Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » Greenpeace Protes Krisis Iklim di Bundaran HI, 11 Aktivis Diamankan

Greenpeace Protes Krisis Iklim di Bundaran HI, 11 Aktivis Diamankan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Sebanyak 11 aktivis ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Metro Jaya setelah menggelar aksi pembentangan spanduk di Monumen Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Dari jumlah tersebut, lima orang telah dibebaskan, sementara enam lainnya masih menjalani proses pemeriksaan.

Tim pendamping aktivis Greenpeace dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Alif Fauzi, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut lima orang yang dibebaskan merupakan tim penyelamat (rescue) dan tim pers.

“Total ada 11 orang yang ditangkap. Sementara dari 11 itu, ada lima orang yang merupakan tim rescue dan pers sudah diperbolehkan pulang,” ujar Alif, Selasa.

Sementara itu, enam aktivis lainnya masih berada di Mapolda Metro Jaya untuk menunggu tindak lanjut proses hukum bersama penyidik Reskrimsus dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

Aksi Greenpeace Indonesia tersebut dilakukan dengan membentangkan spanduk di Patung Selamat Datang sebagai bentuk protes terhadap penanganan bencana alam, kebakaran hutan, dan krisis iklim yang dinilai belum memadai.

Sejumlah spanduk berwarna kuning memuat pesan, antara lain, “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” dan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”.

Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, mengatakan aksi tersebut merupakan upaya menyuarakan dampak krisis iklim terhadap kehidupan masyarakat sekaligus mendesak pemerintah meningkatkan penanganannya.

Menurut Jeanny, dampak krisis iklim paling berat dirasakan kelompok pekerja yang berada dalam kondisi ekonomi rentan. Ia juga menyoroti kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap dan membahayakan kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan.

“Kabut asap berkepanjangan adalah salah satu contoh nyata bagaimana krisis ekologis membebani kehidupan masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan hingga aktivitas ekonomi sehari-hari,” kata Jeanny dalam keterangan tertulis, Selasa.

Greenpeace mendesak pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk lebih serius menangani krisis iklim serta dampaknya terhadap kualitas hidup masyarakat.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Subsidi tepat sasaran vs bantuan umum: Pilihan terbaik untuk UMKM?

    Subsidi tepat sasaran vs bantuan umum: Pilihan terbaik untuk UMKM?

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Subsidi tepat sasaran berarti pemerintah menyalurkan bantuan ke kelompok yang benar‑benar membutuhkan, biasanya melalui kriteria pendapatan atau lokasi. Pendekatan ini bertujuan meminimalkan pemborosan dan memastikan manfaat sampai pada penerima yang paling rentan. Subsidi tepat sasaran memberi bantuan keuangan kepada UMKM yang memenuhi kriteria spesifik, seperti omzet di bawah batas tertentu atau sektor yang […]

  • Menyelamatkan Rumah dari Krisis Iklim: Langkah Praktis Sehari-hari

    Menyelamatkan Rumah dari Krisis Iklim: Langkah Praktis Sehari-hari

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Secara umum, krisis iklim merujuk pada percepatan perubahan iklim akibat peningkatan emisi gas rumah kaca, yang menyebabkan suhu global naik, cuaca ekstrem, dan naiknya permukaan laut. Para ilmuwan memperingatkan bahwa bila tren ini tidak dihentikan, dampaknya akan mengancam ketahanan pangan, kesehatan, dan ekonomi banyak negara. Krisis iklim menandakan percepatan perubahan pola cuaca akibat […]

  • BMKG Peringatkan Kekeringan hingga Akhir Oktober 2026, Ini Daftar Wilayahnya

    BMKG Peringatkan Kekeringan hingga Akhir Oktober 2026, Ini Daftar Wilayahnya

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami kekeringan hingga akhir Oktober 2026. Peringatan tersebut terbagi dalam tiga kategori, yakni Awas, Siaga, dan Waspada. BMKG mencatat sekitar 75 persen wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau. Berdasarkan pemantauan untuk Dasarian III Oktober, atau periode 21–31 Oktober 2026, sejumlah daerah […]

  • Pemerintah Tindak Beras Oplosan dan Siapkan Bantuan 30 Kg untuk Keluarga

    Pemerintah Tindak Beras Oplosan dan Siapkan Bantuan 30 Kg untuk Keluarga

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meyakini penindakan terhadap praktik pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dapat membantu menurunkan harga beras di pasaran. Hal itu disampaikan Amran saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (28/10/2026). Ia menyoroti dugaan beras SPHP yang seharusnya dijual sekitar Rp12.500 per kilogram, […]

  • Ilustrasi investasi hijau menampilkan panel surya, turbin angin, dan grafik pertumbuhan berkelanjutan.

    Investasi hijau: Studi Kasus PLTS Atap Surabaya, Peluang & Risiko

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Menempatkan dana ke proyek atau perusahaan yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan, seperti energi terbarukan, teknologi bersih, atau pengelolaan limbah, disebut investasi hijau. Tujuannya bukan hanya mengharapkan imbal hasil finansial, melainkan juga mengurangi jejak karbon dan mendukung transisi ke ekonomi rendah emisi. Investor biasanya menilai peluang lewat sertifikasi ESG atau label hijau yang diakui. […]

  • Dasco Sebut Pertemuan Ketum Parpol Baru Sebatas Brainstorming RUU Pemilu

    Dasco Sebut Pertemuan Ketum Parpol Baru Sebatas Brainstorming RUU Pemilu

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan bahwa pertemuan sejumlah ketua umum (ketum) partai politik yang membahas revisi Undang-Undang Pemilu belum menghasilkan keputusan final. Menurut Dasco, pertemuan tersebut masih berada pada tahap awal berupa brainstorming atau pertukaran gagasan. Dasco mengatakan, pembicaraan para pimpinan partai politik dilakukan sebagai bagian dari persiapan sebelum fraksi-fraksi […]

expand_less