Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Australia Perketat Aturan Visa, Mahasiswa Asing Terancam Tak Bisa Bawa Pasangan dan Anak

Australia Perketat Aturan Visa, Mahasiswa Asing Terancam Tak Bisa Bawa Pasangan dan Anak

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SYDNEY – Australia memperketat kebijakan migrasinya. Pemerintah Australia akan membatasi mahasiswa asing untuk membawa pasangan dan anak selama menjalani studi di Negeri Kanguru.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari serangkaian reformasi visa yang dilakukan pemerintah Australia untuk menekan angka migrasi bersih sekaligus merespons persoalan biaya hidup dan tekanan terhadap perumahan serta layanan publik.

Namun, larangan tersebut tidak berlaku secara mutlak. Pemerintah masih memberikan pengecualian terbatas bagi mahasiswa dari kawasan Kepulauan Pasifik dan Asia Tenggara.

Target Migrasi Australia Diturunkan

Pemerintah Australia menargetkan angka migrasi bersih tahunan turun dari sekitar 300.000 orang menjadi 225.000 orang pada 2028.

Angka migrasi Australia memang melonjak setelah pandemi dan pembukaan kembali perbatasan. Migrasi bersih sempat mencapai sekitar 518.000 orang pada 2023, sebelum kemudian turun menjadi sekitar 306.000 orang pada pertengahan 2025 setelah pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan pengetatan.

Mahasiswa internasional menjadi salah satu kelompok yang berkontribusi besar terhadap arus migrasi tersebut.

Mahasiswa Asing Jadi Sasaran Pengetatan

Pemerintah Australia dalam beberapa tahun terakhir telah memperketat berbagai persyaratan bagi pemegang dan pemohon visa pelajar.

Biaya pengajuan visa pelajar juga telah meningkat tajam sejak 2022. Selain itu, pemerintah memperketat persyaratan terkait kemampuan bahasa Inggris dan kemampuan finansial bagi pemohon visa tertentu.

Aturan baru juga membatasi kesempatan mahasiswa untuk memperpanjang visa pelajar apabila mereka tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang kualifikasi yang lebih tinggi.

Dengan kebijakan terbaru mengenai anggota keluarga, mahasiswa asing yang hendak kuliah di Australia perlu mempertimbangkan kembali skema keberangkatan apabila berencana membawa pasangan atau anak.

Bukan Hanya Mahasiswa, Visa Working Holiday Juga Diperketat

Pengetatan tidak hanya menyasar sektor pendidikan internasional.

Pemerintah Australia juga akan memperkenalkan sistem undian atau ballot bagi pemegang visa working holiday yang ingin memperpanjang masa tinggalnya.

Selain itu, pemerintah memperketat penggunaan visa kunjungan. Pemegang visa tertentu yang memiliki kondisi “No Further Stay” dapat dibatasi untuk mengajukan visa substantif lain selama berada di Australia. Departemen Dalam Negeri Australia menjelaskan bahwa pemegang visa harus memeriksa kondisi visa masing-masing karena pembatasan tersebut dapat memengaruhi pilihan untuk mengajukan visa berikutnya.

Pendidikan Internasional Tetap Penting bagi Australia

Di tengah pengetatan tersebut, pendidikan internasional tetap memiliki nilai ekonomi yang besar bagi Australia.

Sektor pendidikan internasional disebut menghasilkan sekitar 53,6 miliar dollar Australia pada pertengahan 2025 dan menjadi salah satu komoditas ekspor utama negara tersebut.

Karena itu, pemerintah menghadapi kebutuhan untuk menjaga sektor pendidikan internasional tetap berjalan, sembari mengendalikan dampak pertumbuhan jumlah penduduk terhadap perumahan, transportasi dan layanan publik.

Tony Burke Bantah Kebijakan Dipicu Tekanan Politik

Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke membantah anggapan bahwa kebijakan pengetatan tersebut semata-mata dibuat karena meningkatnya dukungan terhadap partai kanan One Nation.

Menurut Burke, kebijakan tersebut merupakan bagian dari pekerjaan pemerintah untuk mengatur sistem migrasi Australia, bukan semata-mata respons terhadap perkembangan politik domestik.

Pemerintah Australia juga menyatakan langkah-langkah tersebut diperlukan untuk menjaga keberlanjutan sistem migrasi dan memastikan pertumbuhan migrasi dapat disesuaikan dengan kapasitas negara.

Bagaimana Dampaknya bagi Calon Mahasiswa dari Indonesia?

Bagi calon mahasiswa Indonesia yang berencana kuliah di Australia, perubahan ini membuat perencanaan visa dan keberangkatan keluarga menjadi semakin penting.

Mahasiswa perlu memperhatikan jenis visa yang digunakan, ketentuan mengenai anggota keluarga, serta apakah terdapat pengecualian yang berlaku bagi kewarganegaraan atau program studi tertentu.

Dengan adanya pengecualian terbatas bagi mahasiswa dari kawasan Asia Tenggara, ketentuan teknis bagi mahasiswa Indonesia menjadi bagian yang perlu dicermati sebelum mengambil keputusan studi dan mengajukan visa.

Pemerintah Australia pada akhirnya ingin menjaga keseimbangan antara kebutuhan sektor pendidikan internasional yang memberikan kontribusi ekonomi besar dan kapasitas perumahan serta layanan publik yang tersedia.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IFSRC Diluncurkan, Dorong Diplomasi People-to-People dan Dialog Peradaban Indonesia–Tiongkok

    IFSRC Diluncurkan, Dorong Diplomasi People-to-People dan Dialog Peradaban Indonesia–Tiongkok

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, 15 September 2026 — Indonesia Friends of Silk Road Club (IFSRC) resmi diluncurkan dalam Seminar Nasional dan Peluncuran Indonesia Friends of Silk Road Club (IFSRC) yang mengangkat tema “Memahami Global Civilization Initiative (GCI) dari Perspektif Hubungan Indonesia–Tiongkok”. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 15 September 2026, di Hotel Borobudur Jakarta ini diselenggarakan oleh Sino-Nusantara Institute, sebuah […]

  • Kisah Budi: Dari Lampu Lilin ke Transisi energi hijau Hemat Listrik

    Kisah Budi: Dari Lampu Lilin ke Transisi energi hijau Hemat Listrik

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Pergeseran ke energi hijau berarti menggantikan bahan bakar fosil dengan sumber terbarukan seperti surya, angin, dan biomassa, sekaligus meningkatkan efisiensi serta menurunkan emisi karbon. Upaya ini biasanya melibatkan kebijakan pemerintah, investasi infrastruktur, dan perubahan perilaku konsumen untuk mempercepat pencapaian target iklim global. Bergerak dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil ke sumber yang memanfaatkan […]

  • Subsidi tepat sasaran

    Subsidi tepat sasaran: 5 Pelajaran Lapangan untuk Kebijakan Efektif

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Program ini dirancang agar bantuan keuangan hanya sampai kepada rumah tangga atau usaha yang memang membutuhkan, biasanya lewat verifikasi data kependudukan dan kriteria pendapatan. Dengan menyesuaikan besaran bantuan pada kondisi riil penerima, efeknya menjadi lebih efisien dan mengurangi pemborosan anggaran. Praktiknya, contoh Kartu Prakerja atau Bantuan Sosial COVID‑19 menunjukkan cara penerapan yang mengutamakan keakuratan data. Subsidi […]

  • Survei Poltracking Oktober 2026: Gerindra Unggul 22,9%, PDIP 13,4%, Golkar 9,1%

    Survei Poltracking Oktober 2026: Gerindra Unggul 22,9%, PDIP 13,4%, Golkar 9,1%

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menempati posisi teratas dalam survei elektabilitas partai politik yang dilakukan Poltracking Indonesia pada akhir September hingga awal Oktober 2026. Gerindra mencatat elektabilitas sebesar 22,9%, unggul dari PDI Perjuangan (PDIP) yang memperoleh 13,4% dan Partai Golkar sebesar 9,1%. Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid, menyampaikan hasil survei tersebut […]

  • Panduan Praktis 5 Langkah Digitalisasi Pemerintahan untuk Instansi

    Panduan Praktis 5 Langkah Digitalisasi Pemerintahan untuk Instansi

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Digitalisasi pemerintahan mempercepat layanan publik dengan mengintegrasikan data dan proses ke platform online, sehingga warga dapat mengakses informasi, mengajukan permohonan, atau melaporkan masalah kapan saja tanpa harus datang ke kantor. Pendekatan ini juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, karena setiap transaksi tercatat secara elektronik dan dapat dipantau oleh auditor maupun masyarakat. Dengan begitu, birokrasi […]

  • Mengoptimalkan Subsidi tepat sasaran: 5 Langkah Praktis dari Lapangan

    Mengoptimalkan Subsidi tepat sasaran: 5 Langkah Praktis dari Lapangan

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Program subsidi tepat sasaran berupaya menyalurkan bantuan langsung ke kelompok yang paling membutuhkan, seperti petani kecil atau keluarga berpendapatan rendah, melalui verifikasi data yang ketat. Dengan meminimalisir kebocoran dana, kebijakan ini diharapkan meningkatkan efisiensi anggaran negara dan mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif. Subsidi tepat sasaran mengacu pada alokasi dana atau bantuan yang diarahkan secara […]

expand_less