Prabowo Komitmen Jamin Kesejahteraan Guru, Hakim, Perawat hingga Dokter
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
- print Cetak

Dok. Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyoroti kesejahteraan sejumlah profesi yang dinilai memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, mulai dari guru, hakim, perawat hingga dokter. Menurut Prabowo, peningkatan kesejahteraan perlu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pelayanan publik sekaligus membangun sumber daya manusia Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada puncak peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (18/9/2026).
Prabowo secara khusus menyinggung kesejahteraan guru dan hakim. Ia mengatakan perbaikan gaji guru perlu mendapat perhatian, sementara peningkatan kesejahteraan hakim dikaitkan dengan upaya pemerintah mencegah praktik suap dan memperkuat integritas peradilan.
“Gaji-gaji guru harus diperbaiki. Gaji-gaji hakim harus diperbaiki karena kita mau menghabiskan korupsi,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Prabowo kemudian menegaskan pemerintah tidak ingin hakim mudah dipengaruhi oleh pemberian atau imbalan tertentu dalam menjalankan tugasnya.
“Kita tidak mau hakim-hakim kita disogok, kita tidak mau hakim-hakim kita dibeli,” ujarnya.
Menurut Prabowo, kesejahteraan hakim menjadi salah satu aspek yang berkaitan dengan upaya menjaga kehormatan dan integritas profesi. Pemerintah sebelumnya telah menaikkan penghasilan hakim setelah selama sekitar 12 tahun tidak mengalami kenaikan. Dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Juli 2026, Prabowo menyebut kenaikan penghasilan pada sejumlah jenjang mencapai sekitar 280 persen. Pemerintah juga mengarahkan penyediaan rumah bagi hakim dan aparatur peradilan sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan.
Selain hakim dan guru, perhatian Presiden juga diarahkan kepada tenaga kesehatan. Prabowo menyebut perawat dan dokter sebagai profesi yang juga perlu mendapatkan perhatian pemerintah.
“Perawat-perawat kita harus diurus. Dokter-dokter kita harus diurus,” kata Prabowo.
Pernyataan tersebut menempatkan kesejahteraan tenaga pelayanan publik sebagai salah satu isu yang disoroti Presiden dalam pidatonya. Guru berhadapan langsung dengan kebutuhan pendidikan, hakim memiliki peran penting dalam penegakan hukum, sementara dokter dan perawat menjadi bagian utama dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga kembali menyampaikan agenda pendidikan gratis pada satuan pendidikan negeri. Presiden mengatakan dirinya akan segera menggelar rapat terbatas untuk membahas upaya mewujudkan pendidikan negeri tanpa biaya, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi negeri.
“Saya sangat setuju, saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis,” kata Prabowo.
Prabowo juga menyinggung sumber pembiayaan yang dapat digunakan untuk mendukung agenda tersebut. Ia mengaitkannya dengan upaya mengembalikan uang negara yang berasal dari tindak pidana korupsi.
“Nanti akan ada yang bertanya, dari mana uangnya? Uangnya yang dikorupsi, yang nyolong, yang dicuri,” ujarnya.
Pernyataan mengenai pendidikan gratis tersebut masih berupa arahan dan komitmen untuk dibahas lebih lanjut melalui rapat terbatas. Artinya, belum ada kebijakan baru yang secara otomatis menggratiskan seluruh biaya pendidikan di perguruan tinggi negeri.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyampaikan sejumlah program pemerintah yang menurutnya diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Ia menyebut pemerintah terus bekerja memperbaiki berbagai persoalan, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga sektor pendidikan.
Rangkaian pernyataan tersebut memperlihatkan perhatian Presiden pada dua sisi pembangunan sumber daya manusia. Di satu sisi, akses masyarakat terhadap pendidikan ingin diperluas. Di sisi lain, profesi yang menjadi tulang punggung pelayanan publik juga disebut perlu mendapatkan perhatian dari sisi kesejahteraan.
Bagi pemerintah, penguatan kualitas pelayanan publik tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas, tetapi juga dengan orang-orang yang menjalankannya. Guru, hakim, dokter, dan perawat memiliki tanggung jawab yang berbeda, tetapi semuanya berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, pembicaraan mengenai kesejahteraan profesi strategis menjadi bagian dari agenda yang disampaikan Prabowo dalam peringatan HUT ke-28 PAN, bersamaan dengan komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar