Saham BCA hingga Sinarmas Anjlok, IHSG Melemah 5,06 Persen
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 5,06 persen ke level 4.922,80 pada perdagangan Senin (19/10/2026). Tekanan terjadi pada sejumlah saham unggulan, termasuk perbankan besar dan emiten Grup Sinar Mas.
Berdasarkan data RTI Business, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 6,86 persen menjadi Rp4.820 per saham. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga melemah 6,82 persen ke level Rp2.460.
Sementara itu, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 5,01 persen menjadi Rp3.220, sedangkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terkoreksi 4,04 persen ke level Rp2.850 per saham.
Tekanan juga melanda sejumlah saham Grup Sinar Mas. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatat penurunan 6,99 persen ke Rp665 per saham. Saham PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG) turun 6,96 persen menjadi Rp8.350, sedangkan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melemah 6,84 persen ke Rp436 per saham.
Saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) terkoreksi 6,83 persen menjadi Rp6.475. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) turun 6,79 persen ke Rp6.175, sementara PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) melemah 6,71 persen menjadi Rp695 per saham. Sejumlah saham tersebut menyentuh batas penurunan harian atau Auto Rejection Bawah (ARB).
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih berisiko mengalami koreksi. Menurut proyeksi MNC Sekuritas yang disampaikan pada Minggu (18/10), level support berada di 5.092 dan resistance di 5.295.
Pergerakan pasar selanjutnya diperkirakan dipengaruhi respons investor terhadap proposal MSCI, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta data pertumbuhan ekonomi China. Penguatan ekonomi China dinilai berpotensi memberikan sentimen positif bagi sektor komoditas Indonesia
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar