Disindir Wakil PM Malaysia soal Bantuan Karhutla, Menko Dudung Sebut Prabowo Belum Bahas Tawaran
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 19 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengatakan Presiden Prabowo Subianto belum membahas tawaran bantuan dari Malaysia untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Pernyataan ini muncul setelah Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengungkapkan bahwa pemerintahnya belum menerima respons atas tawaran bantuan tersebut.
Dudung menyampaikan hal itu seusai menghadiri agenda di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10/2026) malam. Ia mengatakan tawaran bantuan dari negara lain belum menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut.
“Belum, tadi belum dibahas, belum dibahas,” ujar Dudung.
Meski demikian, Dudung menyatakan pemerintah Indonesia terus memantau tanggapan negara-negara tetangga terkait kabut asap akibat karhutla. Ia menegaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah.
“Ya memang ada ya tanggapan dari negara lain masalah kebakaran hutan ini. Tetapi kita sudah maksimal berupaya ya. Mudah-mudahan ini bisa segera dilaksanakan,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menyatakan bahwa pemerintahnya belum mendapatkan tanggapan dari Indonesia atas tawaran bantuan pemadaman karhutla di Sumatera dan Kalimantan. Kebakaran di wilayah tersebut turut memicu kabut asap yang berdampak hingga ke Malaysia.
Pemerintah Malaysia menawarkan dukungan berupa satu pesawat, tiga helikopter, dan 55 personel untuk membantu operasi pemadaman di wilayah terdampak.
Dikutip dari Sinar Harian, Minggu (11/10/2026), Ahmad Zahid mengatakan tawaran tersebut telah disampaikan saat melakukan kunjungan resmi ke Jakarta beberapa waktu sebelumnya. Dalam kunjungan itu, ia juga bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Ahmad Zahid, Badan Pengurusan Bencana Negara Malaysia (NADMA) dan Kementerian Luar Negeri Malaysia turut mengirimkan surat kepada mitra masing-masing di Indonesia untuk menindaklanjuti tawaran bantuan tersebut. Namun, hingga Minggu, pemerintah Malaysia mengaku belum memperoleh jawaban.
“Kita menawarkan dengan ikhlas, tetapi tidak ada respons untuk kita membantu mereka. Kita ucapkan terima kasih,” kata Ahmad Zahid.
Ia menambahkan, Malaysia memilih berprasangka baik dan menganggap Indonesia mungkin belum membutuhkan bantuan yang ditawarkan. Pernyataan tersebut disampaikan setelah dirinya menghadiri peluncuran Bulan Kesiapsiagaan Nasional 2026 di Pusat Konvensyen Ipoh, Malaysia.
Persoalan karhutla dan kabut asap lintas batas menjadi perhatian kedua negara karena dampaknya dapat meluas melampaui wilayah tempat kebakaran terjadi. Di tengah tawaran bantuan Malaysia, pemerintah Indonesia menyatakan upaya pemadaman terus dilakukan, sementara keputusan mengenai dukungan dari luar negeri masih menunggu pembahasan lebih lanjut.
Perkembangan ini menempatkan koordinasi antarnegara sebagai salah satu isu penting dalam penanganan karhutla, terutama ketika kebakaran berlangsung di wilayah yang sulit dijangkau dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan bagi kawasan Asia Tenggara.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar