Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » BRI Kukuhkan 35 Jurnalis Penerima Beasiswa S2 melalui Fellowship Journalism 2026

BRI Kukuhkan 35 Jurnalis Penerima Beasiswa S2 melalui Fellowship Journalism 2026

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengukuhkan 35 jurnalis penerima beasiswa pascasarjana melalui program BRI Fellowship Journalism 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung peningkatan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.

Pengukuhan tersebut berlangsung dalam acara Inaugurasi BRI Fellowship Journalism 2026 di Bandung, Jumat (30/10). Kegiatan ini sekaligus menandai berakhirnya rangkaian program beasiswa yang memberikan kesempatan kepada para jurnalis untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2).

BRI Fellowship Journalism merupakan salah satu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli di bidang pendidikan. Melalui program ini, BRI berupaya memperkuat kapasitas jurnalis sekaligus mendorong terciptanya ekosistem media yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan program tersebut tidak sekadar memberikan kesempatan memperoleh beasiswa, tetapi juga menjadi sarana bagi jurnalis untuk mengembangkan diri, memperluas wawasan, dan meningkatkan kualitas karya jurnalistik.

“Kami ingin program ini menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan perspektif nasional dan daerah serta jurnalis dari berbagai platform dan latar belakang ruang redaksi. Sejak awal penyelenggaraannya, BRI Fellowship Journalism memiliki komitmen untuk mendukung penguatan ekosistem media dan mendorong terwujudnya jurnalisme yang berkualitas,” ujar Dhanny.

Program beasiswa bagi jurnalis ini telah dijalankan BRI sejak 2013 melalui Beasiswa Jurnalis Cerdas. Pada 2022, program tersebut kemudian dikembangkan dan berganti nama menjadi BRI Fellowship Journalism.

Dalam pelaksanaannya tahun ini, sebanyak 16 mentor yang terdiri dari pemimpin redaksi dan jurnalis senior turut memberikan pendampingan kepada para peserta.

Salah satu penerima beasiswa, Bayu Mahesa Subagdja, jurnalis iNews, mengaku bersyukur dapat memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana melalui program tersebut.

Ia berharap BRI dapat terus menjalankan program beasiswa ini sehingga semakin banyak jurnalis yang mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan pendidikan dan kompetensinya.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BRI atas beasiswa pascasarjana yang diberikan. Melalui beasiswa ini, saya dapat mewujudkan salah satu cita-cita untuk menempuh pendidikan yang lebih baik. Saya berharap BRI dapat terus konsisten menyelenggarakan BRI Fellowship Journalism agar semakin banyak jurnalis memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan meningkatkan kapasitasnya di bidang jurnalistik,” kata Bayu.

Apresiasi serupa disampaikan Insi Nantika, jurnalis Media Indonesia yang juga terpilih sebagai salah satu dari 35 penerima beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026. Ia berharap program tersebut dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak insan pers.

“Terima kasih BRI atas program yang luar biasa ini bagi insan pers. Semoga semakin banyak insan pers yang mengikuti program ini dan sukses selalu untuk BRI,” ujar Insi.

Dhanny menambahkan, BRI berharap program Fellowship Journalism dapat memberikan dampak lebih luas, tidak hanya bagi para penerima beasiswa, tetapi juga terhadap perkembangan kualitas jurnalisme di Indonesia.

Menurutnya, peningkatan kapasitas jurnalis penting untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, memperluas wawasan masyarakat, serta membangun pemahaman publik terhadap berbagai persoalan.

“Melalui BRI Fellowship Journalism, kami ingin melahirkan lebih banyak jurnalis yang tidak hanya mampu menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan perspektif yang mencerahkan, membangun pemahaman publik, serta menjadi bagian dari kemajuan bangsa. Sebab, ketika kualitas jurnalisme tumbuh, kualitas informasi publik pun meningkat, pada akhirnya masyarakat serta bangsa Indonesia yang akan merasakan manfaatnya,” pungkas Dhanny.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Santri of The Year 2026 Akan Memberi Penghargaan kepada 20 Nominasi Inspiratif Nasional

    Santri of The Year 2026 Akan Memberi Penghargaan kepada 20 Nominasi Inspiratif Nasional

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA — Islam Nusantara Center (INC) bekerja sama dengan Majelis Pesona dan didukung DPR RI akan menggelar Santri of The Year 2026, sebuah ajang penganugerahan bagi tokoh santri dan lembaga pesantren inspiratif yang telah memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026, di Graha Jalapuspita, Jakarta Pusat. Direktur […]

  • Saat Air Bersih Tak Lagi Mudah Didapat, PNM Hadir Jaga Harapan Masyarakat

    Saat Air Bersih Tak Lagi Mudah Didapat, PNM Hadir Jaga Harapan Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 3 Nov 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, 2 November 2026 – Musim kemarau tak hanya menghadirkan teriknya matahari. Bagi sebagian masyarakat, kemarau berarti sumur yang mulai mengering, sumber air yang semakin jauh dijangkau, dan aktivitas sehari-hari yang harus dilakukan dengan keterbatasan. Memasak, mencuci, hingga menjaga kebersihan keluarga menjadi tantangan ketika air bersih tidak lagi mudah didapatkan. Di tengah kondisi tersebut, satu […]

  • Studi Kasus PLTS Nusa Tenggara: Langkah Kedaulatan Energi Nyata

    Studi Kasus PLTS Nusa Tenggara: Langkah Kedaulatan Energi Nyata

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kedaulatan energi menekankan kemampuan suatu negara untuk mengelola, memproduksi, dan mendistribusikan sumber energi secara mandiri, sehingga tidak tergantung pada pasokan luar. Dengan mengoptimalkan potensi domestik—misalnya lewat pembangkit listrik tenaga air, surya, atau gas bumi—negara dapat menjamin stabilitas harga, keamanan pasokan, dan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Kedaulatan energi menekankan kemampuan suatu wilayah menghasilkan, mengelola, […]

  • Mengungkap Jejak Emisi Tersembunyi: Solusi Praktis Hadapi Krisis Iklim

    Mengungkap Jejak Emisi Tersembunyi: Solusi Praktis Hadapi Krisis Iklim

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Krisis iklim mengancam ketahanan pangan, kesehatan, dan ekonomi global, karena suhu rata‑rata bumi naik sekitar 1,1 °C sejak era pra‑industri, memicu cuaca ekstrem dan mencairnya es di kutub. Para ilmuwan sepakat bahwa emisi gas rumah kaca dari pembakaran fosil dan deforestasi menjadi penyebab utama, sehingga transisi ke energi bersih serta konservasi hutan menjadi langkah krusial. […]

  • Krisis iklim: 4 Pendekatan Praktis yang Saya Uji di Komunitas Pedesaan

    Krisis iklim: 4 Pendekatan Praktis yang Saya Uji di Komunitas Pedesaan

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Saat ini, suhu rata‑rata bumi meningkat secara konsisten, memicu cuaca ekstrem, naiknya permukaan laut, dan hilangnya keanekaragaman hayati. Akibatnya, sektor pertanian, kesehatan, serta ekonomi banyak negara mengalami tekanan berat, sehingga mitigasi emisi gas rumah kaca dan adaptasi lokal menjadi keharusan segera. Krisis iklim mengacu pada perubahan suhu, pola curah hujan, dan kejadian cuaca […]

  • Krisis iklim: Solusi Mikro di Kota yang Bisa Ubah Kebijakan Nasional

    Krisis iklim: Solusi Mikro di Kota yang Bisa Ubah Kebijakan Nasional

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Krisis iklim muncul karena peningkatan konsentrasi gas rumah kaca dari pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan pertanian intensif. Akibatnya suhu global naik, pola curah hujan berubah, dan frekuensi cuaca ekstrem meningkat, mengancam ketahanan pangan serta kesehatan manusia. Krisis iklim menandai percepatan perubahan suhu, pola hujan, dan kejadian cuaca ekstrem yang mengganggu keseimbangan ekosistem […]

expand_less