Hashim Ingin Perbaiki Pemungutan Pajak untuk Biayai Program MBG
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mendorong perbaikan pemungutan pajak untuk meningkatkan penerimaan negara dan mendukung pembiayaan program prioritas, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam pembukaan Rapimnas Kadin Indonesia 2026, Kamis (29/10/2026), Hashim menilai potensi ekonomi Indonesia belum sepenuhnya tercermin dalam penerimaan negara karena masih banyak aktivitas ekonomi yang tidak tercatat dan belum terjangkau pemungutan pajak.
Ia menyebut rasio penerimaan negara Indonesia saat ini sekitar 12 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut, menurutnya, masih di bawah Kamboja yang mencapai 18 persen dan Vietnam sebesar 23 persen.
Hashim memperkirakan, jika rasio penerimaan Indonesia dapat meningkat hingga menyamai Kamboja, tambahan penerimaan negara berpotensi mencapai Rp1.500 triliun per tahun. Ia juga mengutip perkiraan Bank Dunia bahwa sekitar 35–40 persen aktivitas ekonomi Indonesia belum tercatat, dengan nilai diperkirakan mencapai Rp10.000 triliun.
Untuk meningkatkan penerimaan, pemerintah disebut akan mengoptimalkan teknologi informasi, sistem elektronik, dan kecerdasan buatan (AI) dalam pemungutan pajak.
Hashim juga menyampaikan rencana penerapan pajak digital mulai 9 November 2026. Menurutnya, bank pemerintah, bank swasta, serta perusahaan teknologi finansial (fintech), termasuk platform perdagangan digital, akan dilibatkan dalam pemungutan dan penyetoran pajak yang selama ini belum dipungut.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar