Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » Hotspot Turun Jadi 147 Titik, Hujan Mulai Turun, Operasi Lapangan Tetap Berjalan

Hotspot Turun Jadi 147 Titik, Hujan Mulai Turun, Operasi Lapangan Tetap Berjalan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 26 Oktober 2026 – Jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) kembali mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Minggu, 25 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB, secara nasional terdeteksi 147 hotspot, turun 170 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 317 hotspot.

Penurunan lebih tajam terjadi pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla. Jumlah hotspot turun dari 226 menjadi 26 titik. Kalimantan Barat tercatat 15 hotspot, Kalimantan Tengah 5 titik, Kalimantan Selatan 4 titik, dan Sumatera Selatan 2 titik. Sementara Jambi dan Riau nihil hotspot high confidence.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa penurunan hotspot merupakan perkembangan positif, namun belum berarti seluruh kebakaran telah selesai ditangani. Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot sehingga seluruh indikasi tetap perlu diverifikasi melalui groundcheck di lapangan.

Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan tanggal 25 Oktober 2026 menunjukkan operasi pemadaman dan penyisiran masih berlangsung di sejumlah wilayah. Di Jambi, kebakaran di Sungai Abang, Sarolangun telah dinyatakan padam. Sementara di Tanjung Jabung Timur, tim masih melakukan penyisiran pada lokasi bergambut yang belum sepenuhnya padam, meskipun penyebaran titik asap telah dapat dikendalikan.

Di Sumatera Selatan, kebakaran di Air Itam Timur, PALI telah dinyatakan padam, sedangkan penanganan masih dilanjutkan di Desa Putak, Muara Enim, serta sejumlah lokasi di Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin. Sebagian lokasi berada pada lahan gambut sehingga membutuhkan pemadaman lanjutan, pembasahan, dan penyisiran bara untuk memastikan api tidak kembali muncul.

Di Kalimantan Barat, tim Manggala Agni Kemenhut melakukan pemadaman di Desa Natai Kuini, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang. Berdasarkan laporan terakhir, api di lokasi tersebut telah dinyatakan padam. Pemantauan tetap dilakukan karena lokasi berada pada lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan.

Sementara di Kalimantan Tengah, operasi masih berlangsung di Desa Tanjung Taruna, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau. Tim BKO Manggala Agni Kemenhut tetap melakukan pemadaman pada kawasan bergambut yang hingga laporan terakhir masih membutuhkan penanganan lanjutan.

Di Kalimantan Selatan, pemadaman dilakukan antara lain di kawasan Landasan Ulin Barat, Banjarbaru. Api pada area yang ditangani telah dapat dikendalikan, meskipun asap masih terpantau pada beberapa titik. Di Salikung, Kabupaten Tabalong, tim gabungan melakukan pemantauan menggunakan drone karena titik api berada di puncak gunung yang sulit dijangkau melalui operasi darat. Sementara kebakaran di Sarigadung, Tanah Bumbu telah dinyatakan padam.

Perkembangan cuaca juga mulai membantu upaya pengendalian. Pada Minggu (25/10), hujan terjadi di sejumlah wilayah yang sebelumnya menjadi perhatian penanganan karhutla. Di Sumatera Selatan, hujan terjadi antara lain di sekitar Kantor Daops Manggala Agni Kemenhut Ogan Komering Ilir.

Di Kalimantan Tengah, hujan juga terjadi di Camp Leakey dan Sungai Buluh Besar di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Sementara di Kalimantan Selatan, hujan terpantau di Trans Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, serta kawasan bandara.

Turunnya hotspot dan mulai terjadinya hujan menjadi perkembangan positif bagi operasi pengendalian karhutla. Namun Kementerian Kehutanan tetap meminta seluruh tim mempertahankan kesiapsiagaan. Khusus pada kebakaran gambut, bara dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan meskipun api tidak lagi terlihat di permukaan atau setelah hujan turun.

Manggala Agni Kemenhut bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, dan para pihak terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, penyisiran bara, mopping up, dan pendinginan.

Dukungan operasi udara juga tetap disiagakan. Sebanyak 49 unit armada udara mendukung pengendalian karhutla, terdiri atas 32 unit untuk operasi water bombing dan 17 unit untuk patroli udara serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pemerintah bersama BNPB, TNI, dan BMKG juga terus mengoptimalkan OMC menggunakan bahan semai dry ice maupun NaCl dengan memanfaatkan pertumbuhan awan potensial.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa ukuran keberhasilan penanganan tidak hanya dilihat dari turunnya jumlah hotspot, tetapi dari kondisi aktual di lapangan, yaitu memastikan api dan bara benar-benar padam, kebakaran tidak kembali muncul, dampak asap berkurang, masyarakat terlindungi, serta kawasan hutan dan keanekaragaman hayati tetap terjaga.

Masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran, masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan di nomor telepon 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000 atau Email: posko.karhutla@kehutanan.go.id.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengungkap Dampak Tersembunyi Krisis Iklim pada Produksi Padi

    Mengungkap Dampak Tersembunyi Krisis Iklim pada Produksi Padi

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Peningkatan suhu global disebabkan oleh emisi gas rumah kaca dari pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan praktik pertanian intensif. Akibatnya, pola cuaca menjadi ekstrem, es di kutub mencair, dan naiknya permukaan laut mengancam jutaan orang. Penanggulangan memerlukan transisi energi bersih, konservasi hutan, serta kebijakan adaptasi yang melibatkan semua sektor. Krisis iklim mempercepat pemanasan […]

  • Keamanan Pangan: Mengatasi Kontaminasi Mikro di Rantai Pasok Lokal

    Keamanan Pangan: Mengatasi Kontaminasi Mikro di Rantai Pasok Lokal

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Inti utama yang dicari orang ketika mengetik “keamanan pangan” adalah cara memastikan makanan yang kita konsumsi bebas dari kontaminasi dan tetap aman sepanjang rantai pasok. Hal ini meliputi penerapan standar higienis di pertanian, pengolahan, distribusi, serta pengawasan regulasi yang konsisten untuk melindungi kesehatan konsumen. Keamanan pangan menuntut setiap langkah produksi, penyimpanan, hingga distribusi […]

  • Panduan Praktis 5 Langkah Transisi Energi Hijau untuk Rumah Tangga

    Panduan Praktis 5 Langkah Transisi Energi Hijau untuk Rumah Tangga

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Peralihan dari bahan bakar fosil ke sumber terbarukan—seperti tenaga surya, angin, dan biomassa—menjadi fokus utama untuk menurunkan emisi karbon serta mengurangi ketergantungan energi tak berkelanjutan. Upaya ini memerlukan investasi infrastruktur, kebijakan yang mendukung, serta perubahan perilaku di sektor industri dan konsumen demi mencapai target iklim nasional dan global. Transisi energi hijau menandakan pergeseran […]

  • Krisis iklim: Energi Terbarukan vs. Konservasi, Mana Lebih Efektif?

    Krisis iklim: Energi Terbarukan vs. Konservasi, Mana Lebih Efektif?

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca—dari pembakaran bahan fosil, deforestasi, dan kegiatan industri—menyebabkan suhu global naik dan cuaca menjadi lebih ekstrem. Akibatnya, permukaan laut melambung, terjadi lebih banyak banjir, kekeringan, serta ancaman serius pada ketahanan pangan dan kesehatan manusia. Krisis iklim menuntut perubahan drastis karena suhu rata‑rata bumi telah melampaui batas aman yang dipertahankan […]

  • 10 Langkah Praktis Mempercepat Transisi Energi Hijau untuk UMKM

    10 Langkah Praktis Mempercepat Transisi Energi Hijau untuk UMKM

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Pergeseran menuju sumber energi terbarukan—misalnya matahari, angin, dan biomassa—dijalankan untuk menurunkan emisi karbon dan menjaga stabilitas iklim. Upaya ini melibatkan kebijakan pemerintah, investasi teknologi bersih, serta perubahan pola konsumsi dan produksi di sektor industri. Transisi energi hijau bagi UMKM berarti mengganti sumber energi konvensional dengan alternatif yang lebih bersih, mengoptimalkan konsumsi listrik, dan […]

  • Subsidi tepat sasaran

    Subsidi Tepat Sasaran: Apa, Batasannya, & Cara Memanfaatkannya

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Program ini menyalurkan bantuan langsung ke kelompok yang paling membutuhkan, misalnya petani kecil, UMKM, atau keluarga berpendapatan rendah, lewat verifikasi data yang ketat dan mekanisme pencairan yang transparan. Dengan begitu, dana tidak menyebar luas tanpa fokus, melainkan tepat pada sasaran yang telah teridentifikasi. Subsidi tepat sasaran memberikan bantuan keuangan kepada kelompok yang memang […]

expand_less