Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » Penyebab BSU Rp900 Ribu Tidak Cair Padahal Terdaftar Penerima

Penyebab BSU Rp900 Ribu Tidak Cair Padahal Terdaftar Penerima

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA — Bantuan Subsidi Upah (BSU) kembali disiapkan pemerintah untuk kuartal IV 2026. Program ini ditujukan kepada sekitar 13,3 juta pekerja dengan bantuan Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan. Jika disalurkan penuh, setiap penerima akan memperoleh total BSU sebesar Rp900 ribu.

BSU tersebut direncanakan untuk periode Oktober hingga Desember 2026 dan akan disalurkan sekaligus. Namun, hingga awal Oktober 2026, pemerintah masih menyiapkan ketentuan teknis program, termasuk aturan mengenai kriteria penerima, mekanisme verifikasi data, penyaluran, serta jadwal pencairan. Artinya, pekerja belum bisa menyimpulkan BSU Rp900 ribu tidak cair hanya karena dana belum masuk ke rekening.

Meski aturan BSU 2026 belum final, pengalaman penyaluran BSU pada periode sebelumnya dapat menjadi gambaran mengenai sejumlah kendala yang mungkin membuat bantuan tidak tersalurkan. Kementerian Ketenagakerjaan sebelumnya mencatat beberapa penyebab BSU tidak cair, mulai dari penerima tidak memenuhi persyaratan hingga masalah pada rekening.

Salah satu penyebab paling mendasar adalah pekerja tidak memenuhi kriteria penerima. Pada BSU 2025, misalnya, penerima harus merupakan WNI yang memiliki NIK, peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, menerima upah sesuai batas yang ditetapkan, serta bukan ASN, anggota TNI, maupun anggota Polri. Penerima juga diprioritaskan bagi pekerja yang tidak sedang menerima PKH pada tahun berjalan. Kriteria tersebut tercantum dalam ketentuan BSU 2025, tetapi belum dapat dipastikan otomatis berlaku untuk BSU kuartal IV 2026 sebelum aturan terbaru diterbitkan.

Masalah berikutnya berkaitan dengan data pekerja. Proses penyaluran bantuan membutuhkan data yang sesuai antara identitas pekerja, NIK, data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, dan informasi lain yang digunakan dalam proses verifikasi. Ketidaksesuaian data dapat menyebabkan pekerja tidak masuk dalam daftar penerima atau membuat proses penyaluran terkendala.

Kemnaker sebelumnya juga menjelaskan bahwa perubahan data terkait BSU dapat disampaikan melalui perusahaan untuk diteruskan kepada BPJS Ketenagakerjaan. Data tersebut kemudian dikirimkan kembali kepada Kemnaker untuk proses pencairan.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah status penerimaan bantuan lain. Dalam mekanisme BSU 2025, penerima diprioritaskan bagi pekerja yang tidak sedang menerima PKH pada tahun berjalan. Namun, ketentuan yang akan digunakan pada BSU 2026 tetap harus menunggu regulasi resmi pemerintah.

Persoalan rekening juga menjadi salah satu penyebab BSU tidak tersalurkan. Berdasarkan informasi resmi Kemnaker mengenai kendala BSU, rekening yang bermasalah dapat berupa rekening duplikat, rekening sudah ditutup, tidak aktif, tidak valid, dibekukan, tidak sesuai dengan NIK, atau tidak terdaftar.

Karena itu, pekerja yang nantinya dinyatakan sebagai penerima BSU perlu memastikan rekening yang digunakan masih aktif dan identitas pemilik rekening sesuai dengan data kependudukan. Pada penyaluran BSU sebelumnya, pemerintah menggunakan bank Himbara serta Bank Syariah Indonesia untuk wilayah Aceh, sementara pekerja yang tidak memiliki rekening pada bank penyalur dapat menerima bantuan melalui PT Pos Indonesia. Mekanisme tersebut merupakan pola penyaluran sebelumnya dan belum dapat dipastikan menjadi mekanisme final BSU 2026.

Besaran BSU 2026 sendiri direncanakan sebesar Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan, sehingga total bantuan mencapai Rp900 ribu per pekerja. Pemerintah memperkirakan program ini membutuhkan anggaran hampir Rp12 triliun. Berbeda dengan BSU 2025 yang memberikan Rp600 ribu untuk dua bulan dan dibayarkan sekaligus, skema 2026 dirancang untuk periode Oktober-Desember.

Lalu, bagaimana cara mengecek apakah BSU Rp900 ribu sudah cair atau belum? Pekerja dapat memantau informasi melalui kanal resmi BSU Kemnaker di bsu.kemnaker.go.id. Namun, berdasarkan informasi terbaru, laman tersebut masih menampilkan informasi BSU 2025 sehingga fitur pengecekan khusus BSU kuartal IV 2026 belum tersedia.

Karena itu, pekerja sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa dirinya gagal menerima BSU hanya karena bantuan belum masuk. Status penerima, jadwal pencairan, serta mekanisme penyaluran BSU 2026 masih menunggu ketentuan resmi pemerintah.

Pekerja juga perlu waspada terhadap informasi palsu mengenai pencairan BSU. Jangan memberikan NIK, nomor rekening, PIN, OTP, maupun data pribadi melalui tautan yang tidak berasal dari kanal resmi pemerintah. Kemnaker mengingatkan masyarakat untuk memperoleh informasi BSU melalui saluran resmi agar terhindar dari penipuan atau penyalahgunaan data.

Dengan demikian, apabila BSU Rp900 ribu belum masuk, ada dua hal yang perlu dibedakan. Jika program 2026 belum memasuki tahap penyaluran, pekerja memang masih perlu menunggu aturan dan jadwal resmi. Namun setelah daftar penerima dan mekanisme pencairan ditetapkan, kendala seperti ketidaksesuaian data, tidak memenuhi persyaratan, atau rekening bermasalah dapat menjadi faktor yang perlu diperiksa.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transisi energi hijau: Pelajaran Praktis dari Proyek Mikrogrid di Desa

    Transisi energi hijau: Pelajaran Praktis dari Proyek Mikrogrid di Desa

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Secara umum, transisi energi hijau berarti mengalihkan sumber energi dari bahan bakar fosil ke alternatif yang lebih bersih seperti tenaga surya, angin, atau biomassa, untuk mengurangi emisi karbon dan memperbaiki ketahanan energi. Proses ini biasanya melibatkan kebijakan pemerintah, investasi teknologi, serta perubahan perilaku konsumen dan industri agar lebih berkelanjutan. Dengan langkah ini, banyak […]

  • Setoran Pajak Baru 68,2 Persen, DJP Kejar Target Rp750 Triliun hingga Akhir Tahun 2026

    Setoran Pajak Baru 68,2 Persen, DJP Kejar Target Rp750 Triliun hingga Akhir Tahun 2026

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta- 12 Oktober 2026- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengejar setoran Rp750 triliun dalam tiga bulan terakhir untuk mencapai target penerimaan pajak Rp2.357 triliun tahun ini. Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengungkapkan dirinya masih memeiliki sejumlah pekerjaan rumah untuk mengejar target menjelang akhir tahun 2026 itu. Meski demikian ia mengatakan penerimaan pajak telah tumbuh […]

  • Panduan Praktis 5 Langkah Reduksi Jejak Karbon di Krisis Iklim

    Panduan Praktis 5 Langkah Reduksi Jejak Karbon di Krisis Iklim

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kenaikan suhu global dipicu oleh emisi gas rumah kaca dari pembakaran fosil, deforestasi, dan praktik pertanian intensif. Akibatnya, cuaca ekstrem, naiknya permukaan laut, dan hilangnya keanekaragaman hayati semakin memperparah tekanan pada ekosistem serta masyarakat. Mengurangi emisi, melindungi hutan, dan beralih ke energi terbarukan menjadi langkah paling mendesak untuk menahan laju perubahan. Krisis iklim […]

  • 10 Langkah Implementasi Subsidi Tepat Sasaran untuk Pemberdayaan UMKM

    10 Langkah Implementasi Subsidi Tepat Sasaran untuk Pemberdayaan UMKM

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Program subsidi tepat sasaran menyalurkan bantuan ke kelompok yang memang membutuhkan, berlandaskan data verifikasi dan kriteria yang jelas untuk meminimalisir kebocoran. Dengan menargetkan penerima secara akurat, kebijakan ini diharapkan meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran serta mempercepat penurunan kemiskinan. Pendekatan ini biasanya melibatkan koordinasi lintas‑instansi serta pemanfaatan teknologi untuk pemantauan real‑time. “Subsidi tepat sasaran” maksudnya […]

  • Transisi energi hijau: Mengungkap 5 Kendala Kebijakan yang Tersembunyi

    Transisi energi hijau: Mengungkap 5 Kendala Kebijakan yang Tersembunyi

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Peralihan ke energi hijau berarti menggantikan bahan bakar fosil dengan sumber terbarukan dan meningkatkan efisiensi guna menurunkan emisi karbon. Para praktisi menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung, investasi pada teknologi bersih, serta partisipasi masyarakat untuk mempercepat perubahan tersebut. Transisi energi hijau mengacu pada peralihan sistem energi nasional dari bahan bakar fosil ke sumber yang […]

  • Kisah Pak Budi: Dari Lampu Pijar ke Solar dalam Transisi Energi Hijau

    Kisah Pak Budi: Dari Lampu Pijar ke Solar dalam Transisi Energi Hijau

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Secara umum, transisi energi hijau mengacu pada peralihan dari bahan bakar fosil ke sumber terbarukan seperti matahari, angin, dan bioenergi, sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi. Langkah ini penting karena dapat menurunkan emisi CO₂, memperkuat ketahanan energi nasional, serta membuka peluang ekonomi hijau bagi industri dan masyarakat. Transisi energi hijau mengacu pada peralihan penggunaan […]

expand_less