memperluas jangkauan penyaluran,” lanjutnya.
Percepatan penyaluran bantuan pangan tersebut juga berkaitan dengan langkah pemerintah menghadapi potensi El Nino sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat menjelang periode Natal dan Tahun Baru 2027. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya memberikan dukungan terhadap hasil Rapat Koordinasi Terbatas terkait pangan yang membahas penguatan stok dan distribusi pangan nasional.
Dalam kebijakan tersebut, pemerintah menyetujui penambahan Bantuan Pangan untuk periode Oktober hingga Desember 2026 dengan total kuantum mencapai 1 juta ton beras. Bantuan tersebut ditujukan kepada sekitar 33,2 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang mencakup kelompok Desil 1 hingga Desil 4.
Tidak hanya bantuan pangan, pemerintah juga menyetujui penambahan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 juta ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama September 2026 hingga Maret 2027.
Upaya menjaga stabilitas pangan juga mencakup komoditas jagung. Pemerintah menambah Jagung SPHP sebanyak 150.000 ton yang diperuntukkan bagi kebutuhan peternak mikro, baik untuk usaha ayam pedaging maupun ayam petelur.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong hilirisasi beras melalui pemanfaatan sekitar 380.000 ton beras yang telah memiliki usia simpan lebih dari 10 bulan atau mengalami penurunan mutu untuk digunakan sebagai bahan baku tepung beras. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan industri dan pelaku UMKM nasional sekaligus meningkatkan pemanfaatan cadangan pangan secara produktif.
Ahmad Rizal menegaskan bahwa berbagai kebijakan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap keberlanjutan ketersediaan pangan, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.
Bagi BULOG, penguatan sinergi dengan TNI menjadi bagian dari upaya memastikan kebijakan pangan dapat diterjemahkan secara efektif di lapangan. Dengan dukungan lintas sektor, distribusi diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, menjangkau wilayah yang lebih luas, dan memastikan bantuan pangan benar-benar diterima oleh masyarakat yang menjadi penerima manfaat.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar