Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » Dedi Mulyadi Alokasikan Rp273 Miliar untuk Infrastruktur Tasikmalaya

Dedi Mulyadi Alokasikan Rp273 Miliar untuk Infrastruktur Tasikmalaya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 2 Nov 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TASIKMALAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan hampir Rp300 miliar untuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan serta jembatan di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya selama 2025–2026. Anggaran tersebut digunakan untuk rekonstruksi, pelebaran, dan pemeliharaan jalan guna mendukung mobilitas masyarakat.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, anggaran untuk infrastruktur di Kabupaten Tasikmalaya mencapai Rp167 miliar selama dua tahun terakhir. Sementara itu, Pemprov Jabar mengalokasikan Rp106 miliar untuk pembangunan dan perbaikan jalan di Kota Tasikmalaya.

Di Kabupaten Tasikmalaya, salah satu proyek dengan anggaran terbesar adalah pelebaran Jalan SP 3 Pamoyanan–Suryalaya–Warudoyong yang menelan biaya Rp52 miliar pada 2026. Selain itu, terdapat pelebaran Jalan Raya Singaparna senilai Rp11 miliar dan rekonstruksi Jalan Karangnunggal–Cipatujah sebesar Rp14 miliar.

Pada 2025, Pemprov Jabar juga merekonstruksi jalan penghubung batas Kota Tasikmalaya–Kabupaten Tasikmalaya (Sukaraja)–Karangnunggal dengan anggaran Rp34 miliar. Penggantian Jembatan Citoe di ruas Karangnunggal–Cipatujah turut dilakukan dengan biaya Rp16 miliar.

Selain itu, pemerintah provinsi mengalokasikan Rp13 miliar untuk penanganan akses jalan menuju pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Kersagalih, Kecamatan Jatiwaras, dengan Desa Singajaya, Kecamatan Cibalong. Hingga Oktober 2026, total panjang pekerjaan infrastruktur jalan di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 11,826 kilometer dan dua jembatan telah selesai 100 persen.

Sementara di Kota Tasikmalaya, sejumlah pekerjaan meliputi pemeliharaan Jalan Prof. Dr. Mochtar Kusuma Atmaja–Jalan Jaksa Agung R. Suprapto senilai Rp12 miliar pada 2026. Pada 2025, pemeliharaan jalan batas Kota Tasikmalaya–Kabupaten Tasikmalaya (Cikunir)–Tasikmalaya juga dilakukan dengan anggaran Rp36 miliar.

Pekerjaan lainnya mencakup pemeliharaan Jalan Cisumur Garuda (Letjen Mashudi) sebesar Rp20 miliar dan rekonstruksi Jalan Brigjen Wasitakusumah senilai Rp17 miliar. Hingga Oktober 2026, realisasi panjang pekerjaan infrastruktur jalan di Kota Tasikmalaya tercatat 0,595 kilometer dari target 2,151 kilometer.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bahlil Effect Bikin Elektabilitas Golkar Tembus Dua Digit

    Bahlil Effect Bikin Elektabilitas Golkar Tembus Dua Digit

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Elektabilitas Partai Golkar mencapai dua digit dalam sejumlah survei terbaru. Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Said Aldi Al Idrus menilai capaian tersebut sejalan dengan penguatan konsolidasi dan aktivitas kader di bawah kepemimpinan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia. Said mengatakan, kader dan organisasi sayap Golkar terus didorong untuk aktif membantu masyarakat melalui […]

  • Krisis iklim: Mengapa Solusi Lokal di Industri Pangan Lebih Efektif

    Krisis iklim: Mengapa Solusi Lokal di Industri Pangan Lebih Efektif

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Krisis iklim merujuk pada percepatan perubahan iklim yang mengancam keseimbangan alam dan kehidupan manusia, ditandai oleh peningkatan suhu global, pencairan es kutub, dan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. Dampaknya meliputi kelaparan, migrasi paksa, serta kerusakan ekonomi di banyak wilayah, sehingga menuntut aksi kolektif dari pemerintah, bisnis, dan individu untuk menurunkan emisi gas […]

  • Jakarta Dorong Perkuat Pengolahan Sampah dari Rumah

    Jakarta Dorong Perkuat Pengolahan Sampah dari Rumah

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, M. Taufik Zoelkifli, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memanfaatkan perpanjangan kerja sama pengelolaan TPST Bantargebang selama lima tahun sebagai masa transisi untuk mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir tersebut. “Tambahan waktu lima tahun harus menjadi masa transisi untuk mengurangi ketergantungan pada Bantargebang,” ujar Ketua Fraksi PKS itu, […]

  • Spanduk Krisis Iklim Terbentang di Bundaran HI, Polisi Selidiki Cara Aktivis Naik Patung

    Spanduk Krisis Iklim Terbentang di Bundaran HI, Polisi Selidiki Cara Aktivis Naik Patung

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Polres Metro Jakarta Pusat mendalami cara enam aktivis Greenpeace Indonesia naik ke Patung Selamat Datang di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, untuk membentangkan spanduk berisi pesan terkait krisis iklim dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung mengatakan, kepolisian akan memeriksa sejumlah pihak guna mengungkap kronologi […]

  • Subsidi tepat sasaran

    FAQ Lengkap: Bagaimana Subsidi Tepat Sasaran Bekerja & Apa Batasannya?

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Program subsidi tepat sasaran dirancang untuk menyalurkan bantuan ke kelompok yang paling membutuhkan, misalnya petani kecil atau keluarga berpendapatan rendah, dengan menggunakan data kependudukan dan verifikasi lapangan. Dengan mekanisme ini, kebocoran dana dapat diminimalisir dan dampak ekonomi‑sosial menjadi lebih signifikan. Subsidi tepat sasaran memberi bantuan keuangan yang diarahkan pada kelompok atau individu yang […]

  • Q&A: Bagaimana Mengurangi Dampak Krisis Iklim di Rumah Secara Praktis?

    Q&A: Bagaimana Mengurangi Dampak Krisis Iklim di Rumah Secara Praktis?

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Peningkatan emisi gas rumah kaca dari pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan pertanian intensif mengakibatkan penahanan panas berlebih di atmosfer. Akibatnya suhu global naik, cuaca ekstrem menjadi lebih sering, dan ekosistem terganggu, memaksa percepatan transisi ke energi bersih serta praktik berkelanjutan. Krisis iklim menandakan percepatan perubahan suhu dan pola cuaca global yang dipicu […]

expand_less