Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » Airlangga Ungkap Penyebab Impor Indonesia Naik Hampir 20 Persen

Airlangga Ungkap Penyebab Impor Indonesia Naik Hampir 20 Persen

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 3 Nov 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan nilai impor Indonesia meningkat hampir 20 persen sepanjang Januari-September 2026. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya kebutuhan bahan baku, bahan penolong, serta barang modal untuk mendukung aktivitas ekonomi dan produksi dalam negeri.

Airlangga menyampaikan, nilai impor Indonesia mencapai 210,63 miliar dolar AS atau tumbuh 19,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Import juga mengalami kenaikan 19,67 persen, yaitu sebesar 210,63 miliar, terutama kenaikan bahan baku dan penolong, juga kenaikan dari capital goods atau barang-barang modal, dan di bulan Januari-September juga terjadi di banding tahun lalu 176, jadi importnya naik hampir 20 persen,” kata Airlangga di Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Selasa (3/11/2026).

Sementara itu, impor nonmigas tercatat sebesar 178,06 miliar dolar AS. Nilai tersebut meningkat 16,92 miliar dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Airlangga menjelaskan, kenaikan impor nonmigas juga dipengaruhi oleh pergerakan harga.

Di sisi lain, kinerja ekspor Indonesia turut mencatat pertumbuhan sebesar 5,58 persen secara tahunan. Sepanjang Januari-September 2026, nilai ekspor mencapai 221,23 miliar dolar AS, dengan ekspor nonmigas sebesar 212,27 miliar dolar AS.

Inflasi Oktober 2026 Tercatat 3,23 Persen

Selain perdagangan, Airlangga juga memaparkan perkembangan inflasi Indonesia pada Oktober 2026. Inflasi tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan 0,22 persen secara bulanan (month to month/mtm).

Sementara itu, inflasi tahun kalender (year to date/ytd) berada di angka 2,4 persen. Angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi pemerintah, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen.

Menurut Airlangga, tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok harga bergejolak (volatile food) yang mencapai 5,81 persen dan harga yang diatur pemerintah (administered prices) sebesar 3,24 persen. Adapun inflasi inti (core inflation) masih relatif terkendali di level 2,56 persen.

Untuk mengantisipasi kenaikan biaya perjalanan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah juga menyiapkan program diskon transportasi. Kebijakan ini terutama diarahkan untuk membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan tarif angkutan udara.

“Jadi dari segi inflasi sendiri, core inflation-nya hanya 2,56, administer price yang memang tinggi 3,24, dan volatile food 5,81. Jadi ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia terjaga dan masih kuat sampai bulan ini dan sampai akhir tahun diharapkan kondisi masih terjaga,” pungkasnya.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Studi Kasus: Dampak Subsidi Tepat Sasaran pada Produktivitas Petani

    Studi Kasus: Dampak Subsidi Tepat Sasaran pada Produktivitas Petani

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Subsidi tepat sasaran berarti bantuan pemerintah disalurkan hanya kepada penerima yang memenuhi kriteria tertentu, sehingga dana tidak menyebar ke pihak yang tidak membutuhkan. Dengan memanfaatkan data kependudukan dan mekanisme verifikasi, program seperti Kartu Indonesia Pintar atau Bantuan Pangan Non‑Tunai dapat meminimalisir kebocoran dan meningkatkan efektivitas kebijakan sosial. Dengan menyalurkan bantuan ke petani yang […]

  • Prabowo Ungkap Investasi Besar-besaran Akan Masuk Indonesia dalam Beberapa Pekan

    Prabowo Ungkap Investasi Besar-besaran Akan Masuk Indonesia dalam Beberapa Pekan

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bakal ada investasi dalam jumlah besar yang masuk ke Indonesia dalam beberapa pekan mendatang. Prabowo meminta masyarakat menunggu perkembangan tersebut. Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam program “Presiden Prabowo Menjawab” yang dirilis pada Rabu (16/9/2026). “Ini beberapa minggu ke depannya, tunggu saja, akan ada investasi besar-besaran masuk ke Indonesia. Akan […]

  • Panduan 5 Langkah Transisi Energi Hijau: Praktik dan Manfaat Nyata

    Panduan 5 Langkah Transisi Energi Hijau: Praktik dan Manfaat Nyata

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Perubahan besar dalam cara kita memproduksi dan memakai energi—dari batu bara, minyak, dan gas ke sumber terbarukan seperti tenaga surya, angin, serta bioenergi—menjadi inti transisi energi hijau. Upaya ini didorong oleh target iklim global, kebijakan pemerintah, serta investasi teknologi yang menurunkan emisi karbon sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru. Dengan menggabungkan regulasi, inovasi, dan […]

  • FAQ Lengkap Subsidi Tepat Sasaran: Cara Cek Kelayakan & Batasan

    FAQ Lengkap Subsidi Tepat Sasaran: Cara Cek Kelayakan & Batasan

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Secara umum, subsidi tepat sasaran berarti bantuan keuangan atau barang diberikan hanya kepada kelompok yang memang membutuhkan, sehingga sumber daya tidak terbuang pada penerima yang tidak memenuhi kriteria. Pemerintah biasanya memakai data kependudukan, pendapatan, atau lokasi geografis untuk memfilter penerima, sehingga efeknya lebih efisien dan dapat meningkatkan kesejahteraan secara langsung. Pendekatan ini juga […]

  • 5 Strategi Praktis Kedaulatan Energi Nasional dengan Contoh Nyata

    5 Strategi Praktis Kedaulatan Energi Nasional dengan Contoh Nyata

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Intinya, kedaulatan energi berarti suatu negara atau wilayah mampu memenuhi kebutuhan energi secara mandiri tanpa tergantung pada pasokan luar. Dengan mengembangkan sumber daya lokal—seperti panas bumi, tenaga surya, atau biomassa—mereka dapat mengendalikan harga, meningkatkan keamanan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Praktik ini biasanya diiringi kebijakan yang memprioritaskan investasi domestik dan diversifikasi sumber energi. […]

  • Hotspot Turun Jadi 147 Titik, Hujan Mulai Turun, Operasi Lapangan Tetap Berjalan

    Hotspot Turun Jadi 147 Titik, Hujan Mulai Turun, Operasi Lapangan Tetap Berjalan

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, 26 Oktober 2026 – Jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) kembali mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Minggu, 25 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB, secara nasional terdeteksi 147 hotspot, turun 170 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 317 hotspot. Penurunan lebih tajam terjadi pada enam provinsi prioritas pengendalian […]

expand_less