Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » KPK Geledah Kantor ATR/BPN, Ruang Nusron Wahid Belum Disentuh

KPK Geledah Kantor ATR/BPN, Ruang Nusron Wahid Belum Disentuh

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menggeledah sejumlah ruangan di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kamis (17/9/2026). Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari penyidikan kasus dugaan suap terkait pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di lingkungan ATR/BPN untuk mencari dan melengkapi alat bukti dalam perkara yang bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) pada 14 September 2026. Salah satu ruangan yang digeledah adalah ruang kerja Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) ATR/BPN, Lampri, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam perkembangan penggeledahan, sedikitnya tiga ruangan direktur jenderal menjadi sasaran penyidik, yakni ruang Dirjen PPTR, Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR), serta Dirjen Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT). Sejumlah ruangan direktorat terkait juga turut diperiksa untuk menelusuri dokumen maupun barang bukti yang berkaitan dengan perkara.

Budi mengatakan penggeledahan dilakukan secara menyeluruh sesuai kebutuhan penyidikan. Penyidik ingin menelusuri berbagai layanan yang ada di lingkungan ATR/BPN untuk melihat apakah terdapat keterkaitan dengan dugaan penerimaan uang yang sedang disidik.

Menurut KPK, terdapat sekitar 57 jenis layanan di ATR/BPN yang telah diidentifikasi dari perspektif pencegahan. Karena itu, penyidik akan menelusuri apakah ada layanan tertentu yang memiliki kaitan dengan dugaan suap maupun penerimaan uang dalam perkara tersebut.

Untuk saat ini, ruang kerja Menteri ATR/BPN Nusron Wahid belum termasuk lokasi yang disebut telah digeledah. KPK menyatakan penggeledahan masih merupakan tahap awal setelah perkara tersebut masuk ke tahap penyidikan sehingga lokasi lain masih dapat diperiksa berdasarkan kebutuhan penyidik.

“Ya, nanti kita tunggu perkembangan dari kebutuhan penyidikan. Karena ini masih pertama untuk kegiatan penggeledahan pasca perkara ini naik ke tahap penyidikan,” kata Budi.

Kasus tersebut bermula dari OTT KPK di wilayah Jabodetabek pada 14 September 2026. Dalam rangkaian operasi tersebut, KPK mengamankan sejumlah pihak dari unsur pejabat ATR/BPN, pihak swasta, serta pihak yang berkaitan dengan PT Summarecon Agung Tbk.

Sehari setelah OTT, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Mereka terdiri dari Dirjen PPTR ATR/BPN Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi, serta sejumlah pihak swasta. KPK juga menyebut beberapa tersangka sebagai pihak yang diduga merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

Dari rangkaian OTT tersebut, KPK menyita barang bukti berupa perangkat elektronik dan uang tunai dengan nilai total sekitar Rp106,3 miliar. Uang tersebut ditemukan di sejumlah lokasi dan terdiri dari rupiah serta beberapa mata uang asing.

Di antaranya, uang ditemukan di rumah Arif Sugiyanto dalam beberapa koper dengan nilai sekitar Rp31,86 miliar, ditambah 2.611.500 dolar AS, 1.974.500 dolar Singapura, 910 riyal Arab Saudi, dan 981 ringgit Malaysia. KPK juga menemukan uang tunai di sejumlah lokasi lainnya.

Perkara ini berkaitan dengan dugaan suap dalam pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor. KPK menyatakan penggeledahan di kantor ATR/BPN dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan menemukan alat bukti tambahan dalam perkara tersebut.

Dengan penggeledahan yang masih berlangsung, KPK belum menutup kemungkinan adanya lokasi lain yang akan diperiksa. Termasuk kemungkinan pemeriksaan terhadap ruangan atau lokasi tertentu masih bergantung pada kebutuhan penyidikan dan perkembangan alat bukti yang ditemukan penyidik.

KPK menegaskan proses penyidikan masih berjalan. Karena itu, keterkaitan setiap pihak maupun ruangan dengan perkara tersebut masih harus dibuktikan melalui proses hukum yang sedang berlangsung.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transisi energi hijau: 5 insight praktis dari proyek mikrohidro desa

    Transisi energi hijau: 5 insight praktis dari proyek mikrohidro desa

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Sebagai upaya menggantikan ketergantungan pada bahan bakar fosil, transisi energi hijau menuntut pergeseran besar‑besaran ke sumber terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan biomassa, sekaligus menyesuaikan regulasi, investasi, dan perilaku konsumen. Pada praktiknya, proses ini melibatkan modernisasi jaringan listrik, pengembangan teknologi penyimpanan, serta kebijakan insentif yang mendorong adopsi energi bersih secara luas. Menggerakkan perubahan […]

  • Studi Kasus PLTS Nusa Tenggara: Insight Kedaulatan Energi Daerah

    Studi Kasus PLTS Nusa Tenggara: Insight Kedaulatan Energi Daerah

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kedaulatan energi berarti suatu negara mampu memenuhi kebutuhan energi secara mandiri, mengendalikan sumber daya dalam negeri, dan meminimalkan ketergantungan pada impor. Dengan mengembangkan energi terbarukan serta memanfaatkan cadangan fosil secara berkelanjutan, negara dapat menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan nasional. Pendekatan ini juga memperkuat posisi tawar dalam hubungan geopolitik. Mampu mengatur seluruh rantai pasok […]

  • Digitalisasi pemerintahan Surabaya: 3 pola sukses & langkah terapan

    Digitalisasi pemerintahan Surabaya: 3 pola sukses & langkah terapan

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Penggunaan teknologi informasi untuk memodernisasi layanan publik, proses internal, serta pengambilan keputusan menjadi inti digitalisasi pemerintahan. Dengan sistem daring, transparansi, efisiensi, dan partisipasi warga cenderung meningkat, sementara birokrasi tradisional dapat dipangkas. Implementasinya biasanya melibatkan portal layanan, data terbuka, dan integrasi lintas lembaga. Digitalisasi pemerintahan di Surabaya menggabungkan data, layanan, dan interaksi warga lewat […]

  • Jumat Berkah, DPC PKB Tangsel dan Relawan Rano Alfath Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga

    Jumat Berkah, DPC PKB Tangsel dan Relawan Rano Alfath Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TANGERANG SELATAN – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tangerang Selatan bersama Relawan Rano Alfath menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di wilayah Buaran, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, dalam kegiatan bertajuk Jumat Berkah. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus upaya menghadirkan kader partai yang mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. […]

  • Kolaborasi Pemerintah & Start-up Percepat Pertumbuhan Ekonomi Daerah

    Kolaborasi Pemerintah & Start-up Percepat Pertumbuhan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Secara umum, peningkatan output barang serta jasa di satu wilayah mencerminkan pertumbuhan ekonomi daerah, yang biasanya dipicu oleh kenaikan investasi, konsumsi rumah tangga, dan ekspansi sektor produktif. Faktor‑faktor seperti infrastruktur, sumber daya manusia, dan kebijakan pemerintah lokal berperan penting dalam mempercepat laju pertumbuhan tersebut. Secara singkat, pertumbuhan ekonomi daerah berarti nilai total barang […]

  • Transisi energi hijau: 3 strategi praktis turunkan biaya operasional

    Transisi energi hijau: 3 strategi praktis turunkan biaya operasional

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Upaya mengalihkan sumber energi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan sambil meningkatkan efisiensi serta menurunkan emisi karbon menjadi fokus utama pemerintah dan industri. Proses ini melibatkan investasi besar pada tenaga surya, angin, dan modernisasi jaringan listrik, didukung regulasi yang mendorong inovasi serta adopsi teknologi bersih. Transisi energi hijau mengacu pada peralihan sistem […]

expand_less