Pramono Blak-blakan ke Prabowo, Minta Danantara Bantu Perpanjangan LRT Jakarta
- account_circle Redaksi
- calendar_month 22 jam yang lalu
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung jajal LRT Jakarta dari Kelapa Gading ke Manggara
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara langsung meminta dukungan Presiden Prabowo Subianto agar Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dapat ikut mendukung pendanaan pengembangan LRT Jakarta. Permintaan tersebut disampaikan Pramono saat mendampingi Prabowo menjajal LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai, Rabu (16/9/2026).
Dalam perjalanan menuju Stasiun Manggarai, Pramono dan Prabowo membicarakan kelanjutan pengembangan jaringan LRT Jakarta. Pramono menjelaskan bahwa pembangunan LRT hingga Manggarai selama ini dilakukan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai BUMD DKI Jakarta dengan dukungan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Di tengah perjalanan tersebut, Pramono kemudian menyampaikan permintaannya agar pemerintah pusat melalui Danantara turut membantu pembiayaan pengembangan LRT Jakarta ke depan.
“Kalau Bapak izinkan sebenarnya tinggal dibantu sedikit dengan Danantara. Kan selama ini Jakarta sendiri, Pak,” kata Pramono kepada Prabowo dalam perjalanan LRT yang ditayangkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo kemudian menanggapi pernyataan tersebut dengan nada bercanda. “Jakarta kaya,” ujar Prabowo sambil tertawa.
Peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai sendiri dilakukan Prabowo di Stasiun LRT Manggarai pada Rabu (16/9/2026). Jalur sepanjang 12,2 kilometer ini menjadi pengembangan dari rute sebelumnya yang melayani Kelapa Gading hingga Velodrome.
Lintasan tersebut memiliki 11 stasiun dan menghubungkan kawasan Jakarta Utara, Jakarta Timur hingga Jakarta Selatan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut pembangunan koridor Kelapa Gading-Manggarai memiliki nilai investasi sekitar Rp12,1 triliun.
Dalam perjalanan dari Kelapa Gading menuju Manggarai, waktu tempuh LRT tercatat sekitar 28 menit. Kehadiran Stasiun Manggarai juga memperkuat integrasi transportasi karena kawasan tersebut menjadi titik pertemuan sejumlah moda, mulai dari LRT, KRL, TransJakarta, Transjabodetabek hingga kereta bandara.
Namun, pengembangan LRT Jakarta tidak berhenti di Manggarai. Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan rencana untuk melanjutkan pembangunan jalur menuju Dukuh Atas. Kebutuhan anggaran untuk trase Manggarai-Dukuh Atas diperkirakan mencapai Rp2,7 triliun.
Pramono sebelumnya menyampaikan bahwa pembangunan menuju Dukuh Atas ditargetkan mulai dikerjakan pada awal 2027. Skema pembiayaannya masih membuka sejumlah pilihan, termasuk melalui obligasi daerah, APBD maupun dukungan Danantara. Rencana tersebut sejalan dengan agenda memperluas konektivitas LRT di pusat aktivitas Jakarta.
Selain menuju Dukuh Atas, pengembangan jaringan LRT juga diarahkan untuk menghubungkan sejumlah kawasan strategis lainnya. Pemprov DKI Jakarta menyampaikan rencana pengembangan jalur dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium (JIS), serta koneksi dari kawasan Velodrome menuju Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Halim.
Dengan demikian, pengembangan LRT Jakarta ke depan tidak hanya diarahkan untuk memperpanjang jalur, tetapi juga memperkuat integrasi antarmoda. Pemerintah berharap jaringan tersebut dapat menghubungkan lebih banyak kawasan strategis sekaligus memberikan pilihan transportasi publik yang semakin terintegrasi bagi masyarakat Jakarta.
Adapun 11 stasiun yang saat ini dilayani LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai terdiri dari Stasiun Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar