Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » BGN Heran MBG Prasmanan Dihujat, Sebut Cuci Ompreng Bagian dari Edukasi

BGN Heran MBG Prasmanan Dihujat, Sebut Cuci Ompreng Bagian dari Edukasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menanggapi kritik publik terkait pelibatan siswa dalam mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan, termasuk mencuci ompreng atau wadah makanan. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari edukasi dan pembentukan kebiasaan positif bagi siswa.

Sudaryono mengaku heran karena praktik serupa justru mendapat respons positif ketika diterapkan di negara lain, seperti China.

“Sekarang kan di medsos ramai, ‘wah ini kok anak-anak dilibatkan’. Ya, memang begitu bagian dari edukasi kita. Kalau kita lihat di banyak negara begitu. Bahkan, kalau kita lihat di medsos juga, orang kagum sama MBG di China di mana anaknya nyuci ompreng. Sementara di sini dihujat kok nyuci ompreng,” ujar Sudaryono di Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Ia menilai inovasi MBG dengan sistem prasmanan perlu dilihat sebagai upaya mengadopsi praktik yang telah diterapkan di negara lain. Pemerintah kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kondisi di Indonesia.

Sudaryono mengatakan, penerapan konsep tersebut dilakukan melalui proses pembelajaran dari berbagai contoh keberhasilan di negara lain.

“Inovasi yang prasmanan yang kita lakukan ini sifatnya adalah benchmarking saja, kita lihat sukses success story di banyak negara seperti apa,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah mengadaptasi praktik yang dinilai berhasil agar dapat diterapkan sesuai kebutuhan program MBG di Indonesia.

“Kita copy, kemudian kita modifikasi sedikit. Sehingga harusnya sih tidak susah gitu lah, karena memang sudah ada best practice-nya,” sambung Sudaryono.

Penerapan MBG Prasmanan Perlu Persetujuan Sekolah

Meski mendorong inovasi, Sudaryono menegaskan bahwa sistem prasmanan tidak bisa diterapkan secara seragam di seluruh sekolah. Pelaksanaannya perlu mempertimbangkan kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pihak sekolah.

Menurutnya, sistem prasmanan membutuhkan persiapan tambahan karena penyajian makanan dilakukan langsung di lingkungan sekolah. Hal tersebut berpotensi menambah beban operasional bagi penyedia layanan maupun pihak sekolah.

“Karena kan prasmanan ini harus dapurnya harus mau. Mau tuh artinya dia memang bisa karena dia ada nambah sedikit kerepotan gitu. Kemudian, juga sekolahnya juga mesti mau, karena juga sekolahnya juga ada sedikit kerepotan gitu,” jelasnya.

Dengan demikian, penerapan MBG prasmanan tetap memerlukan koordinasi antara pengelola SPPG dan sekolah agar pelaksanaannya berjalan sesuai kapasitas serta tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bagaimana Mengatasi Tantangan Digitalisasi Pemerintahan di 2024?

    Bagaimana Mengatasi Tantangan Digitalisasi Pemerintahan di 2024?

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Digitalisasi pemerintahan mengubah proses administratif menjadi berbasis teknologi, sehingga layanan publik dapat diakses secara online, cepat, dan transparan. Dengan integrasi data serta sistem otomatis, pemerintah dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya operasional, dan memperkuat partisipasi warga melalui portal daring. Digitalisasi pemerintahan mempercepat proses administratif menjadi layanan daring, memadukan data terintegrasi, infrastruktur awan, serta otomatisasi […]

  • Kapolri Bertemu Menkomdigi, Polri Percepat Penindakan Judi Online hingga Love Scam

    Kapolri Bertemu Menkomdigi, Polri Percepat Penindakan Judi Online hingga Love Scam

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menegaskan komitmen Polri untuk mempercepat penindakan berbagai kejahatan digital, mulai dari penipuan daring, judi online, hingga love scam atau penipuan berkedok hubungan asmara. Komitmen tersebut disampaikan Suyudi setelah bertemu Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026). Pertemuan itu membahas penguatan kerja […]

  • Ketua KPK Minta Nusron Wahid Hadir Pemeriksaan Kasus HGB Summarecon

    Ketua KPK Minta Nusron Wahid Hadir Pemeriksaan Kasus HGB Summarecon

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto meminta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi pada Kamis (15/10/2026). Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan penyidikan dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk dan penerimaan lainnya di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Setyo menyampaikan harapan […]

  • OJK Targetkan Lima Bank Syariah Jumbo Hadir pada 2027, Siap Saingi BSI

    OJK Targetkan Lima Bank Syariah Jumbo Hadir pada 2027, Siap Saingi BSI

    • calendar_month 16 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan Indonesia memiliki tiga hingga lima bank umum syariah berskala besar yang mampu menyaingi dominasi Bank Syariah Indonesia (BSI) pada 2027. Target tersebut akan dicapai melalui konsolidasi dan pemisahan unit usaha syariah (UUS) dari bank konvensional. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan target tersebut dalam kegiatan […]

  • Mengungkap Hambatan Sembunyi Kedaulatan Energi Indonesia dan Solusinya

    Mengungkap Hambatan Sembunyi Kedaulatan Energi Indonesia dan Solusinya

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Dengan mengendalikan sumber daya dan pasokan energi dalam negeri, suatu negara dapat mengurangi ketergantungan pada impor serta menjaga stabilitas harga. Ini biasanya melibatkan pengembangan energi terbarukan, peningkatan efisiensi, serta kebijakan yang mendukung produksi lokal. Kedaulatan energi berarti sebuah negara mampu memproduksi, mendistribusikan, dan mengelola kebutuhan energi‑nya secara mandiri, tanpa tergantung pada pasokan luar. […]

  • Inflasi Tahunan Oktober 2026 Capai 3,23 Persen, Harga Pangan dan Transportasi Jadi Pendorong

    Inflasi Tahunan Oktober 2026 Capai 3,23 Persen, Harga Pangan dan Transportasi Jadi Pendorong

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia mencapai 3,23 persen pada Oktober 2026. Kenaikan harga pangan, transportasi, dan emas perhiasan menjadi sejumlah faktor utama yang mendorong inflasi. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan inflasi tersebut tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,04 pada Oktober 2025 menjadi […]

expand_less