Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » Kemenhut Dorong Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Berbasis Agroforestri dan Ekowisata di Jawa Timur

Kemenhut Dorong Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Berbasis Agroforestri dan Ekowisata di Jawa Timur

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, 28 September 2026 — Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial (PUPS) bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur melaksanakan Safari Perhutanan Sosial pada 26–27 September 2026 di Kabupaten Malang dan Pasuruan. Kegiatan ini dilakukan untuk mendorong pengembangan usaha kelompok Perhutanan Sosial melalui potensi kopi berbasis agroforestri dan wisata pesisir yang berkelanjutan.

Safari Perhutanan Sosial menyasar sejumlah kelompok masyarakat, antara lain HKm KTH Wonosantri Abadi di Kabupaten Malang dan HKm KTH Sumber Makmur Abadi (Sumadi) di Kabupaten Pasuruan, serta lokasi pengembangan wisata pesisir di Pantai Lenggok, Desa Gajahrejo, dan Pantai Tanjung Penyu, Desa Sitiarjo, Kabupaten Malang.

“Perhutanan Sosial memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha sesuai potensi kawasan. Agroforestri dan ekowisata menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan dan ekosistemnya,” ujar Direktur Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial, Apri Dwi Sumarah, di Malang.

Di Kabupaten Pasuruan, KTH Sumadi mengembangkan kopi bernilai tinggi melalui budidaya kopi arabika varietas Typica dan Bourbon Yellow dengan pola agroforestri. Kopi ditanam bersama berbagai tanaman buah, seperti alpukat, nangka, lemon, jeruk, dan mangga. Salah satu produk yang dihasilkan adalah Kopi Sumadi dari lereng Gunung Arjuno.

Sementara itu, KTH Wonosantri Abadi di Kabupaten Malang mengembangkan usaha kopi mulai dari budidaya agroforestri hingga pengolahan hasil. Produk kopi kelompok ini dipasarkan dalam bentuk biji sangrai (roasted bean), kopi bubuk, dan kopi celup praktis (drip bag coffee).

DokPengembangan berbagai komoditas tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pendapatan dari beragam hasil usaha dalam satu kawasan. Pola agroforestri juga menjadi pendekatan untuk memadukan kegiatan ekonomi masyarakat dengan upaya menjaga tutupan vegetasi dan kelestarian hutan.

Selain pengembangan usaha kopi, Safari Perhutanan Sosial juga membahas penguatan usaha wisata pesisir dan kemitraan dengan pelaku usaha. Dalam kesempatan tersebut, Apri menekankan pentingnya penerapan prinsip ekowisata agar pengembangan destinasi tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjaga keaslian ekosistem.

“Wisata alam tidak hanya sekadar menarik banyak wisatawan. Masyarakat harus memperoleh manfaat, sementara hutan dan ekosistemnya tetap terjaga. Flora, fauna, dan keaslian kawasan harus menjadi bagian yang dilindungi dalam pengembangan wisata,” jelas Apri.

Sebagai bagian dari kegiatan, dilakukan penanaman pohon keben, salah satu jenis pohon khas hutan pantai, serta pelepasliaran 148 tukik penyu lekang dan penyu sisik bersama Bajulmati Sea Turtle Conservation. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir yang sekaligus menjadi daya tarik wisata alam.

Pengembangan usaha Perhutanan Sosial di Jawa Timur juga tercermin dari Nilai Transaksi Ekonomi (NTE) yang mencapai Rp1 triliun pada periode 2021–2026.

“Di Jawa Timur capaian Perhutanan Sosial juga luar biasa. Nilai Transaksi Ekonomi dari 2021 sampai dengan 2026 mencapai Rp1 triliun,” ujar Apri.

Capaian tersebut menunjukkan potensi ekonomi masyarakat yang terus berkembang dan perlu diperkuat melalui pendampingan usaha, kemitraan, serta pengelolaan kawasan yang berkelanjutan.

Melalui Safari Perhutanan Sosial, Kementerian Kehutanan mendorong agar akses kelola masyarakat dapat terus berkembang menjadi usaha produktif, mulai dari budidaya, pengolahan hasil, hingga jasa lingkungan berbasis wisata alam. Penguatan kemitraan dan tindak lanjut kegiatan diharapkan dapat memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengesampingkan fungsi ekologis kawasan.

Dengan demikian, Perhutanan Sosial tidak hanya menjadi akses masyarakat dalam mengelola kawasan hutan, tetapi juga ruang tumbuhnya usaha produktif yang mendukung hutan lestari dan masyarakat sejahtera.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transisi energi hijau: Praktik Lapangan Turunkan Emisi 30% setahun

    Transisi energi hijau: Praktik Lapangan Turunkan Emisi 30% setahun

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Peralihan sistem energi dari bahan bakar fosil ke sumber terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan biomassa, sambil meningkatkan efisiensi serta mengurangi emisi karbon, menjadi inti dari transisi energi hijau. Proses ini biasanya melibatkan kebijakan pemerintah, investasi infrastruktur, dan perubahan perilaku konsumen, sehingga membantu mencapai target iklim global dan memperkuat ketahanan energi. Transisi energi […]

  • Kisah Pak Budi Capai Kedaulatan Energi dengan Panel Surya

    Kisah Pak Budi Capai Kedaulatan Energi dengan Panel Surya

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Secara umum, kedaulatan energi berarti sebuah negara dapat memenuhi kebutuhan energinya melalui sumber daya domestik sekaligus mengendalikan pasokan dan harga. Hal ini biasanya dicapai dengan mengembangkan energi terbarukan, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi ketergantungan pada impor. Kedaulatan energi berarti mampu memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga tanpa tergantung pada pasokan listrik konvensional, biasanya dengan memanfaatkan […]

  • 5 Cara Praktis Tingkatkan Kedaulatan Energi lewat Teknologi Lokal

    5 Cara Praktis Tingkatkan Kedaulatan Energi lewat Teknologi Lokal

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Maksudnya, kedaulatan energi menekankan kemampuan suatu negara mengendalikan produksi, distribusi, dan konsumsi energi secara mandiri tanpa tergantung pada pihak luar. Dengan begitu, negara dapat menjamin keamanan pasokan, menstabilkan harga, serta mendorong pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Kedaulatan energi berarti Indonesia mampu memenuhi kebutuhan listriknya dengan sumber daya domestik, mengurangi ketergantungan pada […]

  • Transisi energi hijau: 5 fakta tersembunyi yang dapat ubah kebijakan

    Transisi energi hijau: 5 fakta tersembunyi yang dapat ubah kebijakan

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Peralihan ke energi hijau berarti menggantikan sumber fosil dengan tenaga terbarukan untuk menurunkan emisi karbon dan memperkuat ketahanan energi. Praktisi menekankan integrasi solar, angin, serta peningkatan efisiensi guna mencapai target iklim global. Di Indonesia, pemerintah menargetkan sekitar 23 % bauran listrik dari sumber terbarukan pada 2025. Transisi energi hijau mengacu pada pergeseran sistem energi […]

  • Subsidi tepat sasaran vs bantuan umum: 3 perbandingan pilih tepat

    Subsidi tepat sasaran vs bantuan umum: 3 perbandingan pilih tepat

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Subsidi tepat sasaran berarti bantuan keuangan atau barang yang diberikan pemerintah hanya kepada kelompok atau individu yang memang membutuhkan, biasanya lewat verifikasi data kependudukan dan kriteria ekonomi. Dengan pendekatan ini, alokasi dana dapat meminimalkan pemborosan dan memastikan manfaat sampai pada penerima yang paling rentan. Pendekatan ini biasanya dipadukan dengan sistem monitoring berbasis teknologi […]

  • Krisis Iklim dan Ancaman Tersembunyi pada Ketahanan Pangan Indonesia

    Krisis Iklim dan Ancaman Tersembunyi pada Ketahanan Pangan Indonesia

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Suasana bumi kini dipenuhi suhu yang terus meningkat, curah hujan tak menentu, dan frekuensi bencana alam yang melambatkan ekosistem. Penyebab utamanya adalah emisi gas rumah kaca dari pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan praktik pertanian intensif. Menanggulanginya memerlukan transisi energi bersih, konservasi hutan, serta kebijakan adaptasi yang terkoordinasi secara global. Krisis iklim mengubah […]

expand_less