Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » Anggaran Pengawasan MBG Dipangkas, BPOM Hanya Dapat Rp509 Miliar

Anggaran Pengawasan MBG Dipangkas, BPOM Hanya Dapat Rp509 Miliar

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 23 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Anggaran pengawasan keamanan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diajukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sekitar Rp1,2 triliun ternyata tidak sepenuhnya disetujui. Pemerintah hanya menyetujui anggaran sebesar Rp509 miliar untuk mendukung pengawalan keamanan pangan dalam program tersebut.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, anggaran Rp509 miliar itu merupakan bagian dari kebutuhan yang sebelumnya diajukan BPOM untuk mengawal keamanan pangan MBG.

“Seingat saya itu Rp1,2 triliun khusus untuk pengawalan makan bergizi gratis. Tapi akhirnya yang disetujui Rp509 miliar,” kata Taruna dalam doorstop bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Taruna menjelaskan, BPOM sebelumnya mengajukan total anggaran sekitar Rp4,7 triliun. Dari jumlah tersebut, lebih dari Rp1 triliun dialokasikan untuk kebutuhan tugas dan fungsi pengawalan keamanan pangan, termasuk pelaksanaan pengawasan dalam program MBG.

Namun, kebutuhan anggaran BPOM untuk pelaksanaan tugas dan fungsi secara lebih luas yang diajukan sekitar Rp1,6 triliun juga tidak seluruhnya disetujui. Hanya sekitar Rp115 miliar yang akhirnya mendapatkan persetujuan.

“Jadi kesimpulannya yang Rp509 miliar yang diberikan pengawalan Badan POM itu adalah memang hasil dari pengajuan kami tapi tidak 100 persen disetujui,” ujar Taruna.

Meski mendapatkan anggaran lebih rendah dari usulan, BPOM memastikan pengawasan keamanan pangan MBG tetap dilakukan. Pengawasan tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari keamanan bahan baku, proses pengolahan, pengelolaan, distribusi, hingga penyajian makanan kepada penerima manfaat.

BPOM juga menyiapkan sistem surveilans melalui pengambilan sampel makanan. Dari sekitar 27.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), BPOM memperkirakan kebutuhan sampel mencapai sekitar 41.150 sampel.

Pengambilan sampel tersebut diperlukan untuk mendukung upaya pencegahan sekaligus penelusuran apabila terjadi kejadian luar biasa, termasuk kasus keracunan pangan.

Pengawasan tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis, termasuk ketentuan mengenai pengawasan keamanan pangan. BPOM sebelumnya juga telah menyatakan bahwa pengawasan keamanan pangan MBG dilakukan dari dapur produksi hingga makanan diterima oleh penerima manfaat.

Di sisi lain, Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BPOM untuk membahas kebutuhan pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG.

Menurut Sudaryono, anggaran Rp509 miliar tersebut nantinya akan dibicarakan mengenai pembagian dan penggunaannya agar pengawasan keamanan pangan MBG tetap berjalan tanpa mengurangi tugas pokok BPOM di luar program tersebut.

“Dari Rp509 miliar anggaran BPOM tadi, secara arif nanti akan kami bicarakan porsi-porsinya tanpa juga mengurangi kewajiban tugas pokok dari BPOM itu sendiri di luar pengawalan keamanan pangan di luar program MBG,” kata Sudaryono.

Sudaryono menilai pengawasan keamanan pangan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MBG. Makanan yang diberikan kepada masyarakat, menurutnya, harus memenuhi standar keamanan sejak bahan baku hingga proses pengolahan dan penyajian.

Dalam pelaksanaannya, BGN juga memperketat persyaratan bagi dapur SPPG. Salah satu persyaratan yang menjadi perhatian adalah kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

BGN pada 16 September 2026 menyatakan telah melakukan suspend terhadap 1.276 SPPG yang belum memenuhi ketentuan SLHS. Sebelumnya, BGN juga mengumumkan penutupan sementara terhadap 1.999 dapur SPPG yang belum mendaftarkan SLHS.

Namun, Sudaryono menegaskan bahwa keamanan pangan tidak cukup hanya dengan memastikan dapur memiliki sertifikat. Pengawasan juga membutuhkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penerapan standar keamanan pangan dalam setiap tahapan produksi.

Karena itu, BGN akan memanfaatkan keahlian BPOM dalam memberikan pelatihan mengenai keamanan pangan, termasuk pengelolaan rantai pasok dan proses pengolahan makanan.

“Ini saya kira expert-nya ada di BPOM, dan kami akan lebih banyak menginduk cara-cara yang memang cara pangan yang aman yang memang itu ekspertisnya ada di BPOM,” kata Sudaryono.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek Rp2,8 Triliun di Bogor Dimulai, 500 Ribu Ton Sampah per Tahun Diubah Jadi Listrik

    Proyek Rp2,8 Triliun di Bogor Dimulai, 500 Ribu Ton Sampah per Tahun Diubah Jadi Listrik

    • calendar_month 22 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BOGOR – Persoalan sampah di wilayah Bogor memasuki babak baru. Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Galuga, Kabupaten Bogor, resmi memasuki tahap pembangunan dengan nilai investasi mencapai Rp2,8 triliun. Fasilitas yang dikembangkan Danantara melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) tersebut ditargetkan mampu mengolah […]

  • Kuasa Usaha Malaysia untuk Indonesia, Farzamie Sarkawi (Dok. Istimewa)

    Malaysia Siap Bantu Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla Kalimantan

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, 17 September 2026 — Pemerintah Malaysia menyatakan kesiapannya untuk membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang menimbulkan kabut asap hingga melintasi wilayah perbatasan kedua negara. Komitmen tersebut disampaikan Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Farzamie Sarkawi, saat memberikan keterangan di Jakarta, Rabu, 16 September 2026. Farzamie mengatakan […]

  • Dasco Sebut Pertemuan Ketum Parpol Baru Sebatas Brainstorming RUU Pemilu

    Dasco Sebut Pertemuan Ketum Parpol Baru Sebatas Brainstorming RUU Pemilu

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan bahwa pertemuan sejumlah ketua umum (ketum) partai politik yang membahas revisi Undang-Undang Pemilu belum menghasilkan keputusan final. Menurut Dasco, pertemuan tersebut masih berada pada tahap awal berupa brainstorming atau pertukaran gagasan. Dasco mengatakan, pembicaraan para pimpinan partai politik dilakukan sebagai bagian dari persiapan sebelum fraksi-fraksi […]

  • Menlu Sugiono Wakili Prabowo di Sidang Umum PBB, Bawa Sejumlah Agenda Strategis

    Menlu Sugiono Wakili Prabowo di Sidang Umum PBB, Bawa Sejumlah Agenda Strategis

    • calendar_month 23 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono akan mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, pekan depan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang mengatakan Sugiono akan hadir dalam berbagai pertemuan tingkat tinggi sebagai ketua delegasi Indonesia. Presiden Prabowo tidak menghadiri langsung agenda […]

  • Kisah Pak Budi: Dari Lampu Pijar ke Transisi energi hijau yang Hemat

    Kisah Pak Budi: Dari Lampu Pijar ke Transisi energi hijau yang Hemat

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Peralihan ke energi hijau berarti menggantikan bahan bakar fosil dengan sumber terbarukan—seperti tenaga surya, angin, dan biomassa—serta meningkatkan efisiensi guna menurunkan emisi karbon. Upaya ini melibatkan kebijakan pemerintah, investasi teknologi, dan perubahan pola konsumsi serta produksi agar ekonomi menjadi lebih berkelanjutan. Transisi energi hijau berarti beralih dari sumber listrik berbasis fosil ke alternatif […]

  • Adik Kim Jong Un Tolak Denuklirisasi: Senjata Nuklir Korut Mutlak

    Adik Kim Jong Un Tolak Denuklirisasi: Senjata Nuklir Korut Mutlak

    • calendar_month 23 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SEOUL – Korea Utara kembali menegaskan sikapnya untuk mempertahankan persenjataan nuklir. Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menolak gagasan denuklirisasi dan menyebut status negaranya sebagai negara pemilik senjata nuklir bersifat mutlak serta tidak dapat diubah. Pernyataan tersebut disampaikan Kim Yo Jong melalui pernyataan yang dimuat media pemerintah Korea Utara, Korean […]

expand_less