Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » IHSG Melorot, Rupiah Menguat Rp17.887 per Dolar AS

IHSG Melorot, Rupiah Menguat Rp17.887 per Dolar AS

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Pasar keuangan Indonesia bergerak berlawanan arah pada perdagangan Rabu (7/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah, sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat justru menguat.

IHSG ditutup di level 6.146,72, turun 0,75 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Tekanan terjadi di tengah mayoritas saham yang bergerak melemah. Sebanyak 378 saham turun, 258 saham menguat, dan 157 saham stagnan.

Hampir seluruh sektor saham berada di zona merah. Sektor energi menjadi sektor dengan penurunan terdalam, yakni 1,56 persen. Berikutnya sektor siklikal atau cyclical melemah 1,21 persen dan sektor barang baku turun 1,15 persen. Satu-satunya sektor yang masih mencatat penguatan adalah sektor keuangan, meski hanya 0,02 persen.

Aktivitas perdagangan saham terbilang ramai dengan volume sekitar 48 miliar saham. Nilai transaksi mencapai Rp36 triliun dengan frekuensi sekitar 1,53 juta transaksi. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga turun menjadi sekitar Rp10.825 triliun.

Di pasar valuta asing, kondisi berbeda terlihat pada rupiah. Mengacu pada data perdagangan pasar, rupiah ditutup di level Rp17.887 per dolar AS, menguat 12 poin atau sekitar 0,07 persen dari perdagangan sebelumnya.

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai salah satu faktor yang menopang rupiah adalah kondisi cadangan devisa Indonesia yang tetap kuat. Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa pada akhir September 2026 mencapai 146,3 miliar dolar AS, relatif stabil dibandingkan 146,5 miliar dolar AS pada akhir Agustus.

Posisi tersebut setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka itu juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. Bank Indonesia menilai kondisi cadangan devisa tersebut mampu menopang ketahanan sektor eksternal sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Namun, rupiah masih menghadapi tekanan dari perkembangan geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah. Ibrahim menilai ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran belum menunjukkan tanda-tanda mereda sehingga tetap menjadi risiko bagi pasar keuangan global.

Selain itu, meningkatnya risiko gangguan terhadap jalur perdagangan dan energi di kawasan Timur Tengah dapat memicu kenaikan harga minyak dan meningkatkan tekanan terhadap negara-negara importir energi. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi sentimen investor terhadap aset-aset di pasar negara berkembang.

Sementara itu, Bank Indonesia menyatakan ketahanan eksternal Indonesia ke depan masih cukup baik. Selain ditopang cadangan devisa yang memadai, ketahanan tersebut juga didukung aliran masuk modal asing serta persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang dinilai masih menarik.

Pergerakan IHSG dan rupiah yang berlawanan pada perdagangan kali ini menunjukkan bahwa tekanan eksternal tidak serta-merta berdampak seragam terhadap seluruh instrumen keuangan. Pasar saham masih sensitif terhadap sentimen global dan pergerakan harga komoditas, sementara rupiah mendapatkan penyangga dari kondisi fundamental eksternal Indonesia yang relatif terjaga.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Data Langka: 3 Fakta Digitalisasi Pemerintahan Turunkan Korupsi Daerah

    Data Langka: 3 Fakta Digitalisasi Pemerintahan Turunkan Korupsi Daerah

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Digitalisasi pemerintahan mempercepat layanan publik dengan mengalihkan proses manual ke platform daring, sehingga warga dapat mengakses izin, pembayaran, atau data kependudukan 24 jam tanpa harus datang ke kantor. Pendekatan ini juga meningkatkan transparansi karena data tercatat secara elektronik, meminimalisir peluang korupsi, dan memudahkan analisis kebijakan lewat integrasi sistem informasi lintas‑instansi. Dengan demikian, pemerintah menjadi […]

  • Subsidi tepat sasaran

    Strategi Praktis Subsidi Tepat Sasaran yang Mengubah Hasil Lapangan

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Subsidi tepat sasaran berfokus pada penyaluran bantuan kepada kelompok yang memang membutuhkan, sehingga manfaatnya tidak menyebar ke pihak yang tidak berhak. Pemerintah biasanya mengandalkan data kependudukan, verifikasi pendapatan, atau mekanisme kartu pintar untuk memastikan bantuan sampai pada rumah tangga berpendapatan rendah, petani kecil, atau pencari kerja. Subsidi tepat sasaran menyalurkan bantuan pemerintah langsung […]

  • Golkar Klaim Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat Selama 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

    Golkar Klaim Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat Selama 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Partai Golkar menilai perekonomian Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Capaian tersebut disebut menjadi indikasi bahwa arah kebijakan ekonomi pemerintah berada di jalur yang tepat. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, mengatakan data yang tersedia menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif lebih tinggi […]

  • Subsidi tepat sasaran vs bantuan umum: 5 kriteria pilih yang efektif

    Subsidi tepat sasaran vs bantuan umum: 5 kriteria pilih yang efektif

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Pemerintah menyalurkan subsidi tepat sasaran agar bantuan keuangan hanya sampai pada kelompok yang paling membutuhkan, biasanya melalui pemetaan data pendapatan, wilayah, atau kebutuhan khusus. Dengan cara ini, efektivitas program meningkat dan potensi kebocoran dana dapat diminimalisir. Subsidi tepat sasaran menyalurkan dana pemerintah langsung ke kelompok atau sektor yang memang paling membutuhkan, lewat mekanisme […]

  • BMKG Peringatkan Kekeringan hingga Akhir Oktober 2026, Ini Daftar Wilayahnya

    BMKG Peringatkan Kekeringan hingga Akhir Oktober 2026, Ini Daftar Wilayahnya

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami kekeringan hingga akhir Oktober 2026. Peringatan tersebut terbagi dalam tiga kategori, yakni Awas, Siaga, dan Waspada. BMKG mencatat sekitar 75 persen wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau. Berdasarkan pemantauan untuk Dasarian III Oktober, atau periode 21–31 Oktober 2026, sejumlah daerah […]

  • Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Istana untuk Rapat Dewan Energi Nasional

    Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Istana untuk Rapat Dewan Energi Nasional

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Sejumlah menteri yang tergabung dalam DEN hadir dalam rapat yang membahas berbagai persoalan energi nasional tersebut. Beberapa menteri yang terlihat tiba di kompleks Istana antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala […]

expand_less